Senin, 08 Desember 2014

Cileungsi yang masih asing

Entah

Dalam batu yang membelai ingatan samar
Ada tawa yang kadang tak terdengar nyaman
Terlelap dalam ruang yang teramat dalam
Dalam keterasingan kata
Tak pernah terpahami sebagai kepedihan yang terpendam



Rindu
Kita pernah berjanji menantang kemalangan
Kita pun pernah menertawakan kesialan
Namun kita dibuat bisu oleh rindu
Rindu tema lapuk yang kita sukai
Menjadi irama dalam setiap hembusan nafas
Berkelanan dalam ketengikan jarak
Berpura-pura paripurna dalam suara gadget
Setelah diakhiri, melayang-layang dalam lamunan sunyi
Dimanakah rindu itu mengendap?
Keruh oleh  laku dan ceracau yang tak berjumpa
Lalu, menahan sesak.
Begitulah kiranya.
Ada saja berhala yg mencandu
Tak bisa kiranya
Dikehingan yang tak terungkap rupa dan mimiknya
kita mengudara mencari rindunya masing-masing
lalu bercerita sambil menyenggama kerinduan
kita lemas.
Cileungsi, 5 September 2014 Che

0 komentar:

Posting Komentar