Entah
Rindu
Dalam batu yang membelai ingatan samar
Ada tawa yang kadang tak terdengar nyaman
Terlelap dalam ruang yang teramat dalam
Dalam keterasingan kata
Tak pernah terpahami sebagai kepedihan yang terpendam
Rindu
Kita pernah berjanji menantang kemalangan
Kita pun pernah menertawakan kesialan
Namun kita dibuat bisu oleh rindu
Rindu tema lapuk yang kita sukai
Menjadi irama dalam
setiap hembusan nafas
Berkelanan dalam
ketengikan jarak
Berpura-pura paripurna
dalam suara gadget
Setelah diakhiri, melayang-layang
dalam lamunan sunyi
Dimanakah rindu itu
mengendap?
Keruh oleh laku dan ceracau yang tak berjumpa
Lalu, menahan sesak.
Begitulah kiranya.
Ada saja berhala yg mencandu
Tak bisa kiranya
Dikehingan yang tak terungkap rupa dan mimiknya
kita mengudara mencari rindunya masing-masing
lalu bercerita sambil menyenggama kerinduan
kita lemas.
Cileungsi, 5
September 2014 Che






0 komentar:
Posting Komentar