Sabtu, 12 Maret 2016

Muram Tanpa Kata




Langit Jakarta/ semakin muram//
Lampu tak semua dinyalakan//
Hujan/ tak lagi ciptakan//
Yang tersisa/ hanya umpatan ditengah kegaduhan//
yang terdengar/ derit cacian//
tanpa peduli pada kebenaran//
ah/Jakarta/ Persetan//

Ada angin pancaroba  jatuh tanpa di undang//
Hadir menggugat ingatan//
Penuh tanya// berharap jawaban//
Apakah ada peduli yang tersisa/
saat kebanalan/
Menemukan makna yang benar?// katamu menahan kesal//
Setelah seharian bertarung  mempertebal keyakinan//.
Atau jangan-jangan/ telah sirna tanpa kesepakatan//
Meski ada penantian/ dari sekedar sapa apalagi cinta//

apa daya aku lengah/ tanpa aksara apalagi kata/
membiarkanmu tersandera/ dalam ceracau buta//


*Untuk manisku, yang sempat muram dan tetap manja.
Lelaplah
Esok aku hadir, meski pagi terlampau berkhianat!

0 komentar:

Posting Komentar