Senin, 16 April 2012

Aku (bukan) Plagiat

Merasa tidak enak, jika kita terbiasa menulis dengan pikiran sendiri tetapi diwaktu yang lain menggunakan pikiran orang lain atau bahasa kejinya Plagiat. hari ini aku melakukan itu pada tugas mata kuliahku, sungguh hal itu sangat membebani ku, tapi aku tak punya pilihan lain dari pada waktuku dihabiskan untuk membuat tugas? seolah hal itu hanya membuang-buang waktu saja. Sebab, belum tentu tugasku dibaca benar-benar oleh seorang dosen itu. 

Pernah ada kejadian ketika aku mencoba menjewantahkan pikiranku dalam sebuah tugas. Benar-benar aku bersungguh-sungguh dengan tugas itu, tapi apa mau dikata tugasku yang penuh dengan ide-ide yang ku itu (meskipun tidak sangat briliant) pada akhirnya hanya sebatas tumpukan kertas yang tak bertuan dan tak beride. huhft dibuang begitu saja. sungguh sakit.

Ada dosen yang bilang tugas itu akan dibaca, tapi apa benar iya? pernah dalam suatu jam kuliah dimata kuliah "itu". seorang dosen yang sudah cukup tua dan pernah menjadi cantik, kenapa kok pernah cantik, sebab dia merasa dirinya masih cantik-secara fisik- meskipun kerut dan keriput dimana-mana sehingga gayanya ga nguati. Dosen itu hanya bilang "tugas ini Plagiat". sial, jancok. itu dibuat pakai mikir bu. kau belum baca saja sudah berlagak bagai dukun. hadeeh. Memangnya kami itu kerbau yang selalu kau anggap salah dan engaku dewi yang selalu benar.

Sejak saat itu, kadang aku merasa malas ketika membuat tugas kuliah, khususnya makalah dengan sungguh-sungguh toh hasilnya sama saja dengan yang plagiat. Banyak temankku yang biasa mencuri ide orang lain, dan hasilnya memuaskan. sial sekali. Sedang aku yang sungguh-sungguh tidak terlalu memuaskan. nasib memang. Man Jadda wad jadda, sepertinya tidak berlalu dalam membuat tugas. Eits, tapi aku tidak selalu plagiat dalam membuat tugas, kadang disaat ada tugas dari dosen yang penuh dengan ide-ide hebat maka aku pun akan berusaha untuk membuat tugasku dengan ide yang ada dalam otakku.#tentunya ideku sangat kering. 

Kembali lagi pada plagiat. kenapa sih kita menjadi suka dengan keplagiatan itu? aku sudah menjelaskan diatas, karena akau tidak mau waktuku yang cuman 24 jam itu dihabiskan untuk tugas. Karena  aku banyak yang bisa dilakukan yang juga sama-sama untuk menempa diri, untuk menulis, diskusi, terjun ke masyarakat. membaca,  nonton film atau sekedar mencuci otak dikeramain siang atau menikmati sunyi malam. Menurutku itu lebih baik dan berarti. aku tidak mau seperti kawan baikku Kintan. setiap hari dimakan kertas-kertas busuk penuh dengan tugas-tugas. waktuku disita oleh kepragmatisan itu sendiri, karena aku sudah cukup pragmatis menjadi manusia. Aku tidak mau hal itu terjadi padaku.(maaf kintan ketan namamu aku sebut). Kita harus kembalikan lagi pada esensi tugas kuliah itu apa sih? yaitu untuk mengerti apa yang telah diajarkan sehingga perlu direview dengan tugas. jadi penekannya adalah memahami. bukan sekedar kata-kata tak beride itu, tapi pada aplikasinya hal itu sudah lepas dari tujuan semula. Tugas kuliah hanya menjadi pelengkap nilai-nilai. Memang benar, sangat membantu. tetapi kenapa hal itu yang diprioritaskan. ketika tugas membiasakan diri untuk dispilin jg, kenapa harus tugas yang barometernya? bukan bagaimana dikelas komunikasi antar dosen dan mahasiswa. aku rasa, jaman sudah berubah. model tugas yang seolah penyelemat itu sudah tidak berlaku dengan efektif. karena pembuatan tugas itu prosesnya sangat pragmatis seperti apa yang aku lakukan tadi. sehingga kultur itu pula yang menciptakan aku menjadi (kadang)Plagiat. 

Aku ingin menghakimi "tugas kuliah". nanti saja. aku mau istrihat dulu, barusan aku sudah membuat tugas dengan cara plagiat. Maafkan aku, Kang Pidi Baiq, vokalis The Panas Dalam, kau benci orang-orang Plagiat dan aku sudah melalukan apa yang kau benci, kau boleh unfollow twitterku :p

0 komentar:

Posting Komentar