![]() | ||
| Foto Songong sebelum Kekalahan Catur dengan Telak dan pantas diingat sampai kapanpun |
Catur adalah biang keladi
“Fin, dimana?” Whatsapp saya berdering, pertanda ada pesan masuk. Pesan itu berasal dari salah seorang teman.
“aku lagi download film, sam” balasku
“ah ga penting. Lebih penting kita main catur dan aku mengalahkan kamu.
Mempermalukan mu didepan penghuni Cakwang”
balasnya dengan congkak.
Baiklah,
begitu permulaannya kisah ini dimulai. Pesan tadi berasal dari seorang kawan
yang bernama Arik. Ia adalah penabuh drum dari band Black Dog, band yang pernah tampil di Cafe Hard Rock, Bali. Band yang
beranggotan Dion, Awan dan Arik. Semuanya berkacamata namun sepertinya hanya
Dion sang Vokalis saja yang baik dan normal. Lainnya? Silahkan cari tau
sendiri. Arik bertato di lengannnya dan berkacamata
yang tak terlalu tebal. Hobinya mendesign logo. Bakat dan hobinya pernah
membuat dia hidup dalam keberlimpahan materi. Namun kali ini dia sedang
berjuang ulang, benar, bahwa hidup adalah roda yang sedang berputar.
Gayanya
khas anak band yang ngerasa sok asik, celana skinny kumel, sepatu sneakers, dan
tentu tato sebagai tanda yang menyahihkan ke-anak band-nya. Namun, jangan
biarkan fantasi anda berlebihan membayangkan sosok Arik ini. Ia tak seperti
penabuh drum lainnya, jangan bayangkan seperi Travis, Eno, atau siapa lagi ya?yang
biasanya keren, pendiam dan cool. Tidak.
Tatonya tak lebih sebatas tanda lahir yang kebesaran dan ia lebih sering
cerobohnya daripada cool-nya, ia
lebih banyak dibully nya daripada
dipuja-puja dan ia lebih sering kalah main caturnya daripada menangnya.
Arik
memang misterius diantara kawan-kawan sekopian lainnya. Ia katanya berasal dari
Surabaya namun ia tidak pernah pulang kampung. Sudah dua kali lebaran ia tidak
juga pulang. Entah ia berasal dari mana, dari keluarga apa. Mungkin dia berasal
dari batu yang terkurung dalam gua terbebas setelah orang baik menolongnya. Ia tetap
misterius sampai detik ini saya berteman dengannya.
Saya
biasa memanggilnya dengan sebutan sam, jika
dibalik jadi Mas. Ngomong-ngomong
soal ceroboh, ia adalah ahlinya, ia ceroboh dalam segala hal, termasuk dalam
berbicara saja kadang suka salah menyebutnya, sering melipir contohnya: bahasa jawanya kedengaran adalah kerungu namun ia tetap keukeuh
menyebutnya keringi, alasannya karena
itu bahasa Surabaya. Oke. Baiklah. Kecerobohan
lainnya yaitu suatu sore yang ceria, ia pernah datang ke Cak Wang dengan
membanggakan dirinya telah menemukan celana denim murah dan berkualitas yang ia beli di Babebo (Bukan Bukan Bos,
semacam baju-baju bekas impor). Namun kami mencurigainya karena celana denim
tersebut elastis dan tidak ada sakunya, selidik punya selidik akhirnya celana
tersebut merupakan leging celana hamil. Tidak berhenti sampai disitu saja, ia
pun pernah salah membeli CD (celana dalam), yang ternyata merupakan lingerie. Ah
sial kali cerobohnya.
Tentu banyak sekali
kecerobohan yang hendak saya dustakan. Demi menjaga nama baiknya sebagai anak
band calon terkenal dan mendunia itu.
Baiklah,
cukup rasanya saya memperkenalkan kawan saya yang terkenal absurd dan ceroboh
tersebut. Setelah pesan singkatnya tersebut saya meladeni tantangannya, ia
terus banyak bicara dan bercakap-cakap seolah ia adalah grandmaster catur kelas
wahid yang pasti menang melawan siapapun dalam sekejap. Benar saja, dalam sekejap
skor pertandingan sudah 2-0, dua untuk saya.
Ia
tidak juga berhenti berceracau dan mencari-cari alasan untuk kekalahannya. Hem,
loser memang selalu seperti itu. Bicara
soal ceroboh, ia pun menyepatkan diri untuk melakukan kecerobohan ditengah
kekalahannya. Ia dengan percaya diri memainkan bidak catur hitam yang pada
posisi waktu itu ia bermain untuk bidak berwarna putih. Kejadian tersebut
berlangsung beberapa kali. Alamak!
Arik dalam sisi yang lain
Setelah
kekalahan itu, Arik tidak juga bergeming untuk mengakui kelalahan-kekalahan
sebelumnya, total sudah 6-2 dia kalah. Pernah suatu ketika, ia menantangku
untuk bermain catur ketika aku berada diluar kota. Tentu saja aku menolak namun
mulut besarnya tetap juga tidak bisa direm. Sampai aku pulang, ia juga tak hentinya berceracau sampai akhirnya aku layani tantangannya. Hasilnya?
Tentu tau bukan? ia kalah lagi. Sebelum kekalahan telak itu, diawal
pertandingan pertama, ia panik lalu mengatakan “ Ini main dua kali ya?”. Tanda dia
insecure. Tidak berlaku pepatah
mengatakan “kata-kata adalah senjata”. Di depan Arik, “kata-kata adalah kalah
main catur”
Arik
tetaplah arik, dibalik ia yang ceroboh, absurd dan kadang freak, ia merupakan
kawan yang baik. Pendengar yang baik, penghibur yang garing, pembribik yang sering gagalnya daripada
berhasilnya. Tidak, ia adalah kawan yang penyabar, bahkan sangat sabar. Ia percaya
bahwa orang sabar berpantat lebar. Oleh karena itu, ia memilih untuk sabar agar
pantatnya lebar.
Disisi
yang mengenaskan, Arik kawan yang penuh percaya diri, Ia setia pada kawan. Memposisikan
diri sebagai pendengar yang baik, memberikan saran yang baik kepada kawannya
yang sedang kekusahan. Sampai saya berpikir, jangan-jangan sikap ceroboh dan
anehnya adalah cara dia untuk menghibur kawannya. Ia seperti sosok penebus dosa
kawan-kawannya. Arik lebih senang dibully daripada dipuji. Arik lebih senang
terlihat konyol daripada terlihat cool.
Dengan tampilan yang seperti itu maka ia mampu menjadi warna yang berbeda
diantara kawan-kawan yang lainnya. Ia bijak, seperti guru Splinter, Gurunya
Kura-kura ninja, ia bijak seperti Splinter, si tikus itu. Artinya ia tikus
dong? Bisa jadi.
Apapun
itu, Arik adalah kawan baik kami. Tanpa ia hidup ini hampa, ia pelengkap yang
sengaja Tuhan hadirkan. Ia sungguh pembeda. Oh ya, jika kalian ingin melihat
Arik terlihat seperti bintang datanglah ketika Black Dog main. Ketika bermain
ia serasa (merasa) seperti laki-laki keren, bersuara berat seperti Christian
Bale, pemeran Batman. Berbebadan kekar seperti Dywane Johnson. Tentu para
wanita akan mastrubasi ditempat melihat penampilannya yang datang 100 purnama
sekali tersebut. Ruar Biasa.
Salam Hangat untuk Sam
Arik!!!!
Postscript:
Arik merupakan kawan yang baik dan ia sedang berjuang untuk mengembalikan mimpi
besarnya dan hidup untuk mimpinya. Ia rela keluar kerja karena ia mengimani
Passion hidupnya, ngeband dan cari uang dari design! Selamat berjuang kawan







0 komentar:
Posting Komentar