Tentangmu, Jude. Aku ingin memelukmu lebih erat, melepaskan tawa yang tertahan oleh jarak. Hari-hari terakhir kita selalu diisi oleh perdebatan soal jarak, rindu dan keresahan yang sulit diendapkan. Kita dalam rimba kesendirian, mencari pijar dan pijakan setelah semuanya terpaksa dipisahkan oleh pilihan yang katanya sebagai bagian dari modernisasi manusia, bekerja lalu mendapat uang.
Akhirnya, kita yang menjadi bagian konsekuensinya. Rasanya aku pun sampai samar bagaimana merasakan pelukmu, lupa harum tubuhmu atau suara renyahmu dipagi hari. Sekali lagi, jarak tidak sedang berdamai dengan hubungan kita.
Jarak dan Rindu adalah resah yang baru
Tepat pukul 05.00 WIB, kereta mengantarkanku pada belahan yang lain. Katanya, membawa mimpiku ditempat terbaik. Aku tidak terlalu percaya, hanya sekedar mengikuti arus saja. Subuh itu, kau mengantarku dengan nafas yang tertahan didada, mata yang mulai menggelinang dan tangan yang menggamit keras. Aku tahu, kau tak rela melepaskan kebersamaan yang dibangun selama dua tahun terakhir ini. Selama waktu itu, rasanya hampir setiap saat kita bersama. Melawati banyak cerita, semuanya terangkum dalam album kebersamaan yang pada subuh itu akan bersambung. Tak ada jalan-jalan blusukan ketempat-tempat yang asing, tidak ada makan malam bersama, tidak ada memasak bersama. Detik itu, segalanya terhenti, meminta untuk diputar kebelakang beberapa tahun yang lalu, saat hari hangat pertemuan pertama kita. Dimana, kau dan aku masih malu-malu untuk menyapa apalagi berpelukan. Hari itu, kita serasa lugu untuk mengatakan cinta satu sama lain. Sayangnya, yang paling angkuh dan keras dari segalanya adalah waktu. Waktu terus beranjak detik demi detik meninggalkan segala rindu. Tak peduli rindu besarnya se Himalaya, tak peduli resah menghujam perasaan, tak peduli aku ditikam rindu. Waktu yang lambat itu benar-benar meninggalkan keriangan dan melahirkan kesedihan yang baru. Meski satu sama lain sadar, kepergian ini bukanlah kepergian tanpa kepulanganga. Meski kita pun sadar, tangis ini akan diganti oleh tawa yang tak bisa dilupakan oleh apapun. Tetap saja, kita terlanjur ringkih oleh jarak. Jarak terlampu sadis, sesadis waktu yang kaku dan angkuh.
Belajar Berjarak
Entah hari keberapa, tak ada yang peduli. Kita terlanjur melacurkan diri pada rindu. Rindu semakin congkak menikam disetiap hembusan nafas. Tak peduli dunia semaju apapun, tak peduli Whatsaap, tak peduli Line, Skype, atau apaun itu. Rindu tetaplah rindu, apalagi rinduku terlalu manja, banyak mintanya. Hanya pertemuan yang mampu mengeliminasinya.
Dalam keteraniayaan tersebut, kita belajar tentang menjadi manusia yang tak selamanya indah. Kita belajar menghargai pertemuan yang tak selalu bertatap muka. Belajar mengeja jarak agar tidak terlalu dibodohi sehingga terjerembab pada kemelankolisan yang tak kunjung usai. Kadang, aku menikmatinya namun aku masih banyak kalahnya, apalagi kalau bukan oleh.... ah tentu kau tau bukan?
Seperti pagi ini, ketika ada waktu yang tak banyak aku menyepatkan diri untuk menuliskan keresahanku ini, yang tertulis maka abadi. Begitulah. aku ingin mengabadikannya.






ahh sayang.. jadi nangis lagi deh...
BalasHapuswalau tak ada lagi seperti dulu.. tp memori telah memenuhi setiap langkah d luar sana.. sudah bnyk langkah kaki yg kita ciptakan diluar sana..
walau jarak memisahkan kita.. namun jarak juga lah yg membuat kita besama.. bersama untuk menjadi kuat.. kuat dalam segala hal.. jarak yg telah menguatkan kita ..
aku tau karna jarak yg jauh kau susah payah untuk mendapatkan yg terbaik..
aku tau kau akan kembali sayang.. kembali seperti yang dulu.. disini.. bersama ku.. walau tak disini kau akan selalu bersamaku...
tinggal waktuu yg menentukan segala nya.. bagaimana kulita menanggapinya..
yahhh kitaa sudah memilih untuk ini.. bahwa kau pergi bukan untuk tak kembali tapi untuk kembali dan menjadi lebih baik dr sblm kau meninggalkan kota ini..
ayoo sayang bersama-sama kita taklukkan waktu yang angkuh dan keras itu..!! kita buktikan pada semua.. bahwa kita tak akan kalah oleh waktu dan jarak yang lama dan membentang...
love you Fino.!!!
Love you sayang,,,engkau kesemestaan perasaan yang aku miliki dan pahami
BalasHapus