Sabtu, 08 Maret 2014

Kemana AKU, diriku?

Aku melihat diriku..
Diantara pena yang meleleh terbakar terik revolusi
Aku menemukan diriku
Bersama tumpukan-tumpakan ingatan yang larut dicerca hujan
Aku mencari diriku diantara air mata yang tergenang dalam keresahan
Tapi aku tak menemukan AKU?
Aku terus mencari AKU
Diantara jalanan yang menjadi saksi peluh kemenangan
Tapi aku menjadi asing pada diriku
akhirnya
Ada AKU diantara kertas-kertas lusuh tanda cinta yang tak sempat kau baca
Ada AKU diantara bunga kering yang kau buang ditempat sampah
Tapi diriku tak mengenal AKU lagi
diriku mencari AKU setelah malam mencurinya dari ku
ku menemukannya meski aku asing padaku
menyisakan kenangan lalat yang rindu pada luka.
Rindu yang tak bisa lepas dari kepedihan.
Aku bukanlah diriku lagi.
karena AKU telah sirna bersamaan dengan runtuhnya tembok itu.

0 komentar:

Posting Komentar