Selasa, 07 Mei 2013

Terlahir Untuk Menjadi Berlian



Jember selalu tak pernah ingin berhenti melahirkan karyanya melalui anak-anak muda yang mengekspresikan bakatnya, salah satunya melalui seni. Sagavo band yang bergenre Alternatif/Rock itu  berdiri sejak 21 Juni 2007 itu mencoba merilis kumpulan lagu-lagunya dalam bentuk Extended Play (EP) yang berjudul Anthem For The Glory"  pada tanggal 13 Mei 2013 di gedung Yabina, Jember. “ini merupakan EP pertama dari kami” kata Rian, salah satu personil Sagavo. “ EP ini sempat tertunda launchingya karena masalah internal kami yaitu hengkangnya Inyok sebagi penggebuk drum Sagavo” tambah Rian disela-sela obrolan ketika sedang ngopi di Cak Wang.

EP ini berisikan enam lagu, dimana lagu yang As hard As Diamond menjadi singel pertamanya. Kesan pertama dari EP ini adalah semangat, pesan sosial dan cinta yang dibahasakan dengan tidak menye-menye. Enam lagu itu akan mengajak kita sebagai pendengar untuk terus jingkrak-jingkrak dan Headbangs, Hell yeah!!.

Sebagai awalan “Anthem For Glory” dan “As hard As Diamond”  terdengar lebih gahar dengan paduan screm Jendik dan clean vokal Rian. Suara vokal Jendik yang khas dengan Screamnya itu seolah mengingatkan saya pada Danny Worsnop, vokalinya Asking Alexandria. Ehm, memang jelas berbeda tetapi ada karakter khas yang tidak jauh berbeda.  Menurut saya, kedua lagu itu sebagai pergambaran semangat Sagavo untuk tetap terus berkarya dan mewarnai dunia musik, tidak hanya di Jember tapi scene Indie secara umum, tentunya dengan karya yang orisinil. “Kita tak Akan mati” kalimat yang menurutku sama garangnya seperti kata-kata Chairil Anwar “Aku ingin hidup seribu tahun lagi”. Saya pun sepertinya jatuh hati pada pendengaran pertama pada lagu “ As hard as diamond”, apalagi reffnya karena dalam reff itu Sagavo ‘ngotot’ untuk tetap berkomitmen agar tetap bisa eksis dengan karya-karyanya. Sesuai dengan judul lagunya As hard As Diamnond, semangat mereka  sekeras batu berlian. Oh Fu*kinDamn, Dude!haha

“sampai nanti sampai akhir
sampai ku tak bangun lagi
semua tetap berdiri (siksamu takkan berarti)
sampai nanti sampai akhir
sampai ku tak bangun lagi
semua tetap berdiri”

Lagu lainnya seperti “12 Mei 1998” yang didedikasikan untuk semangat perjuangan mahasiswa 1998, dimana dalam tragedi Trisakti itu ada empat korban yang tewas karena tertembak.
“Tak terbayangkan
jiwa melayang dan berjatuhan
oleh TEMBAKAN”
Sementara, “Cheer dan Move” dan Bangun Dan Bertahanlah” tidak banyak menampilkan perbedaan yang berarti. Keduanya tetap dengan tema semangat melawan, perjuangan dalam arti yang sangat luas. Meski dalam lirik “Bangun dan Bertahanlah” seolah ada ketidak konsistenan makna yaitu “hanya untuk bertahan, hanya untuk melawan”. Disatu sisi betahan tetapi disisi lain melawan. Ketidak sinkronan ini bisa dilihat dikalimat sebelumnya “tersadarlah bahwa perjuangan kita tak kan terhenti karena kita akan bertahan”. Saya paham maksudnya tetepi sepertinya penggunaan diksinya saja yang kurang tepat. Jadi artinya bahwa mereka melawan tetapi dengan bertahan.

Mungkin musik dari Sagavo mungkin tidak akan menjadi hits yang terdengar disetiap 10 meter ditengah keramaian. Namun musik Sagavo akan tetap bisa didengar kapanpun oleh pendengar-pendengar yang ingin mengedukasi telinganya dengan musik-musik yang bermutu. Musik Sagavo pun bukan musik yang terkontaminasi oleh kepentingan-kepentingan komersialisasi pasar.

Semenjak saya pertama kali mendengar Sagavo pada tanggal 12 Desember 2009 di malam inagurasi Fakulatas Hukum sampai saat ini, Sagavo telah menunjukan kematangannya sebagai band yang bergerak di jalur Indie.  Tidak saja soal musik tetapi juga perwajahan yang menjadi identias band, seperti video clip, profil band yang mulai menampakan karakternya, sepertinya mereka tidak main-main dalam bermusik.
Ya, saya yakin mereka benar-benar sedang menuju jalan panjang untuk menjadi lebih baik. “Long way To Be Better” akan terus mereka titi dengan menyingkirkan segala penghalang dan hambatan, sekali lagi untuk menjadi lebih baik dan lebih matang.
Cheers and Move!!!


0 komentar:

Posting Komentar