Sabtu, 28 April 2012

Surat Untuk Mu(antara amarah, cinta dan kepalsuan)




Kita yang sempat berjumpa, kita yang sempat tertawa, kita yang sempat berbicara cinta. Dan kita yang akhirnya berpisah. Ini pilihanmu, bukan pilihan yang ku inginkan. Kau membaur dalam cinta yang lebih dekat. Alasan yang sungguh tidak masuk akal. Kau marah jika ku bilang kau bagian dari kepalsuan, tapi itu nyatanya. Kau selalu berkelit “aku tak bisa mengungkpkan isi hatiku” ah, bohong sekali.
Kau bisa melakukan itu, permasalahannya kau tak segan saja.

Wajar saja jika pada akhirnya aku menduga-duga liar atas sikapmu yang tidak lagi lugu itu. Seharusnya kau pun menyadari itu. Bukan sekedar mencaci waktu, mencaci diri lalu menghilang seolah kau pantas untuk selalu ku perjuangkan. Kadang, kau memang datang dengan cinta yang kucari, tapi kadang kau pun tak pernah sadar, kau bermain-main dengan perasaan. Tak ada yang bisa kau tunjukan jika memang kau tidak palsu? “soal jarak”. Tak laku lagi soal alasan klise itu.

Sekarang kau terlalu sombong. Sangat sombong. Kau campakan semua yang kubangun bertahun-tahun. Hanya atas dasar kau marah? Kau sepertinya yang kekanak-kanakan.
Sudahlah. Aku benar-benar kecewa denganmu, kau tetap tak pernah bisa menghargai cinta, kau tetap seperti  empat tahun yang lalu.

Jika memang ada yang terbaik untuk mu bersenang-senanglah dengannya. Aku tak ingin rindu selalu membebani hidupku. biarkan aku pun ingin melupak tentang mu seperti kau yang memulai.
Aku harap dia memang yang terbaik, tak ada tangis, tak ada amarah lagi. Karena aku akan benar-benar tidak peduli denganmu.

Biarkan, waktu yang sombong dan kaku ini menunjukan siapa yang terbaik dan bersungguh-sungguh!!!!


Sampai Jumpa

Kau tinggalkan aku dalam sunyi
Hanya Melepasmu dalam kebisuan.
Tanpa ada Tanya, apalagi kecup dikeningmu.
tak ada percakapan denganmu, tak ada
tegur sapa atau sebagainya. kukira
begitulah baiknya


Cinta memang tak perlu berbalas, dan  aku memang tak mau mau memelas.
Aku hanya bisa  merayu waktu untuk mengendapkan rindu, selamanya
Biarkan!
 agar rindu tak lagi membebani hidup
sampai jumpa

cinta kita terjebak pada kefanaan, yang hilang, mati dihujam waktu yang sombong
lalu kau menghambur, menolak mengingat dan berkelindan dengan kepalsuan.
Mungkin hanya dimasa lalu saja kita saling memadu kasih?
Sampai  jumpa

#Minggu, 29 April 2012, ditempat yang sunyi dan sepi.

0 komentar:

Posting Komentar