Rabu, 02 Mei 2012

Lesung Pipi itu yang membuatku tidak bisa tidur

-->
Menuju pagi yang banyak menahan rindunya. Semalam, malam sedikit berbeda dari malam-malam yang lalu, sedikit berbaur dengan harum rambutmu, sedikit tercampur oleh tingkahmu yang lucu. Aih. Anak siapa sih ini? Kok lucu sekali.
 Sampai sampai selarut ini mataku tidak ingin beranjak dari kegelapan. Aku masih ingin membayangkan tangaku mengelus pipi lembutmu. Malam sudah sampai pada ujungnya membawa pada keceriaan pagi. Dan aku masih saja ingin mengabadikan kebersamaan denganmu tadi malam.
Senja yang baru saja khatam beranjak pada malam. Kita berdua  sempat bersama menyambut malam, meski hanya sekitar satu jam bersama. Tapi ada yang tidak bisa diungkapkan oleh kata, kebersamaan itu. ketika kita berdua hanya aku yg bisa bertanya mungkinkah “kau tahu jawabnya”

Malam jadi saksinya kita berdua di antara kata yang tak terucap berharap waktu membawa keberanian untuk datang membawa jawaban atau mencoba mata yang bisa mengartikan sandi-sandi dalam setiap tatapannya “masihkan kau tidak paham?”. Sudahlah, jangan terlalu dalam memahami karena tentu kau tak ingin tersibukan dengan itu.
Kita berbicara apa malam itu? Banyak sekali sepertinya, dari mulai berbicara soal senyummu yang manis sampai puisimu yang indah. Yang jelas aku  masih ingat bagaimana dada terasa terhantam godam. Berdebar keras sekali Dan mata mencoba memandangi mu tiada hentinya sampai kadang kau bertanya “kenapa sih mas lihatin aku seperti itu?” aku hanya menjawab ala kadarnya saja. Tetapi jika kau tau, aku sedang menahan kelu, cantikku. Kau begitu manis sekali. Apalagi senyummu dengan lesung pipinya yang renyah bagai biscuit legit.
Malam semakin redup Aku benci sekali dengan jarum jam yang terus berdetak. Waktu  seolah tak pernah paham bahwa aku menikmati setiap detiknya bersama perempuan berlesung pipi ini. Tangaku sepertinya sedang lancang untuk menyubit pipinya dan kau hanya tersipu. Benar-benar cantik sekali kau malam itu dan aku yakin jelitamu tidak habis sebatas malam.
Sepertinya kita harus pulang,,
Besok kita bertemu lagi, Jelitaku!
  

0 komentar:

Posting Komentar