Selasa, 12 Agustus 2014

Sam Arik dan Hal-hal Lain yang Tersembunyi


Foto Songong sebelum Kekalahan Catur dengan Telak dan pantas diingat sampai kapanpun 


Catur adalah biang keladi

Fin, dimana?” Whatsapp saya berdering, pertanda ada pesan masuk. Pesan itu berasal dari salah seorang teman.
aku lagi download film, sam” balasku
ah ga penting. Lebih penting kita main catur dan aku mengalahkan kamu.  Mempermalukan mu didepan penghuni Cakwang” balasnya dengan congkak.
Baiklah, begitu permulaannya kisah ini dimulai. Pesan tadi berasal dari seorang kawan yang bernama Arik. Ia adalah penabuh drum dari band Black Dog, band yang pernah tampil di Cafe Hard Rock, Bali. Band yang beranggotan Dion, Awan dan Arik. Semuanya berkacamata namun sepertinya hanya Dion sang Vokalis saja yang baik dan normal. Lainnya? Silahkan cari tau sendiri.  Arik bertato di lengannnya dan berkacamata yang tak terlalu tebal. Hobinya mendesign logo. Bakat dan hobinya pernah membuat dia hidup dalam keberlimpahan materi. Namun kali ini dia sedang berjuang ulang, benar, bahwa hidup adalah roda yang sedang berputar.

Gayanya khas anak band yang ngerasa sok asik, celana skinny kumel, sepatu sneakers, dan tentu tato sebagai tanda yang menyahihkan ke-anak band-nya. Namun, jangan biarkan fantasi anda berlebihan membayangkan sosok Arik ini. Ia tak seperti penabuh drum lainnya, jangan bayangkan seperi Travis, Eno, atau siapa lagi ya?yang biasanya keren, pendiam dan cool. Tidak. Tatonya tak lebih sebatas tanda lahir yang kebesaran dan ia lebih sering cerobohnya daripada cool-nya, ia lebih banyak dibully nya daripada dipuja-puja dan ia lebih sering kalah main caturnya daripada menangnya.

Arik memang misterius diantara kawan-kawan sekopian lainnya. Ia katanya berasal dari Surabaya namun ia tidak pernah pulang kampung. Sudah dua kali lebaran ia tidak juga pulang. Entah ia berasal dari mana, dari keluarga apa. Mungkin dia berasal dari batu yang terkurung dalam gua terbebas setelah orang baik menolongnya. Ia tetap misterius sampai detik ini saya berteman dengannya.

Saya biasa memanggilnya dengan sebutan sam, jika dibalik jadi Mas. Ngomong-ngomong soal ceroboh, ia adalah ahlinya, ia ceroboh dalam segala hal, termasuk dalam berbicara saja kadang suka salah menyebutnya, sering melipir contohnya: bahasa jawanya kedengaran adalah kerungu namun ia tetap keukeuh menyebutnya keringi, alasannya karena itu bahasa Surabaya. Oke. Baiklah. Kecerobohan lainnya yaitu suatu sore yang ceria, ia pernah datang ke Cak Wang dengan membanggakan dirinya telah menemukan celana denim murah dan berkualitas  yang ia beli di Babebo (Bukan Bukan Bos, semacam baju-baju bekas impor). Namun kami mencurigainya karena celana denim tersebut elastis dan tidak ada sakunya, selidik punya selidik akhirnya celana tersebut merupakan leging celana hamil. Tidak berhenti sampai disitu saja, ia pun pernah salah membeli CD (celana dalam), yang ternyata merupakan lingerie. Ah sial kali cerobohnya.
Tentu banyak sekali kecerobohan yang hendak saya dustakan. Demi menjaga nama baiknya sebagai anak band calon terkenal dan mendunia itu.

Baiklah, cukup rasanya saya memperkenalkan kawan saya yang terkenal absurd dan ceroboh tersebut. Setelah pesan singkatnya tersebut saya meladeni tantangannya, ia terus banyak bicara dan bercakap-cakap seolah ia adalah grandmaster catur kelas wahid yang pasti menang melawan siapapun dalam sekejap. Benar saja, dalam sekejap skor pertandingan sudah 2-0, dua untuk saya.

Ia tidak juga berhenti berceracau dan mencari-cari alasan untuk kekalahannya. Hem, loser memang selalu seperti itu. Bicara soal ceroboh, ia pun menyepatkan diri untuk melakukan kecerobohan ditengah kekalahannya. Ia dengan percaya diri memainkan bidak catur hitam yang pada posisi waktu itu ia bermain untuk bidak berwarna putih. Kejadian tersebut berlangsung beberapa kali. Alamak!

 Arik dalam sisi yang lain
Setelah kekalahan itu, Arik tidak juga bergeming untuk mengakui kelalahan-kekalahan sebelumnya, total sudah 6-2 dia kalah. Pernah suatu ketika, ia menantangku untuk bermain catur ketika aku berada diluar kota. Tentu saja aku menolak namun mulut besarnya tetap juga tidak bisa direm. Sampai  aku pulang, ia juga tak hentinya berceracau  sampai akhirnya aku layani tantangannya. Hasilnya? Tentu tau bukan? ia kalah lagi. Sebelum kekalahan telak itu, diawal pertandingan pertama, ia panik lalu mengatakan “ Ini main dua kali ya?”. Tanda dia insecure. Tidak berlaku pepatah mengatakan “kata-kata adalah senjata”. Di depan Arik, “kata-kata adalah kalah main catur”

Arik tetaplah arik, dibalik ia yang ceroboh, absurd dan kadang freak, ia merupakan kawan yang baik. Pendengar yang baik, penghibur yang garing, pembribik yang sering gagalnya daripada berhasilnya. Tidak, ia adalah kawan yang penyabar, bahkan sangat sabar. Ia percaya bahwa orang sabar berpantat lebar. Oleh karena itu, ia memilih untuk sabar agar pantatnya lebar.

Disisi yang mengenaskan, Arik kawan yang penuh percaya diri, Ia setia pada kawan. Memposisikan diri sebagai pendengar yang baik, memberikan saran yang baik kepada kawannya yang sedang kekusahan. Sampai saya berpikir, jangan-jangan sikap ceroboh dan anehnya adalah cara dia untuk menghibur kawannya. Ia seperti sosok penebus dosa kawan-kawannya. Arik lebih senang dibully daripada dipuji. Arik lebih senang terlihat konyol daripada terlihat cool. Dengan tampilan yang seperti itu maka ia mampu menjadi warna yang berbeda diantara kawan-kawan yang lainnya. Ia bijak, seperti guru Splinter, Gurunya Kura-kura ninja, ia bijak seperti Splinter, si tikus itu. Artinya ia tikus dong? Bisa jadi.
  
Apapun itu, Arik adalah kawan baik kami. Tanpa ia hidup ini hampa, ia pelengkap yang sengaja Tuhan hadirkan. Ia sungguh pembeda. Oh ya, jika kalian ingin melihat Arik terlihat seperti bintang datanglah ketika Black Dog main. Ketika bermain ia serasa (merasa) seperti laki-laki keren, bersuara berat seperti Christian Bale, pemeran Batman. Berbebadan kekar seperti Dywane Johnson. Tentu para wanita akan mastrubasi ditempat melihat penampilannya yang datang 100 purnama sekali tersebut. Ruar Biasa.
Salam Hangat untuk Sam Arik!!!!


Postscript: Arik merupakan kawan yang baik dan ia sedang berjuang untuk mengembalikan mimpi besarnya dan hidup untuk mimpinya. Ia rela keluar kerja karena ia mengimani Passion hidupnya, ngeband dan cari uang dari design! Selamat berjuang kawan

0 komentar:

Posting Komentar