Sabtu, 08 Maret 2014

Tidak Perlu Judul

Selamat malam. Sudah cukup lama saya tidak ngerumat blog ini. Kalau diibaratkan rumah mungkin sudah penuh dengan sarang laba-laba, debu dan hampir melapuk ditinggalkan waktu. Malam menjelang pagi ini, saya kembali tersadar akan rutinitas yang hilang, entah karena alasan apa saya melupakan blog ini. Skripsi? Tidak juga namun cukup berpengaruh akan kealphaan ku menulis. Pastinya ada banyak hal yang membuat saya melupakan dan meninggalkan kebiasaan menulis. Biasanya dalam sepekan minimal ada beberapa tulisan yang saya buat. Tujuannya untuk melatih menulis saja. Dari awal passion saya bukan untuk menulis, namun saya teringat oleh Pramoedya Ananta Toer, menulislah, apapun, jangan pernah takut tulisanmu tidak dibaca orang, yang penting tulis, tulis dan tulis. suatu saat pasti berguna. Oleh karena itu, saya membiasakan meski tulisan sederhana juga agar tidak dilupakan oleh sejarah. 
 
Tulisan saya tidak untuk dikonsumsi oleh orang lain hanya untuk kesenangan saya saja. Sampai beberapa waktu lalu saya ngobrol dengan Mas Nuran, ia menyarankan saya untuk mengikuti perlombaaan atau sayembara menulis. Tujuannya untuk mengukur kualitas tulisan. Ada benarnya apa yang dikatakan oleh Mas Nuran, namun pada waktu itu semangat untuk menulis belum juga timbul. Terakhir aku mengupdatenya sekitar bulan November, itu pun tidak jelas menulis apa (rasanya memang tidak ada yang jelas). Setelah itu kembai lagi hilang.
 
Malam semakin senyap dan Pagi semakin mendekat. Ditemani teh anget dan dimeja yang sama seperti terakhir saya  menulis beberapa bulan lalu. Saya coba untuk memulainya kembali. Memulai dari hal sederhana dan mencoba untuk menghidupkan kembali blog yang selama ini menjadi tempat menyimpan cerita yang tersimpan melalui bait-bait kata. Setelah itu, biarkan aku kembali lagi dalam rutinitas yang lama aku idamkan. Menulis sampai larut, menyelsaikan buku-buku yang aku beli tapi belum terjamah sama sekali. Sial sekali, saya serasa kolektor buku, berlagak sok intelek dengan buku-buku tebal namun tidak terbaca. Bukan mungkin, namun harus pasti kalau saya untuk kembali membaca, menikmati malam dan menulis. Jika saya mengingatnya, sungguh menyenangkan suasana tersebut. Syahdu, senyap dan penuh ketenangan yang mencandu. Suasana yang penuh rindu, membuat saya juga lebih tenang dalam menjalani keseharian.
 
Waktu telah membawa pada suasana yang berbeda. Jika sebelumnya saya menikmati malam diantara buku-buku lalu beronani melalui tulisan dimana waktu itu saya masih bergulat dengan ruang-ruang kelas sebagai mahasiswa. Kini saya berada didepan pintu gerbang untuk keluar dalam kehidupan yang lebih menarik dan nyata daripada sekedar ocehan-ocehan teori yang selama ini saya dapat dikelas.
Semoga saja, kebiasaan menulis untuk mencari kontemplasi sehingga menemukan ketenangan ini menjadi teman dikala sepi dan senyap, seperti malam ini.

Salam hangat



0 komentar:

Posting Komentar