Aku yang terpaksa mencacimu. Kesunyian malam menjadi saksi bahwa aku tidak lagi ingin meracau karena mu, meski kau jauh dariku. Ku tak ingin lagi mengingat wajah-wajamu, rambutmu yang lurus, pipimu yang tirus, atau dada mu yang besar. Sudah aku tidak ingin mengingat semuanya. Meninggalkanmu dalam bayang kelam lalu beranjak pada siang yang berbinar-binar. aku pun tak sanggup lagi bersajak dengan kiasan-kiasan yang pada akhirnya hanya sekedar menunjukan kepalsuannya dirimu. Sungguh itu menyakitkan Put. Kau terlalu banyak lupa tentang apa yang lakukan, kau terlalu banyak mengingat tentang kesenduan yang kau alami ketika mengingatku dulu.
Tapi sudahlah, aku sedang mengigau. Ingatanku sedang menjelajahi setiap jengkal "tentang Mu"sehingga aku kelu sangat kelu ketika kau benar-benar jauh dariku.Tak cukup rasanya ketika kita bercerita banyak karena aku ingin memutuskan untuk mengendapkan rinduku padamu. Bukan karena kau tak ingin membalas rinduku, tidak karena kau pun kadang sama seperti ku, ingatanmu membawa pada kerinduan itu.Sampai aku hafal kapan kau rindu padaku, membangunkan ku ditengah lelap malamku lalu kita berbincang sampai kita melupakan waktu. Tapi itu hanya -sebatas- tidak lebih. Dan aku tidak suka dengan hal-hal yang setengah itu, hanya menambah luka. maka ku putuskan aku ingin pergi jauh darimu. membiarkanmu dalam kebisuan dan plin-plan an mu itu. aku tak ingin terus membayangkan mu.
Ketika semuanya akan terbuka kau akan sadar siapa yang sebenarnya terbaik untukmu itu!
Tapi sudahlah, aku sedang mengigau. Ingatanku sedang menjelajahi setiap jengkal "tentang Mu"sehingga aku kelu sangat kelu ketika kau benar-benar jauh dariku.Tak cukup rasanya ketika kita bercerita banyak karena aku ingin memutuskan untuk mengendapkan rinduku padamu. Bukan karena kau tak ingin membalas rinduku, tidak karena kau pun kadang sama seperti ku, ingatanmu membawa pada kerinduan itu.Sampai aku hafal kapan kau rindu padaku, membangunkan ku ditengah lelap malamku lalu kita berbincang sampai kita melupakan waktu. Tapi itu hanya -sebatas- tidak lebih. Dan aku tidak suka dengan hal-hal yang setengah itu, hanya menambah luka. maka ku putuskan aku ingin pergi jauh darimu. membiarkanmu dalam kebisuan dan plin-plan an mu itu. aku tak ingin terus membayangkan mu.
Ketika semuanya akan terbuka kau akan sadar siapa yang sebenarnya terbaik untukmu itu!






0 komentar:
Posting Komentar