Baru saja lima hari puasa ini berlangsung tapi rasanya berat sekali. Banyak sekali godaan yang mengganggu, bukan soal makan atau minum, aku sudah biasa menahannya. biasanya pun makan hanya dua kali sehari. maklumlah penghematan sebagai anak kost, biasanya teman-temanku godaan yang paling tidak kuat itu rokok, jelas aku tidak sama sekali merasakan rokok sebagai hal yang terberat untuk menganggu puasa. lalu?
ehm, yang paling berat godaan puasa itu lihat cewek. Hadeh, itu berat sekali harus menahan nafsu birahi. hahha.
Menarik sekali perlawanannya. Harus menahan sampai ubun-ubun, tapi aku anggap itu semua sebagai bahan pembelajaran agar emosi dan nafsu duniawiku dapat terkontrol.
Satu hal yang sangat penting di bulan Ramadhan ini, aku ingin konsen untuk beribadah. Ya, kurang lebih 11 bulan aku banyak melakukan yang diluar jalurnya (baca dosa) _pastinya setiap manusia pasti akan senang berbuat dosa_ tapi untuk bulan Ramadhan ini aku ingin meninggkatkan iman dan taqwaku. Apakah aku terlalu berlebihan? terserah yang menilai. tetapi aku ingin mencapai ketengan batin, tanpa harus mengingat-ingat indahnya bercinta atau apapun itulah. Beberapa kali aku coba merenungkan itu semua dan yang tersisa sebatas penyelasan, penyesalan dalam arti yang masih sempit.
Bulan Ramadhan, yang katanya bulan suci atau kembali menjadi fitri dan berbagai macam sebutan lainnya. Dari bulan ini, aku ingin mencari momen menjadi manusia yang sadar akan hadirnya Tuhan, setelah selama ini aku "tidak peduli' dengan perintahnya. Dan tentunya berharap akan berlanjut di bulan-bulan berikutnya. Sungguh susah memang membangun konsistensi ini, aku hanya sebatas berusaha.
Sebelumnya aku sering melihat temanku yang rajin sekali beribadahnya dan itu semua berdampak pada tingkah lakunya yang santun. Aku pun mencoba menintrospeksi diri, kadang aku sangat liar dan banyak "bermain-main" dengan lawan jenisku. Sedangkan temanku begitu sopan dan benar-benar baik, meksi itu sebatas penglihatan. tapi aku yakin dia memang santun. Kondisi-kondisi seperti itulah, ketika aku banyak melewatkan waktu untuk beribadah dan mengingat Tuhan yang membuatku tidak tenang, terlalu mudah emosi. keadaan jiwa yang merasa tidak nyaman.
Beberapa waktu lalu aku memulai untuk beranjak. Mencari ketengan rohani, ya, konsekuensinya aku harus mengingat waktu, menjaga pandangan mata dan birahi. Yang terakhir itu yang sulit. Sial.
Diantara semua itu memang ada banyak tahapan yang harus dengan sabar kita lalui. Harapan terbesarku adalah bagaimana aku berusaha untuk terus meningkatkan religiusitasku tidak hanya sebatas ritual belaka, tetapi pemaknaan terhadap keyakinanku. Akan menjadi sia-sia jika aku menjalankan ritual tanpa oernah memahami hakikat utamanya. Dari semua itu aku benar-benar ingin mencari ketengan jiwa. Merasa damai jika aku "dekat" dengan penciptaku.
Perlu diketahui, aku selama ini belum khatam Al Qur,an, aku pun baca Qur'an tidak lancar, Sholat pun jarang sekali, kadang aku lupa bacaan Sholat. Bahkan aku hanya hafal beberapa surat-surat pendek. menyedihkan sekali. Ya Mudah-mudahan Tuhan baca ceracauku ini, semoga niatku ini tetap hidup sampai kapanpun. Amien.






0 komentar:
Posting Komentar