Sabtu, 13 Oktober 2012

Surat Untuk Amelindaku

waktu masih sama-sama alay :P





kita pun berpeluk mesra



Refleksi hubungan kita
Tiba-tiba saja malam ini aku ingin membuka kembali kisah-kisah lamaku dengan kamu di pesan facebooku. Ada banyak kisah yang kita ukir dalam beberapa tahun terakhir ini. tetapi dari semua itu ada semacam kesia-siaan yang pernah aku lakukan padamu. Membiarkan mu lepas begitu saja. Membiarkanmu menanggis, membiarkanmu mengemis-ngemis padaku. Semua jika diingat hanya menimbulkan luka saja. Mungkin itu pelajaran penting yang didapat. Kamu benar-benar banyak berkorban untuk hubungan kita, sayang. Membiarkan dirimu yang lucu dan manis tiba-tiba aku biarkan tak berdaya. Sekali lagi itu hanya menimbulkan luka saja, tidak saja bagi dirimu tetapi bagiku. Baru setelah semuanya hampir terlambat, aku tersadar dalam keadaan yang tak menentu. Membiarkanmu menjadi  tidak sebaik dulu. Lagi-lagi, aku harus merefleksikan diri. Ternyata memang aku yang menjadi alasan kalau kau berubah. Aku yang akhirnya membuatmu melakukan tindakan yang menyakitkan ini, tidak saja buatku tetapi juga untukmu.
Semuanya apa memang sudah berakhir? Aku rasa tidak. Aku merasa belum berakhir. Kita masih bisa bersama dalam kebersamaan yang lebih menyenangkan dari waktu panjang yang kita lalui bersama.  Sudah sekian waktu kita berhubungan dalam amarah dan air mata. Tetapi sudah saatnya pula kita menghentikan itu. Mencoba untuk lebih dewasa untuk menjalin ikatan yang tidak sebatas verbal saja. Akutidak ingin meyakinkanmu bahwa aku memang yang terbaik untukmu. Jelas, karena itu tidak ada gunanya apa-apa. Keverbalan hanyalah omong kosong yang tak bisa menemukan wujud aslinya yaitu kenyataan yang sejati soal cinta yang dimaknai bersama sebagai kehangatan dan kenyamanan.
selalu ada waktu untuk mengekspresikan diri
Amelindaku, sudah lama rasanya aku tak menyebut mu dengan nama itu. Sudah terlalu lama pula ku biarkan kau dalam gelimang air mata dan penantian. Maafkan aku manisku. Aku benar-benar bodoh waktu itu.
Amelindaku, dalam rasa yang gontai tak terarah ini. aku hanya ingin bercerita padamu soal kebersamaan yang pernah kita lalui. Apakah kau masih ingat ketika kita berbicara panjang lebar soal banyak tujuan hidup di waktu malam tahun baru? Disana kita banyak berjanji dan merencanakan banyak hal. Disana pula kita berkisah soal hidup yang indah jika dilalui oleh kebersamaan.
Selain itu, apakah kau masih ingat ketika sinar senja sudah mulai khatam. Kita menikmatinya dengan si Vespa maroon yang biasanya mogok-mogok, hari itu indah sekali. Hari itu kita masih beium banyak bicara soal pertengkaran. Hari itu kita masih utuh sebagai sejoli yang yang sedang memadu kasih dibawah senja.
Amelindaku, kita pun sempat diterpa banyak masalah. Tidak hanya sekali atau dua kali tapi berkali-kali kita diterpa banyak permasalahan yang kadang membuat hubungan ini seolah tak layak untuk dilanjutkan. Tetapi apa nyatanya kita masih bisa melalui itu semua dengan tuntas. Setiap amarah hanya bertahan beberapa saat saja, setiap kedengkian tidak membuat resah. Mungkin diantara semua masalah itu hanya satu hal yang membuat selalu teringat dengan amarah yang sulit dipadamkan yaitu bagiamana aku harus mendua oleh kebaharuan yang tidak pernah teruji.
Pada akhirnya klimaks itu datang juga. Ketika aku mencoba meyakinkanmu lagi, perasaanmu sudah ada yang mencoba mengisi. Soal kenyamanan dan ketakutan untuk mencoba melaluinya bersamaku lah yang menjadi masalah utamanya.
Aku hanya bisa berharap ketika semuanya sudah tiba waktunya aku tidak ingin menyia-nyiakan setiap pemberian Tuhan yang terkait denganmu. Aku ingin kita bisa benar-benar berbahagia melepaskan segala kisa dimasa lalu yang penuh dengan ketidak nyamanan. 
kita pun sudah beranjak dewasa
Aku yakin kau pun berharap yang sama denganku, tinggal keyakinanmu saja yang perlu dibulatkan. Tenang saja, dalam setiap tindakan ini, aku mencoba memberikan kebulatan tekad untuk kita rajut kembali.
Tetapi jika memang kita tidak berjodoh semua itu sudah aku bisa terima. Semua akan menjadi biasa saja pada akhirnya tentu proses menjadi biasa itu adalah suatu hal yang sangat sulit yang tidak bisa saja begitu diterima oleh ku.
Jelas, karena separuh dari hidupku semasa kuliah ini selalu ada namamu disampingku. Semua sudah mengakuinya. Tinggalk bagaimana kita yang menjalaninya ini mampu melepaskan amarah dimasa lalu lalu saling berjanji untuk masa depan.
Maafkan aku, amelinda Nur Rahmah. Dalam setiap mimpiku ada kamu yang selalu menemaniku

Kitapun pernah chattingan dengan manis
  • Amel: because i miss you like crazy
    ak kangen vinoku!
  • Aku: Vin0 itu sayang bgt k amel..ak bkn sdh.tp ak miris kalo amel g ngerasakan sayangku!
  • Vin0 yg akn ingetin km kalo km tdk dlm kndisi yg ideal.
    Amel.
    Ak hanya ingn kta pertama kali dan menyatu dan qta berpisah oleh ajal dan takdir!kita brpisah bkn karena benci.tp kehendak tuhan.
    Ak pngn km jd yg terindah untk ku dmasa dpnku!
    Dan ak mau km mampu mendidik anak2ku dgn baik.dgn benar!!
    kita pernah menyebut diri kita :Screamonster dan Balck angel #kita pernah alay jg

    Oleh karena it qta blajar dr skrng untk menyambut msa dpn qta.stdknya ktka km bkn jodohku..amel sdh menjadi perempuan yg jauh lbh siap!
  • Amel: makasih no!!
    inget, kita GA PUTUS!!
    ak masih pacarmu, km masih pacarku. ga ada yg berubah. km ga blh deket ama cewe lain. km ga blh pdkte ama cewe lain. km punyaku!
    ga ada yg berubah dari hubungan kita. yg berubah hanya CARA kit
  • maaf ya? jangan kesel lagi ama ak. jangan ga sayang ama ak. maaf??
  • Iya..tetep sayang,,tetep seperti dlu ko.hahaha.
    Tenang aja sayang!
  • Maafin vn0 ya kalo bkn kesel amel.hehe.
  • Amel :i miss u!
when i look around, i found you. when i take a breathe, i smell you. everywhere and everytime, i see you. imagine you are here, beside me and hold me tight. 'cause i miss you. i've missed you and still miss you. your smile, your laugh, your face, your smell, your voice, your scream and all of yours!

0 komentar:

Posting Komentar