Minggu, 10 November 2013

Ceracau Kemuakan

Ocehan berbusa melampirkan kemunafikan yang tak kunjung usai.
Menyesatkan yang hidup, membuat tertawa penghuni neraka.semua penuh ilusi
Tidak ada sudut-sudut yang tidak digenangi darah, sebelum semuanya berakhir di jalur Gaza, di hantam pasukan setan yang bermetamorfosis zionis.
Semua memaki topeng-topeng hak asasi manusia. Dan anarkisme menjadi jawaban yang tidak pernah tuntas karena semua pahlawan telah mati di monopoli kapitalis.
Oh betapa indahnya dunia ini yang tidak pernah menemukan tujuan dan hanya memperlihatkan berhala-berhala dunia yang telah menjadi Tuhan yang akhirnya mati di mata Nietzche.
Dunia kembali memerah ditangan para komunis yang suka beronani disamping palu dan arit yang berkarat.
Tidak ada kemungkinan kepala yang tidak mampu terpisah dari leher karena takdir telah dikuasasi kapitalis-kapitalis yang berseragam birokrat. 
Dan Tuhan pun hanya menjadi mainan para ulama yang beriman sekarat.
Dan kitab suci pun menjadi komiditi yang menjanjikan pundi-pundi keparat.
Khotbah semakin semburat
Maka pada saat itulah sejarah dunia akan mencapai puncaknya dan berbicara memalui ujung-ujung senapan yang dibeli dari uang rakyat
Para aktivis hanya menjadi gerombolan manusia yang tidak pernah mandi yang mencari idealisme di tong-tong sampah busuk, bersama mimpi bejat.
Pesta demokrsi hanya menjadi opera sabun para pengusaha.
Kini mata kita harus kembali di tutup.
Menutup untuk tidak menyaksikan Mario ozawa dan misonaris bersengama di pinggir jalan mengikuti trend moderinsme. Jadilah modern,,jadilah modern. Persetan dengan moralitas
Persetan dengan perdamaian
Persetan dengan Tuhan
Dunia terjungkal dalam perebutan kuasa yang tidak pernah tuntas untuk memahaminya.
 Keadilan hanya milik para sarjana hukum yang sibuk mencari kerja.
Yang ketika kuliah menjadi pemburu IPK
Setelah sebelumnya, Teroris berbaju FPI menobrak-abrik kemasiatan.
Mereka menenteng senjata, mereka menembaki, lalu sembunyi di balik kesucian Tuhan.
Mereka membunuh, mereka membakar lalu bersembunyi di balik firman Tuhan.
Roh kudus menjadi tumbal manusia yang tidak pernah paham mengkaji jengkal demi jengkal kehidupan yang akhirnya murahan.
Dan trotoar di kotori oleh baliho para calon penguasa yang berselingkuh dengan pengusaha
Anak muda merangkul nafsu dalam buaian cinta dan menyelsaikannya dalam kondom import.
Aku tak paham dengan dunia yang darahnya mulai mengering.
Aku tidak paham dengan kekuasaan yang rela memisahkan setiap kepala dari leher manusia tak berdosa.
Aku tidak pernah paham dengan kapitalisme yang melanjutkan tradisi holocaust.
Aku katakan pada matahari yang tidak pernah mampu mengkhianati Tuhan.
Aku katakan perihal kesucian Tuhan yang tertukar oleh silau emas.
Surga dan Neraka hanya menjadi komoditi dagang para ulama yang muncul di setiap bulan puasa.
Moralitas hanya terlihat dari selangkangan dan lubang anus

Aku katakan semuanya pada para martir perubahan yang lemah syahwat ditikam valas
Aku katakan pada lucifer tentang dunia dan kehancuran yang semakin kolaps
Aku katakan semuanya pada roh-roh suci pembawa damai yang berkedok Guy Fawkes
Dan aku katakan ini pada bayi-bayi yang berteriak sendu mencari tetek ibunya
Inilah dunia yang yang membuat Bung Karno menangis
Membuat Tan Malaka terus berteriak dari liang kuburnya.
Dan Mengharuskan Isa segera di turunkan kembali ke Bumi
Hay, kalian martir kitab suci, sarjana muda pembawa pesan perubahan, demontran musuh polisi dan politikus berkumis tikus masih kah kau berbicara soal kiasan Tuhan, Nasionalisme norak alas Cintailah Produk Dalam Negeri, Ganyang Kapitalisme sambil makan siang di Pizza Hut atau bereritak Allah Akbar, Hallujah sambil meneteskan darah penindasan.
Ah,,,Dunia tak pernah mampu didefinisikan,
Setelah darah mengering, setelah nanahdan anggur menyatu
Setelah itu kita sadar, tak ada waktu untuk bersatu

0 komentar:

Posting Komentar