Kau
datang dengan di kota yang lampu-lampunnya tak sama dengan kota lamamu. Kau
datang dengan skeptisme yang tak terbentung. Keragu-raguan soal tujuan hidup
yang tak satu setanpun tahu, keraguan soal capaian yang hanya bisa terjawab
oleh waktu. Semua memang menjadi serba tanda tanya. Kadang tanda tanya itu
menggantungkan mu dalam keraguan, yang tadi diawal kusebut dengan skeptisme.
Ini
kota yang berbeda dengan kotamu. Kota yang menurut banyak orang tidak terdaftar
di Peta atau kota di ujung timur yang ketika kita menerangkannya membuat dahi
lawan bicara kita berkerut “dimana itu”. Entah mereka yang bodoh tidak tahu
Indonesia yang luas dan kaya ini atau kita memang perlu introspeksi diri bahwa
memang kota ini masih asing ditelinga orang-orang banyak. Meski aku tak yakin
ketidak tahuan mereka apa memang benar kota kita ini memang layak untuk tidak
diketahui atau mereka yang bodoh.
Tak
perlu berdebat soal kota mana yang lebih keren dan membuat keren. Itu akan menjadi
kisah usang yang tak ada pentingnya untuk dibahas kelak. Terpenting dari semua
itu adalah pemahaman akan tujuan yang akan dicapai. Kita sempat cukup banyak
menghabiskan waktu untuk sekedar berbincang menggenapkan banyak tanya yang
mencari celah untuk jawabannya. Kau menjadi penceracau yang terbuka untuk
memperkenalkan lebih jauh siapa dirimu. Sungguh luar biasa, meski baru beberapa
kali bertatap muka, kita menghabiskan cukup banyak keterbukaan. Sampai akhirnya
aku ingin membuat tulisan ini, untukmu. Agar segala risau yang membebani segera
dikhatamkan waktu yang bergerak cepat.
Kutulis
ini untukmu dikala fajar masih malu-malu untuk muncul, dikala dingin kota masih
begitu berkuasa menusuk kulit. Semua kutulis agar – setidaknya- memberikan
gambaran yang berbeda soal tujuan yang ingin kau capai dikota ini. sempat ragu
untuk menulis, karena aku khawatir kau tidak ingin membacanya lalu
mencapakannya begitu saja. Peduli setan dengan semua itu, aku hanya ingin
berusaha memberikan pengalaman yang baru padamu agar kau tidak merasa bahwa
pilihanmu bukanlah pilihan yang tepat dan hanya sebatas datang ke kota ini
untuk tujuan yang tidak layak dikenang. Paham bukan maksudku?
Tak
berlebihan rasanya jika pada akhirnya aku harus benar-benar mengakui aku betah
dikota ini. kota yang berjuluk kota tembakau yang memiliki banyak kebudayaan
antara lain Jawa, Madura, Osing dan China lalu kita mengenalnya dengan istilah
Pandalungan. Jika dibandingkan dengan segala kemegahan kota lamamu jelas. Kota
ini tak ada berbanding. Tetapi ada banyak hal yang tak ada dikota lamamu yang
ada dikota ini. Tentunya seperti yang sempat kau bilang “aku ingin pengalaman
yang berbeda”. Menawakan kemandirian
yang selama ini tidak pernah kau dapat mungkin? Menawarkan kesederhanaan yang
mebangun mentalmua sebagai seorang rebellion
mungkin? Atau menawarkan pengalaman yang mengatas namakan kebersamaan sebagai
tema utamanya. “different experience”
Aku
merasa kenapa menjadi cinta pada kota ini, jika dihubungkan dengan pepetah Jawa
“Tresno jalaran soko kulino”. Cinta karena terbiasa atau kita juga harus ingat
pepatah Melayu “ Tak kenal maka Tak sayang”. Kenalilah kota ini dulu,
merasuklah dalam relung-relung kota ini, kehidupan dan keseharian yang mungkin
saja diawal-awal menurut mu “freak”.
Aku
merasa ditempa ditempat ini, khususnya mentalku untuk siap menjadi petarung
dalam kehidupan luar kampus yang katanya tak bersahabat itu. Jika memang kau
ingin mencari tantangan dan menemukan pembeda dari rutinitas mu yang itu-itu
saja, mungkin kota ini adalah jawaban yang tepat untuk itu semua.
Aku
bertemu dengan banyak orang juga disini tidak hanya dalam lingkup yang kecil,
tapi lingkup yang lebih luas. Kekhawatiran mu sepertinya akan lenyap ketika
memang kau pandai untuk berkawan dengan siapapun itu. Karena aku yakin kau
pasti berbakat untuk sebatas berkomunikasi dan membangun relasi. Kotamu sudah
sangat penat meski bergelimang kemudahan, tapi dikotamu sepertinya otak
manusianya lebih kecil dari manusia-manusia diluar kota lamamu. Polusi, macet,
kriminalitas, individualisme, dan banyak hal. Apakah pernah kau menemui
kebersahajaan penduduk local yang menolong siapapun dengan ikhlas? Apakah kau
dapat bergerak dengan bebas tanpa harus terjebak pada kemacetan yang membuat
otak manusia mengkerut lebih kecil karena stress? Apakah kau bisa berjalanan di
trotoar jalan sendirian dikota lamamu? Atau cari sendiri lebih jauhnya olehmu
yang sebentar lagi akan merasakan hal yang lebih nyata dari sebenar kata-kataku
ini, karena memang kata masih belum genap tanpa laku yang menjadi penopang
utamanya.
Disini
aku pasti akan merasakan suasana belajar yang lebih kondusif jika memang kau
menginginkan hal itu tentunya. Disini pun kau akan bertemu teman-teman yang tak
kalah berkualitasnya dengan teman-temanmu yang memandang sebelah keberadaanmu
kuliah sekarang, jangan pedulikan itu semua. Yang menjawab toh waktu, karena
waktu tak akan diam. Tentunya akan membawamu pada kejayaan yang kau inginkan.
Tak sedikit para purna-purna yang menjajalal banyak tempat yang lebih meriah
dikota ini justru menjadi sukses dan berhasil. Aku rasa kau sudah paham dengan
hal-hal itu, tujuanku adalah bagaimana sedikti memberikan keyakinan saja
padamu. Bahwa kau harus menjadi yang berbeda dan tentunya lebih baik dari
kehidupanmu sebelumnnya. Karena dikota inilah tempat yang tepat untuk menjadi
amazing or get most amazing achievement. Its simple sist. If you have willpower
for make your dream became true.
Selebihnya
aku hanya ingin mengatakan. Selamat datang di kota sepi dan sunyi yang mencandu
ini. selamat datang dikehidupanmu yang akan menjadi berbeda itu. Selamat datang
menjadi mahasiswa rebel. Selamat datang segala harapan dan cita mu dan selamat
datang untuk menjadi mandiri dan amazing[]
#Untukmu
yang sedang tidak betah!!!






0 komentar:
Posting Komentar