Jumat, 10 Mei 2013

Untuk Perempuan Berlesung Pipi (bag 2)


Kali ini aku ingin menahan nafasku untuk beberapa saat lalu mengingat dirimu yang mungkin sudah terlelap.  Sudah banyak cerita yang sering diceritakan oleh angin, oleh hujan, oleh terik dan oleh kita dikala senja belum benar-benar tenggelam. Setiap hari kita bertemu muka, saling menyapa, membelai, memuji atau bahkan saling bertengkar. Kemarin kau baru saja menggigit tanganku,sakit sekali.
Kita biasa melewatkan hari dengan tidur-tiduran di kostku sambil bercerita banyak hal. Rasanya selalu ada saja cerita-cerita yang keluar dari mulut kita. Ketika memang bosan ‘ngaplo’, kadang kita memasak hal-hal yang belum pernah kita makan sampai-sampai berat badanku naik sekarang ini gara-gara kau selalu mengajakku makan. Hem, tapi itu hanya sementara lusa perutku sudah kembali rata, ndut.aih, aku sedang rindu kau, selalu rindu. Entahlah aku sendiri pun tak mempunyai alasan yang jelas.

Belakang ini aku jarang ajak kamu jalan-jalan, ehm terakhir k pulau Kucur, Puger. Kamu tahu sendiri belakangan ini aku sedang banyak kegiatan, selain itu rasanya sudah tidak ada tempat yang menarik yang belum pernah kita kunjungi. Semua pernah kamu datangi, sepertinya hampir di Kabupaten Karesdienan Besuki   kita pernah datangi. Sampai-sampai hanya untuk sekedar beli rujak saja kita cari di Rambipuji, makan pecel ke Ngarahan atau makan Ayam goreng yang sangat kita suka harus ke Banyuwangi. Oh ya, satu lagi yang aku lupa, untuk makan Mie Goreng yang kesukaan kita, kita sampai harus ke Situbondo. Hadeh, memang repot ya, tetapi itulah menariknya. Selalu ada saja ingatan-ingatan yang kita tanam lalu dipetik dikemudian hari untuk diceritakan ketika kita sudah tua nanti.

Beberapa akhir ini kau sering kali marah. Marah karena cemburu oleh orang yang ada di masa laluku. Sudahlah, jangan kau biarkan dirimu dalam kesia-siaan karena tidaklah ada alasan apapun yang sepadan untuk menginggalkanmu. Kau tau sendiri, bagaimana kualitas hubunganku dulu dengan dia dan kualitas hubunganku dengan kau. Mulai sekarang janganlah pernah takut oleh alasan-alasan yang tak beralasan itu. Ketika dia menggangu hubungan kita, biarkan saja. Aku pun enggan berurusan dengan hal-hal yang  sia-sia.
Senang sekali jika kita terus berusaha untuk saling membangun diri dan menciptakan kualitas hubungan yang positif. Terima kasih aku padamu karena telah mengajarkanku untuk menjadi sabar, setelah sebelumnya aku sangat emosional, menjadi tenang,  mengajariku mandi pagi dan berpakaian rapi, membiasakan berdoa sebelum makan, dll. aku masih ingat dan sangat senang ketika awal pertama magang, kau datang k kostku pagi sekali hanya untuk mengajari aku berpakaian rapi. Pada waktu itu, kau ajari aku sertika lalu merapihkan letak leher kemejaku yang tidak rapi. Begitu telatennya kamu, ngie. Setelah itu kau memasakan nasi goreng kesukaanku. Terima kasih sayang.

Kamu semakin hari semakin lucu, goyunan-goyunanmu kadang membuatku terpingkal-pingkal. Kita memang sering bergeje ria, tapi dari kondisi itulah aku sadar kalau kita sedang membangun ikatan kasih yang lebih baik.

Tak terasa kita sudah mengijak usia hubungan setahun lebih, masih sangat muda tentunya. Dari kebersamaan kita yang terus berlanjut ini, aku selalu berharap kalau kita saling melengkapi. Apa adanya kamu adalah pelengkap dalam hidupku. Saling menggamit lalu melangkah menemukan cakrawala kehidupan bersama. Amin..

Love U, Anggie Puspita.....
Hem, aku menulis ketika mataku sduah tak kuat untuk melek.


1 komentar:

  1. hehe iyaa ga apa sayang..
    makasih ya tulisan nyaa..
    love u too..
    kan seperti kata km..
    skrg uda bkn aku kamu tapi qt..
    apa ada nya aku melwngkapi diri muu..
    #kyk iklan.. hehe

    BalasHapus