Minggu, 14 April 2013

Sedang dalam Posisi Nol

sumber Google
Beberapa  minggu ini, Jember sepertinya sedang galau, galau dalam arti cuacanya yang berubah secara tiba-tiba. Dikala siang, panas benar-benar membakar kulit sedang di sorenya langit benar-benar tak pandang bulu menguyurkan air. Sore hari sering sekali berganti dari terik menuju sangat basah. Hem, inilah anomali cuaca.

Keadaan cuaca di Jember semakin memperparah kebosananku di kota ini, karena  ketika panas yang sangat terik, jelas aku enggan untuk kemana-kemana, kalau sudah di Tegal Boto ya disitu sampai sore, ketika hujan pun tidak bisa kemana-mana. Selain itu cuaca mendung berdampak tidak menyenangkan secara psikologi. Entahlah, kali ini aku memang sedang ingin menulis tentang kepenatan yang semakin menjadi karena sudah hampir 5bulan aku tidak pergi kemana-mana, hanya di Jember dan sekitarnya. Hari-hariku terasa membosankan apalagi semenjak selesai seminar proposal sebab sebelumnya aku masih ada kegiatan kesana-kemari yang membunuh waktu kosongku dan masih bisa produktif, entahla dalam hal apapun tetapi intinya bisa bermanfaat. Rasanya semua kegiatanku beberapa hari ini terasa sangat tidak menarik untuk dijalani. Pagi-pagi aku pergi magang, siangnya aku ke Tegalboto atau ke organisasi yang lai. Lain dari itu kadang aku mengisi waktu kosong dengan ngopi, main game, baca buku, internetan, diskusi, jalan-jalan keliling kota Jember. kebiasaan keliling Jember itu membuatku sampai hafal daerah-daerah yang ada di Jember sampai-sampai jalan tikusnya sekalipun. Mungkin kegiatan yang lebih menyenangkan hanya pacaran. Ah, penat sekali rasanya, kegiatan yang melulu itu-itu saja, bertemu dengan orang yang itu-itu saja, datang ke tempat yang itu-itu saja, seolah Jember memang begitu kecil untuk sekedar membuatku senang. Mungkin aku bukan orang satu-satunya yang saat ini sedang merasakan kebosanan.

Akibat kepenatanku ini, beberapa kali terbesit keinginan untuk mengepaki beberap baju dan memasukannya kedalam Carrier lalu pergi jalan-jalan menapaki setapak-setapak yang akan membuatku bisa segera menggenapi impianku untuk berkililing Indonesia, pergi dari Jember untuk beberapa saat sepertinya akan mengembalikan libidoku untuk bisa bersemangat kembali melakukan banyak hal. Sudah ada beberapa renacanya, salah satu Sumatra, ingin sekali aku kembali ke sana. Memulai perjalanan dari Lampung, mampir ke Lampung barat menikmati senja di Pantai Liwa lalu kembali ke Bandar Lampung melanjutkan perjalanan ke Palembang dan menyebrang ke Pulau Bangka lalu berganti kapal menuju ke Belitung. Namun semua harapan pemecah penat itu harus sedikt tertahan, Anggie tidak mengijinkan aku pergi sampai aku selesai magang selain itu aku masih punya tanggungan untuk menyelsaikan kewajibanku di TegalBoto, tidak tega juga aku harus tinggalkan Elya sendirian, karena pengurusku yang lain masih sibuk dengan kepentingannya. Selain itu, tidak pantas rasanya aku meninggalkanya dan kawan-kawanku yang lain ketika kita sedang sibuk menggarap Tegalboto pos yang sudah berbulan-bulan belum terbit, yang mana selain karena tulisan yang telat masuk ke redaksi, juga birokrasi kampus Unej yang ingin mencari masalah dengan menahan uang  yang menjadi hak organisasi untuk mencetak Tegalboto pos. Sudah 5 bulan belum cair-cair. Damn, hanya menambah-nambah jengkel saja!

Kepentan ini berdampak pada hal-hal lain yang membuatku tidak produktif, beberapa kali aku harus bertengkar dengan Elya karena tidak juga menyelsaikan tulisan terakhirku, refleksi. Namun pertengkaran itu hanya semacam dialektika dalam organisasi. Tak jarang pula aku kadang marah-marah ke Anggie meski hanya kesalahan kecil saja, untung saja, perempuan jelitaku ini bisa mengerti aku dan mengajakku untuk melupakan penat. Skripsiku pun aku tinggalkan untuk beberapa saat.
Apakah kepenatan ini merupakan hal yang wajar? Kalau aku merasa ini tidak bisa didiamkan harus segera beranjak dan melakukan sesuatu, aku bukanlah orang yang suka berdiam diri, menenggelamkan diri dalam ketidak produktifan. Kadang diam adalah kegiatan yang sangat menenangkan, beberapa hari ini aku begitu senang memandangi senja, kebiasaan yang lama aku tinggalkan, rasanya tenang sekali.
Ya, mungkin ini sedikit ceritaku, alasan kenapa belakangan ini aku tidak stabil, mungkin aku sedang bosan-bosannya. Kebosanannku sudah sampai pada titik nadir, perlu semangat dan motivasi untuk membawaku terbang kembali sampai titik zenith.
Maafkan aku, untuk Anggie yang sempat kena dampaknya dan Elya yang sering menahan kesal karena tulisanku belum juga selasai tapi malam ini aku akan segara edit lagi tulisan yang kau kembali kan itu.[]

Jember, 15 April 2013
2. 56 WIB
Che

0 komentar:

Posting Komentar