Kembalilah menjadi tiada.
Hari sudah meminta bergegas
Kembalilah.
Kisahnya telah menemukan tempatnya
Bersama kabut keriput
bersama cerita yang tak teringat
bersama rindu yang tak terduakan.
kembalilah
Melewati rinai air mata melepas bersama
Kafan membalut usiamu
Pasar malam telah usai
Berganti ceria baru, menyaksikan komedi putar. Berlari, kalau hidup
tentang datang lalu pergi
Terbang bersama titah-titah Tuhan yang kau yakini.
Pergilah.
Engkau telah pantas untuk pulang
Menemui Kuasa Nya. Meletakan lelah duniawi yang tak berkesudahan
Entah malam keberapa, alunan ayat suci mengantarkan nya dalam rebahan
tidur semalam
Sesak mata menahan.
Meski rindu kelak menjadi ancaman
Tp terikhlaskan semua wujud raga melepas nya pulang
Bersama kisah Tuhan yang terus berlanjut
Untuknya.
Ku titipkan sisa rindu yang tak pernah usai.
Untuk Mbah Uti yang sudah dipanggil Tuhan.
13 Oktober 2015







0 komentar:
Posting Komentar