(10/08/2012)
Kemana kita akan berjalan
setelah ini? malam ini begitu dingin menghujam dengan dingin yang menusuk,
kupandangi malam yang sedikit ceria dari kemarin. Sebab beberapa bintang masih
sudi menghiasi malam setelah lewat batas lingsir wengi. Dalam lamunan malam
kuterbayang soal hari esok yang menanti. Ku terbang tentang bintang-bintang
yang tak tersusun rapi justru membuat indah itu, apakah akan aku lihat juga di
Bumi belahanan lainnya?
Aku esok akan pergi kemana?
Melanjutkan langkah menuju kemana? Setelah selesai masa studiku di kota ini. ku
terbayang soal mimpi yang sama , dulu aku masih SD. Memandangi langit yang
bertabur bintang membawaku pada khayalan lepas “aku berada di negeri yang asing
yang banyak kupandangi kincir-kincir angin, udaranya dingin, mungkin saja
Belanda yang kubayangkan itu. Kini, setelah hampr 10 tahun aku tidak lagi bersahabat dengan langit
malam, aku kembali melakukan kebiasaanku dulu. Perasaan semangat itu masih ada,
masih ada harapan yang begitu Berjaya di setiap tatapanku pada langit malam.
Aku akan pergi kemana?
Lagi-lagi aku bertanya langkah mana yang akan kutuju dikemudian hari. Jelas,
aku tak ingin menjadi stagnan. Berdiam diri dalam tempat yang sama yang pada
akhirnya tersandera oleh rasa bosan yang menjadi. Aku tak ingin itu terjadi
padaku, tapi malam setidaknya selalu membangkitkan semangatku untuk tetap
berada dalam lintasan mimpi dan harapan.
Aku akan bertemu dengan dunia
baru? Iya, sepertinya aku ingin bertemu dengan dunia yang baru, yang berbeda
dengan biasanya kutemui dihari-hariku. Entahlah, harapan itu selalu ada. Aku
tak ingin menjadi sok tahu soal takdir yang hanya waktu yang tahu jawabannya
dan yang bisa menjawab{}.






0 komentar:
Posting Komentar