Kita yang sempat berjumpa, kita
yang sempat tertawa, kita yang sempat berbicara cinta. Dan kita yang akhirnya
berpisah. Ini pilihanmu, bukan pilihan yang ku inginkan. Kau membaur dalam
cinta yang lebih dekat. Alasan yang sungguh tidak masuk akal. Kau marah jika ku
bilang kau bagian dari kepalsuan, tapi itu nyatanya. Kau selalu berkelit “aku
tak bisa mengungkpkan isi hatiku” ah, bohong sekali.
Kau bisa melakukan itu,
permasalahannya kau tak segan saja.
Wajar saja jika pada akhirnya aku
menduga-duga liar atas sikapmu yang tidak lagi lugu itu. Seharusnya kau pun
menyadari itu. Bukan sekedar mencaci waktu, mencaci diri lalu menghilang seolah
kau pantas untuk selalu ku perjuangkan. Kadang, kau memang datang dengan cinta
yang kucari, tapi kadang kau pun tak pernah sadar, kau bermain-main dengan
perasaan. Tak ada yang bisa kau tunjukan jika memang kau tidak palsu? “soal
jarak”. Tak laku lagi soal alasan klise itu.
Sekarang kau terlalu sombong. Sangat
sombong. Kau campakan semua yang kubangun bertahun-tahun. Hanya atas dasar kau
marah? Kau sepertinya yang kekanak-kanakan.
Sudahlah. Aku benar-benar kecewa
denganmu, kau tetap tak pernah bisa menghargai cinta, kau tetap seperti empat tahun yang lalu.
Jika memang ada yang terbaik
untuk mu bersenang-senanglah dengannya. Aku tak ingin rindu selalu membebani
hidupku. biarkan aku pun ingin melupak tentang mu seperti kau yang memulai.
Aku harap dia memang yang
terbaik, tak ada tangis, tak ada amarah lagi. Karena aku akan benar-benar tidak
peduli denganmu.
Biarkan, waktu yang sombong dan
kaku ini menunjukan siapa yang terbaik dan bersungguh-sungguh!!!!
Sampai Jumpa
Kau tinggalkan aku dalam sunyi
Hanya Melepasmu dalam kebisuan.
Tanpa ada Tanya,
apalagi kecup dikeningmu.
tak ada percakapan denganmu, tak ada
tak ada percakapan denganmu, tak ada
tegur sapa atau sebagainya. kukira
begitulah baiknya
Cinta memang tak perlu berbalas, dan aku memang tak mau mau memelas.
Aku hanya bisa merayu
waktu untuk mengendapkan rindu, selamanya
Biarkan!
agar rindu tak lagi
membebani hidup
sampai jumpa
cinta kita terjebak pada kefanaan, yang hilang, mati dihujam
waktu yang sombong
lalu kau menghambur, menolak mengingat dan berkelindan
dengan kepalsuan.
Mungkin hanya dimasa lalu saja kita saling memadu kasih?
Sampai jumpa
#Minggu, 29 April 2012, ditempat yang sunyi dan sepi.






0 komentar:
Posting Komentar