Minggu, 21 Oktober 2012

Pilihanmu adalah ketepatan yang tak terduga!!!


Kau datang dengan di kota yang lampu-lampunnya tak sama dengan kota lamamu. Kau datang dengan skeptisme yang tak terbentung. Keragu-raguan soal tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu, keraguan soal capaian yang hanya bisa terjawab oleh waktu. Semua memang menjadi serba tanda tanya. Kadang tanda tanya itu menggantungkan mu dalam keraguan, yang tadi diawal kusebut dengan skeptisme.
Ini kota yang berbeda dengan kotamu. Kota yang menurut banyak orang tidak terdaftar di Peta atau kota di ujung timur yang ketika kita menerangkannya membuat dahi lawan bicara kita berkerut “dimana itu”. Entah mereka yang bodoh tidak tahu Indonesia yang luas dan kaya ini atau kita memang perlu introspeksi diri bahwa memang kota ini masih asing ditelinga orang-orang banyak. Meski aku tak yakin ketidak tahuan mereka apa memang benar kota kita ini memang layak untuk tidak diketahui atau mereka yang bodoh.
Tak perlu berdebat soal kota mana yang lebih keren dan membuat keren. Itu akan menjadi kisah usang yang tak ada pentingnya untuk dibahas kelak. Terpenting dari semua itu adalah pemahaman akan tujuan yang akan dicapai. Kita sempat cukup banyak menghabiskan waktu untuk sekedar berbincang menggenapkan banyak tanya yang mencari celah untuk jawabannya. Kau menjadi penceracau yang terbuka untuk memperkenalkan lebih jauh siapa dirimu. Sungguh luar biasa, meski baru beberapa kali bertatap muka, kita menghabiskan cukup banyak keterbukaan. Sampai akhirnya aku ingin membuat tulisan ini, untukmu. Agar segala risau yang membebani segera dikhatamkan waktu yang bergerak cepat.
Kutulis ini untukmu dikala fajar masih malu-malu untuk muncul, dikala dingin kota masih begitu berkuasa menusuk kulit. Semua kutulis agar – setidaknya- memberikan gambaran yang berbeda soal tujuan yang ingin kau capai dikota ini. sempat ragu untuk menulis, karena aku khawatir kau tidak ingin membacanya lalu mencapakannya begitu saja. Peduli setan dengan semua itu, aku hanya ingin berusaha memberikan pengalaman yang baru padamu agar kau tidak merasa bahwa pilihanmu bukanlah pilihan yang tepat dan hanya sebatas datang ke kota ini untuk tujuan yang tidak layak dikenang. Paham bukan maksudku?
Tak berlebihan rasanya jika pada akhirnya aku harus benar-benar mengakui aku betah dikota ini. kota yang berjuluk kota tembakau yang memiliki banyak kebudayaan antara lain Jawa, Madura, Osing dan China lalu kita mengenalnya dengan istilah Pandalungan. Jika dibandingkan dengan segala kemegahan kota lamamu jelas. Kota ini tak ada berbanding. Tetapi ada banyak hal yang tak ada dikota lamamu yang ada dikota ini. Tentunya seperti yang sempat kau bilang “aku ingin pengalaman yang berbeda”.  Menawakan kemandirian yang selama ini tidak pernah kau dapat mungkin? Menawarkan kesederhanaan yang mebangun mentalmua sebagai seorang rebellion mungkin? Atau menawarkan pengalaman yang mengatas namakan kebersamaan sebagai tema utamanya. “different experience”
Aku merasa kenapa menjadi cinta pada kota ini, jika dihubungkan dengan pepetah Jawa “Tresno jalaran soko kulino”. Cinta karena terbiasa atau kita juga harus ingat pepatah Melayu “ Tak kenal maka Tak sayang”. Kenalilah kota ini dulu, merasuklah dalam relung-relung kota ini, kehidupan dan keseharian yang mungkin saja diawal-awal menurut mu “freak”.
Aku merasa ditempa ditempat ini, khususnya mentalku untuk siap menjadi petarung dalam kehidupan luar kampus yang katanya tak bersahabat itu. Jika memang kau ingin mencari tantangan dan menemukan pembeda dari rutinitas mu yang itu-itu saja, mungkin kota ini adalah jawaban yang tepat untuk itu semua.
Aku bertemu dengan banyak orang juga disini tidak hanya dalam lingkup yang kecil, tapi lingkup yang lebih luas. Kekhawatiran mu sepertinya akan lenyap ketika memang kau pandai untuk berkawan dengan siapapun itu. Karena aku yakin kau pasti berbakat untuk sebatas berkomunikasi dan membangun relasi. Kotamu sudah sangat penat meski bergelimang kemudahan, tapi dikotamu sepertinya otak manusianya lebih kecil dari manusia-manusia diluar kota lamamu. Polusi, macet, kriminalitas, individualisme, dan banyak hal. Apakah pernah kau menemui kebersahajaan penduduk local yang menolong siapapun dengan ikhlas? Apakah kau dapat bergerak dengan bebas tanpa harus terjebak pada kemacetan yang membuat otak manusia mengkerut lebih kecil karena stress? Apakah kau bisa berjalanan di trotoar jalan sendirian dikota lamamu? Atau cari sendiri lebih jauhnya olehmu yang sebentar lagi akan merasakan hal yang lebih nyata dari sebenar kata-kataku ini, karena memang kata masih belum genap tanpa laku yang menjadi penopang utamanya.
Disini aku pasti akan merasakan suasana belajar yang lebih kondusif jika memang kau menginginkan hal itu tentunya. Disini pun kau akan bertemu teman-teman yang tak kalah berkualitasnya dengan teman-temanmu yang memandang sebelah keberadaanmu kuliah sekarang, jangan pedulikan itu semua. Yang menjawab toh waktu, karena waktu tak akan diam. Tentunya akan membawamu pada kejayaan yang kau inginkan. Tak sedikit para purna-purna yang menjajalal banyak tempat yang lebih meriah dikota ini justru menjadi sukses dan berhasil. Aku rasa kau sudah paham dengan hal-hal itu, tujuanku adalah bagaimana sedikti memberikan keyakinan saja padamu. Bahwa kau harus menjadi yang berbeda dan tentunya lebih baik dari kehidupanmu sebelumnnya. Karena dikota inilah tempat yang tepat untuk menjadi amazing or get most amazing achievement. Its simple sist. If you have willpower for make your dream became true.
Selebihnya aku hanya ingin mengatakan. Selamat datang di kota sepi dan sunyi yang mencandu ini. selamat datang dikehidupanmu yang akan menjadi berbeda itu. Selamat datang menjadi mahasiswa rebel. Selamat datang segala harapan dan cita mu dan selamat datang untuk menjadi mandiri dan amazing[]
#Untukmu yang  sedang tidak betah!!!

0 komentar:

Posting Komentar