Tampilkan postingan dengan label Amelinda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amelinda. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Oktober 2012

Selalu ada hikmah dibalik kisah

hahhaha. kadang aku merasa lucu dengan apa yang aku lakukan sekarang. Lucu sekali, tak terbiasa rasanya dalam kurun waktu 3tahun terakhir ini aku benar-benar banyak mengorbankan perasaanku pada perempuan yang kalau dipikir pakai akal sehat biasa saja. Namun selalu saja ada cerita yang berbeda. Mencintai itu tak perlu alasan yang logis dan bertele-tele. mencintai itu alasan yang sangat sederhana. "aku suka ama kamu, mau kamu jadi pacarku". Sesederhana itu bukan? tetapi pada akhirnya jiika sudah merajuk dapat membuat kelu semuanya. kesederhanaan itu seolah tidak ada bekasnya. Mungkin cinta itu serumit rumus E=mc2 milik om Eisntein. terlalu rumit jika dijabarkan dengan perasaan dan logika. perlu ada kesemestaan perasaan. Aku jadi teringat kata-kata tokoh terkenal yang aku lupa namanya. "ketika anda berhubungan dengan wanita, anda disarankan untuk tidak menggunkan terlalu banyak logika". Benar sekali, perempuna memang kadang mengesampingkan rasionya hanya untk keyakinan yang Ia sendiri tidak tahu kebenarannya itu. Hegel sepertinya gagal berbicara kebenaran yang absolut pada perempuan.

Ada saja yang membuat perempuan ragu dari hal-hal yang tak kasat. tetapi Perempuan lah yang kadang banyak memberikan pelajaran berharga pada laki-laki, salah satunya aku ini. Perempuan tidak banyak bicara pada akhrinya ketika sisi halusnya diterkam oleh ke macanan laki-laki. Ditinggalkan ditengah perasaan ini sedang berbunga-bunga lalu entah kemana rimbanya.

Aku tidak berharap itu terjadi padaku, tetapi aku ingin menikmati proses sakit hati yang mendalam ini. Dari situ ada semacam usaha yang mensahihkan ucapan.

aah,,kau memang pandai pada akhirnya. Tak salah kiranya kau belajar banyak dalam hubungan kita yang banyak diterpa kegelisahan.

satu hal lagi, dari sakit hati yang mendalam ini, aku merasakan proses menuju penulis yang menjadikan sakti hatinya sebagai modal untuk berkarya.



Senja Terakhir untuk menjadi perempuan Anonim (Twillightend Tobe Anonymous woman)


Senja Terakhir untuk menjadi perempuan Anonim (Twillightend Tobe Anonymous woman)

(The Clouds that suspends bashful rain like the face of a girl who silently)
Ku tulis surat ini dikala perasaan ini bercampur aduk. Bagaimana aku harus memulainya.
Kutulis surat ini, yang besok atau malam ini kau membacanya keadaan sudah berganti rupa. Dan kutulis surat ini, kukirim bersama sepotong senja yang sedang cantik-cantiknya.
Seperti setiap senja di setiap bukit, tentu ada juga burung-burung, rumput yang menghijau, siluet batu koral, dan barangkali juga petani di jauhan. Maaf, aku tidak sempat menelitinya satu persatu. Mestinya ada juga domba, batu yang berwarna-warni, dan bias cahaya cemerlang yang berkeretap pada buih yang bagaikan impian selalu saja membuat aku mengangankan segala hal yang paling mungkin kulakukan bersamamu meski aku tahu semua itu akan tetap tinggal sebagai kemungkinan yang entah kapan menjadi kenyataan.
Kukirimkan sepotong senja ini untukmu Amelinda, dalam kertas-kertas yang lusuh, biarkan aku memberikan sesuatu pada lebih dari sekedar kata-kata tentang senja  terakhir yang telah kita nikmati dihari yang lalu.
Sudah terlalu banyak kata di dunia ini Amelinda, dan kata-kata, ternyata, tidak mengubah apa-apa. Aku tidak akan menambah kata-kata yang sudah tak terhitung jumlahnya dalam sejarah kebudayaan manusia Amelinda.
Biarkan saja kata-kata itu menjadi pelengkap dan pengukuh bahwa kita sempat bersama, melewatkan senja-senja yang sebelumnya dengan belaian, peluk, cium dan cumbu.
Amelinda yang manis, Amelinda yang sendu. Amelinda yang lucu. Ingin aku jelaskan kenapa aku mengajakamu bertemu dimalam ini lalu membicarakan senja yang selalu aku rindukan itu?
Siang ini aku aku duduk seorang diri di tepi bukit, memandang dunia yang terdiri dari waktu. Memandang bagaimana ruang dan waktu bersekutu, menjelmakan alam itu untuk mataku. Dalam mata terpejamku ini, terlintas bayangmu yang semakin menjauh-menjauh dan hilang. Obrolan siang tadi membukakan mataku yang menurutmu terlampau egois ini. aku masih ingat semua percakapan itu. Kita sama-sama dalam kondisi yang dilematis, sulit memilih.
Kau telah dihadirkan laki-laki yang kau anggap pantas untukmu, “setia” itu kata kuncinya, sedangkan aku “tidak”. Iya. Karena aku sedang tidak sendiri. Apa kau masih ingat dengan hari dimana kita benar-benar berakhir, dimana pada waktu itupun aku tidak memilih siapa-siapa, termasuk kamu. Tujuannku ingin mencari kedamaian yang mencandu. Tetapi kau hadir kembali dengan usaha dan upaya yang membuatku akhirnya melepaskan pilihanku yang terladuhulu, kita bersama kembali.
Memang waktu yang kurang bersahabat, aku tak lagi sendiri, itu masalah utamanya. Karena alasan itulah yang selalu kau jadikan untuk mencambuk diriku ketika aku tidak “well” denganmu, yang sampai membuatmu merasa menderita karena pilihanku itu terlampau sulit dipahami olehmu, amelinda.

Sekarang senja benar-benar mencapai senjakalanya, kau dihadapkan dua pilihan. Antara aku dan dia yang aku benci. Jika berbicara egoisme, jelas aku akan sangat tidak suka, aku tidak bisa menerima keadaan itu. Dimana selama ini, hampir empat bulan setelah putus kita masih saja bersama bahkan lebih erat, tiba-tiba kau menjadi ragu “maaf, aku ragu”. Jelas terasa ditusuk uluhatiku. Sebelumnya kita punsempat mengobrol panjang lebar, kau pun sempat mengatakan yang membuatku merasa tenang. Setidaknya aku merasa kita akan tetap merajut mimpi dimasa yang akan datang.
Lagi-lagi, kau harus membuatku berpikir “aku berharap tidak menyesal dengan pilihan ini.” Jelas ada keraguan yang tampak darimu, aku tak ingin kau menyesal manisku, aku tak ingin kau terus merasa menderita karena pilihanmu itu “ tidak memilih siapa-siapa”. Salah satu caranya, aku harus melepaskan egoisme ku, aku harus benar-benar mengubur dalam-dalam cerita yang selama ini sempat kita rajut.
mencintaimu, bagiku
adalah membentuk kesadaran
pada tubuh dan jiwa
pada batas-batas akali, dimana
segala mula dimengerti
dan meniscaya.

Aku minta puisi ini dari seorang kawan diJogja sana, mencintaimu adalah membentuk kesadaranku pada apa yang ada pada tatapan mata dan melupakan bayang-bayang yang kabur dihatam detik yang terus bedetak. Mengawinkan kata dan laku menjadi satu dan menghadiahkan padamu.
Hanya kau yang bisa merubah semua untuk menjadi indah, aku rasa itu tidak berlebihan, tak mudah untuk bisa mencari rasa yang telah mati, namun kamu membangkitkan asa yang ada dihati ini. ketika dulu aku sempat kesulitan melupakan perempuan yang selalu membuatku kelu ketika mengingatnya, tapi sekali lagi “hanya kau yang bisa merubah semua”.
Karena laku memang menyempurnakan kata-kata, karena kata-kata menggenapkan laku “aku ingin kau bahagia.” Pergilah dengan dia yang selama ini ingin kau temui. Kata-kataku harus sesuai dengan laku ku dan akan kubuktikan sekarang. Memang sangat menyakitkan. Tetapi hidup harus memilih.  Mencintai memang tak sesederhana kata-kata yang biasa diucap dua sejoli, lalu aku hanya ingin menafirkan ke“sok tauanku” tentang mu itu. Kutafsirkan setelah kita bercakap-cakap dengan diwarnai amarah, senyum dan air mata. Sebelum lidahku ngilu dan kaku, karena berbatas perasaan pada rindu yang menyiksa, ketika kularung segenap gelisahku atas pilihan untuk mu berlayar bersama dengan dia yang kubenci.
Setelah itu, kusiksa diriku untuk tak bilang sayang dan rindu padamu, biarkan kita sama-sama asing untuk saling mengenal. Mendefinisikan ulang janji yang pernah kita ucap. Karena kau sudah jelas tau setiap apa yang harus dibayar dalam setiap pilihan. Jangan hiraukan itu manisku, jangan pedulikan semua tentangku. Toh sebentar lagi kita akan benar-benar berjarak, tidak ada wajah-wajah dipagi hari yang biasa kau sapa lagi.
kita saling lupa memaafkan ketololan,
pun tetap membingkai sekerdil apa kenangan.
kemudian adalah hidup, masa lalu dan kini
yang melulu kaurekam.

Sebait puisi itu menggabarkan secarik kelembuatan yang selalu kau bingkai rapih tapi kini telah rapuh.
Semua bergantung apa yang inginkan dan yakini, aku tak ingin menjadi pembeban dalam langkah yang kau pilih. Asing dan menjauh adalah kelogisan yang siap dihadapkan pada apa yang kita takutkan.
Amel,

Aku akan mengakhiri surat ini, akan ku lipat menjadi perahu kertas, dan ku layarkan ke laut lepas.  Bukan tidak mungkin surat ini akan terbaca juga, entah bagaimana caranya, namun siapa pun yang menemukannya akan membaca kesaksianku. Jika tidak, aku pun tidak tahu apa nasib waktu. kupandang senja yang abadi sebelum melipat surat ini. Betapa semua ini terjadi karena cinta, dan hanya karena cinta – betapa besar bencana telah ditimbulkannya ketika kata-kata tak cukup menampungnya. Kutatap senja itu, masih selalu begitu, seperti menjanjikan suatu perpisahan yang sendu.


8 Agustus ketika pertama kau bohong padaku

Kepada Gadis Revolusiku


 



Kita harus saling mencinta,
sementara yang lainnya semua kacau, laki-laki maupun perempuan,
dan bumi yang menghidupkan bunya anyelir” (Pablo Neruda)


Pagi ini tiba-tiba saja aku dihardik oleh seorang kakak yang jauh dariku. Hardikan itu seolah ingin menyelesaikan kegelisahanku yang semakin menjadi. Oh tidak, tidak "menjadi "karena aku sedang berusaha untuk menurunkan tempo kegelisahan. Seolah tak perlu kita berjalan berdua di daun gugur atau menikmanti sunset dihiruk pikuknya pantai Kuta. Tidak! seolah itu tidak akan nyaman.
Kakaku yang sangat aku hormati tidak banyak bicara Ia seolah ingin menunjukan dalam bahasa pedasnya “ Revolusimu itu belum usai, cita-citamu masih panjang, masih banyak negara yang kau ingin datangi. Masih banyak buruh-buruh yang mati kelaparan, masih banyak perempuan-perempuan yang bingung mencari kerja lalu menjadi pelacur, masih banyak kaum Marhaen yang sibuk saling bunuh sebatas untuk saluran irigasi dan kau vino, malah duduk merenungi senja yang sudah pasti khatam, merenungi perempuan yang rela jalan dengan laki-laki lain. Kau laki-laki yang kami kenal sebagai pejuang cita-cita besar. Tapi kau dilemahkan oleh kesia-sia?”. Seolah menghardik menghujam Bumi. Kakaku memang ada benarnya, tetapi ada juga yang tidak tepat. Karena Ia tidak tahu siapa perempuan itu. Ia tidak pernah tau bagaimana perjuangan perempuan itu pula, Ia tidak tahu soal kebersamaan hubungan kita  dan ia tidak tahu bahwa perempuan itu pun yang selalu mendukung cita-cita dan harapanku.
Memang revolusiku tertunda, tetapi aku sedang melakukan revolusi dalam diriku sendiri. Jika revolusi adalah perubahan yang cepat, samahalnya dengan revolusi Oktober berdarah atau Revolusi Bolsyevik di Uni Soviet yang menggantikan pemerintahan kerjaan kejam Tzar dengan kekuasaan komunis atau Revolusi itu perubahan besar yang terjadi di Inggris akibat penemuan mesin uap oleh James Watt  atau Revolusi itu ketika Che Guevara dan Fidel Castro bergerilya ingin menduduki Havana lalu menggulingkan pemeritahan rezim Batista. Itulah Revolusi fisik yang selama ini kita kenal disejarah-sejarah. Tetapi kali ini revolusiku tidak soal darah yang bergelimang atau berapa kepala yang harus dipisahkan dari lehernya yang hanya untuk mendefinisikan moral dan keadilan. Jelas tidak, jauh dari itu. Revolusiku adalah bagaimana merubah perangai kebinatanganku menjadi lebih humanis, merubah orientasi bejatku pada perempuan untuk jadi lebih setia, revolusiku ini soal bagaimana aku menjadi laki-laki yang sudah tidak ingin menjadi macan buas dihadapan kelinci lucu. Peruabahan cepat itu memang selalu bisa terjadi dan tentunya penuh dengan harapan yang tidak bisa kita patahkan hasilnya.
Soal perempuan itu. Dia bukan perempuan yang terbiasa menghabiskan diri dalam zona nyaman, dia mungkin bukan sekeras Margaret  Teacher atau tidak seayu Helen dari Yunani, dia pun tidak seberkuasa Ratu Cleoparta dari Mesir. Tentunya dia bukan Medusa yang kejam atau Aprodithe yang selalu baik. Dia adalah dia, perempuan mungil yang lebih besar maknanya dari yang kusebutkan sebelumnya. Dia kesemestaan perasaan yang pernah aku rasakan. Berani mengeja kehidupan sampai mendapatkan makna. Kita bersama tidak hanya dalam tawa tetapi juga dalam duka. Tentunya setelah melalui proses lama kita bergumul, bercumbu mesra merasakan hangatnya mentari disitulah momen kontemplatif yang tak bisa dilupakan oleh euphoria kebaharuan yang tak bisa dibuktikan hanya oleh kebaikan dan kedamaian yang tak teruji.
Dalam hal yang lain, aku selalu terbayang oleh Ikal, jika aku sedang mengikuti hati nuraniku. Ikal dalam novel Sang Pemimpi dan Edensor. Ia mampu menjejakan kaki di Eropa hanya untuk mencari sesosok kekasih yang selalu membuat kelu, tidak sampai situ Ia pernah dihempaskan oleh angin gurun yang kejam, di bekukan oleh dinginnya Siberia atau dihantam kelaparan di Eropa daratan. Ada sebuah kenikmatan sebagai laki-laki jika mampu membuat perempuan yang diperjuangkannya tertawa, tersenyum. Bagiku tidak berlaku Air mata itu keluar dari perempuan karena sakit hati yang mendalam, aku benar-benar melupakan idealismeku sebagai laki-laki untuk tidak membiarkan perempuan menangis didepanku.
 Dia adalah dia, perempuan yang memulai dirinya dari kesederhaan kata lalu kesederhanaan tindakan. Dia adalah Amelinda yang pada awalnya, kita  membicarakan hal-hal yang "ketawa ketiwi" penuh basa basi lalu di akhir ini kita sudah membicarakan seberapa penting kita berfilsafat, seberapa banyak uang negara yang dikorupsi oleh pejabat negara atau seberapa dalam puisi itu menghanyutkan bawah sadarnya dan tentunya seberapa hebat dia menjadi perempuan. Semua beranjak, melaju dalam alur perunbahan yang positif karena satu alasan yaitu cinta.
Jika senja itu bisa aku potong, aku lukis, aku foto, aku gambar atau aku lakukan demi menggambarkan kecantikan senja yang seolah sebanding dengannya aku akan lakukan itu, tetapi sayangnya aku tak bisa melakukan itu. Aku hanya bisa merangkai kata-kata yang tak seberapa indah, tak seberapa halus untuk menggambarkan kalau senja itu sama indah dan sederhana dengan dirinya. Tentu aku tak berlebihan, tentu tidak ada nafas yang menjadi sia-sia bukan meski nafas itu tersenggal-senggal. Semua hanya demi memvisualisakan dirimu tidak hanya dalam sebatas banyang.
Aku ingin menyebut namamu kembali, Amelinda Nur Rahmah. Seorang gadis manja yang kukenal dari perjumpaan tak seberapa penting lalu kita melalui banyak cerita dari mulai air mata sampai tawa atau rasa yang melayang semua pernah kita lalui bersama. Tetapi kebersamaan itu tidak akan menarik jika selalu datar-datar saja, kini kita sedang diuji Tuhan bagaimana kita mempertahankan hubungan yang sudah menjadi garis yang kuasa.
Tentunya keadaan ini sudah berubah dari sejak beberapa bulan yang lalu. Kini kau mencoba asing padaku, membiarkanku pada gelimang keresahan dan aku malah menikamati senja dengan laki-laki lain. Padahal dulu aku mengajarkanmu soal senja itu hanya untuk dinimati oleh ku tidak dengan yang lain. Tetapi kau semakin menjauh oleh perasaan dan ketakutanmu untuk memulai kembali denganku. Seoah aku adalah manusia yang selalu ada dititik nol yang membicarakan segalanya dengan amarah, tentu tidak manisku. Inilah klimaks yang menamparku dalam ketiadaan yang sesungguhnya.
Tentunya, aku masih berharap kau berada disisiku, bercumbu dalam orasi-orasi tentang pembebasan,
berkasih-kasihdalam debat panjang revolusi, berpeluk mesra dalam kejaran tirani, aku sebenarnya berharap kau ada disisiku, berjalan bergandengan dengan kaum tertindas
bernyanyi mesra dalam tarian penantian atau hanya sekedar diam dan saling memandang
sambil berpikir berdua adakah ruang untuk kita, berucap mesra dalam tangisan kehilangan
Aku amat menyayangimu, hanya saja aku tak tahu bagaimana menyatakan cinta kasihku ini. Aku sangat kaku dalam tindakanku, dan aku berpikir bahwa kadang-kadang kau tidak akan memahamiku. Adalah tidak mudah untuk memahamiku. Meski begitu. kumohon saat ini percayalah padaku. kita mencoba menjadi yang terbaik dalam setiap pengertian. Memaafkan laku yang tak pantas lalu melanjutkan angan-angan yang tidak sebatas mimpi. Ingat, kita bukan sedang bermimpi, memimpikan perubahan yang sebenarnya sudah sangat pasti meski keragu-raguanmu itu yang menghalangi langkah pasti kita.
Aku memberimu peluk erat seerat-eratnya hingga akhir kita terpisahan ?aku harap tidak. Kegilaan itu memiliki porsi dan dalam konteks yang ada diluar nalar. Dan kini aku sedang menikmati kegilaan yang ada dalam luar konteks biasaku karena dengan itu aku bisa tahu seberapa sakit jika kita terhianati dan seberapa bahagia jika kita saling mencintai.
Aku sedang tidak ingin berjanji banyak padamu, karena aku tak mungkin berjanji ditengah badai ini lalu melupakan janji itu setelah badai itu berlalu. Jelas tidak, aku hanya optimis seoptimis ketika aku melihat mawar tidak dari durinya tetapi dari bunganya yang indah. Karena hanya itu yang bisa aku katakana dan kuperbuat padamu, manisku.
“aku hanya ingin ikatan perasaan yang sempurna bukan mencari sesosok kekasih yang sempurna secara fisik”

Dari Gulfino Che Guevarrato yang mencitai revolusi sebagai sajak, rindu, cinta dan kehangatan!!!!


Surat Untuk Amelindaku

waktu masih sama-sama alay :P





kita pun berpeluk mesra



Refleksi hubungan kita
Tiba-tiba saja malam ini aku ingin membuka kembali kisah-kisah lamaku dengan kamu di pesan facebooku. Ada banyak kisah yang kita ukir dalam beberapa tahun terakhir ini. tetapi dari semua itu ada semacam kesia-siaan yang pernah aku lakukan padamu. Membiarkan mu lepas begitu saja. Membiarkanmu menanggis, membiarkanmu mengemis-ngemis padaku. Semua jika diingat hanya menimbulkan luka saja. Mungkin itu pelajaran penting yang didapat. Kamu benar-benar banyak berkorban untuk hubungan kita, sayang. Membiarkan dirimu yang lucu dan manis tiba-tiba aku biarkan tak berdaya. Sekali lagi itu hanya menimbulkan luka saja, tidak saja bagi dirimu tetapi bagiku. Baru setelah semuanya hampir terlambat, aku tersadar dalam keadaan yang tak menentu. Membiarkanmu menjadi  tidak sebaik dulu. Lagi-lagi, aku harus merefleksikan diri. Ternyata memang aku yang menjadi alasan kalau kau berubah. Aku yang akhirnya membuatmu melakukan tindakan yang menyakitkan ini, tidak saja buatku tetapi juga untukmu.
Semuanya apa memang sudah berakhir? Aku rasa tidak. Aku merasa belum berakhir. Kita masih bisa bersama dalam kebersamaan yang lebih menyenangkan dari waktu panjang yang kita lalui bersama.  Sudah sekian waktu kita berhubungan dalam amarah dan air mata. Tetapi sudah saatnya pula kita menghentikan itu. Mencoba untuk lebih dewasa untuk menjalin ikatan yang tidak sebatas verbal saja. Akutidak ingin meyakinkanmu bahwa aku memang yang terbaik untukmu. Jelas, karena itu tidak ada gunanya apa-apa. Keverbalan hanyalah omong kosong yang tak bisa menemukan wujud aslinya yaitu kenyataan yang sejati soal cinta yang dimaknai bersama sebagai kehangatan dan kenyamanan.
selalu ada waktu untuk mengekspresikan diri
Amelindaku, sudah lama rasanya aku tak menyebut mu dengan nama itu. Sudah terlalu lama pula ku biarkan kau dalam gelimang air mata dan penantian. Maafkan aku manisku. Aku benar-benar bodoh waktu itu.
Amelindaku, dalam rasa yang gontai tak terarah ini. aku hanya ingin bercerita padamu soal kebersamaan yang pernah kita lalui. Apakah kau masih ingat ketika kita berbicara panjang lebar soal banyak tujuan hidup di waktu malam tahun baru? Disana kita banyak berjanji dan merencanakan banyak hal. Disana pula kita berkisah soal hidup yang indah jika dilalui oleh kebersamaan.
Selain itu, apakah kau masih ingat ketika sinar senja sudah mulai khatam. Kita menikmatinya dengan si Vespa maroon yang biasanya mogok-mogok, hari itu indah sekali. Hari itu kita masih beium banyak bicara soal pertengkaran. Hari itu kita masih utuh sebagai sejoli yang yang sedang memadu kasih dibawah senja.
Amelindaku, kita pun sempat diterpa banyak masalah. Tidak hanya sekali atau dua kali tapi berkali-kali kita diterpa banyak permasalahan yang kadang membuat hubungan ini seolah tak layak untuk dilanjutkan. Tetapi apa nyatanya kita masih bisa melalui itu semua dengan tuntas. Setiap amarah hanya bertahan beberapa saat saja, setiap kedengkian tidak membuat resah. Mungkin diantara semua masalah itu hanya satu hal yang membuat selalu teringat dengan amarah yang sulit dipadamkan yaitu bagiamana aku harus mendua oleh kebaharuan yang tidak pernah teruji.
Pada akhirnya klimaks itu datang juga. Ketika aku mencoba meyakinkanmu lagi, perasaanmu sudah ada yang mencoba mengisi. Soal kenyamanan dan ketakutan untuk mencoba melaluinya bersamaku lah yang menjadi masalah utamanya.
Aku hanya bisa berharap ketika semuanya sudah tiba waktunya aku tidak ingin menyia-nyiakan setiap pemberian Tuhan yang terkait denganmu. Aku ingin kita bisa benar-benar berbahagia melepaskan segala kisa dimasa lalu yang penuh dengan ketidak nyamanan. 
kita pun sudah beranjak dewasa
Aku yakin kau pun berharap yang sama denganku, tinggal keyakinanmu saja yang perlu dibulatkan. Tenang saja, dalam setiap tindakan ini, aku mencoba memberikan kebulatan tekad untuk kita rajut kembali.
Tetapi jika memang kita tidak berjodoh semua itu sudah aku bisa terima. Semua akan menjadi biasa saja pada akhirnya tentu proses menjadi biasa itu adalah suatu hal yang sangat sulit yang tidak bisa saja begitu diterima oleh ku.
Jelas, karena separuh dari hidupku semasa kuliah ini selalu ada namamu disampingku. Semua sudah mengakuinya. Tinggalk bagaimana kita yang menjalaninya ini mampu melepaskan amarah dimasa lalu lalu saling berjanji untuk masa depan.
Maafkan aku, amelinda Nur Rahmah. Dalam setiap mimpiku ada kamu yang selalu menemaniku

Kitapun pernah chattingan dengan manis
  • Amel: because i miss you like crazy
    ak kangen vinoku!
  • Aku: Vin0 itu sayang bgt k amel..ak bkn sdh.tp ak miris kalo amel g ngerasakan sayangku!
  • Vin0 yg akn ingetin km kalo km tdk dlm kndisi yg ideal.
    Amel.
    Ak hanya ingn kta pertama kali dan menyatu dan qta berpisah oleh ajal dan takdir!kita brpisah bkn karena benci.tp kehendak tuhan.
    Ak pngn km jd yg terindah untk ku dmasa dpnku!
    Dan ak mau km mampu mendidik anak2ku dgn baik.dgn benar!!
    kita pernah menyebut diri kita :Screamonster dan Balck angel #kita pernah alay jg

    Oleh karena it qta blajar dr skrng untk menyambut msa dpn qta.stdknya ktka km bkn jodohku..amel sdh menjadi perempuan yg jauh lbh siap!
  • Amel: makasih no!!
    inget, kita GA PUTUS!!
    ak masih pacarmu, km masih pacarku. ga ada yg berubah. km ga blh deket ama cewe lain. km ga blh pdkte ama cewe lain. km punyaku!
    ga ada yg berubah dari hubungan kita. yg berubah hanya CARA kit
  • maaf ya? jangan kesel lagi ama ak. jangan ga sayang ama ak. maaf??
  • Iya..tetep sayang,,tetep seperti dlu ko.hahaha.
    Tenang aja sayang!
  • Maafin vn0 ya kalo bkn kesel amel.hehe.
  • Amel :i miss u!
when i look around, i found you. when i take a breathe, i smell you. everywhere and everytime, i see you. imagine you are here, beside me and hold me tight. 'cause i miss you. i've missed you and still miss you. your smile, your laugh, your face, your smell, your voice, your scream and all of yours!

Jumat, 06 April 2012

Untuk yang selalu mengangguku!!!!


-->
Mata ini begitu geram memandanginya
Ditertawakan amarah tak pernah tuntas
Hanya membawa nestapa yang menolak untuk dilupakan.
Oh, betapa cengkraman benci begitu kuat, tak bisa memainkan nalar otak yang jernih
Hanya caci maki yang keluar, meski ku berbicara dihadapan kelembutan