Minggu, 12 Mei 2013

Hikayat: aku dan kamu adalah KITA

Untuk perempuanku!
Entah kenapa 2 hari ini aku sedang gandrung untuk mengingat-ingat kembali awal pertama kita bertemu, tentunya aku hanya mengingat-ingat sendiri tanpa bercerita padamu. Tak terasa oleh ku kalau kita sudah beranjak lebih dari 1 satu dalam kebersamaan. Semenjak pertama bertemu denganmu, aku masih ingat waktu itu. Hari Rabu, 2 Mei 2012, tepatnya malam hari, kala itu aku mengajak mu untuk pertama kalinya bertatap muka setelah hampir seminggu saling mengenal melalui jejaring sosial. Sebenarnya kita sudah saling mengetahui tetapi tidak saling mengenal.

“ Hai Anggie” sapaku pertama kali. Waktu itu aku menjemputmu di kost lalu kita pergi mencari tempat makan yang enak sekalian nyaman untuk bertukar cerita. Malam itu memang tidak terlalu istimewa tetapi awal yang penting bagi hubungan kita kedepan. Aku lihat senyumu yang  manis  karena lesung pipimu. Aku pun membuatkan tulisan di Blogku “Lesung Pipi itu yang membuatku tidak bisa tidur”
.
 Sejak malam itu, kita semakin dekat. Sampai-sampai  beberapa hari kemudian tepatnya hari Jumat subuh  sekitar jam 5an, kamu datang ke UKPKM Tegal Boto. Aku belum tidur waktu itu karena malamnya aku sedang ada wawancara pengangkatan anak magang. Aku mengajakmu untuk minum kopi subuh itu. Jujur saja, pada waktu itu aku terheran-heran kenapa kamu mau-maunya mendatangiku, subuh pula. Sejak hari itulah aku semakin yakin kalau aku sedang jatuh hati padamu. kebersamaan itu semakin lama semakin menyenangkan. Aku sendiri tak pernah tahu pasti tanggal pertama aku dan kamu menyepakati untuk menjadi ‘kita’. tetapi selalu saja ada  tanda dalam hubungan ini, oleh karena itu kamu mengusulkan tanggal 3. Ehm, aku tidak teralu ambil pusing dengan itu semua.

Seiring berjalannya waktu banyak hal yang pernah kita lalui. Waktu itu tidak terlalu penting tetapi yang perlu kita ambil dari perjalanan yang beriringan dengan waktu berjalan ini adalah seberapa banyak pelajaran yang kita ambil untuk membuat kita lebih baik. Banyak hal yang membuat kita semakin menghargai arti kebersamaan. Setelah beberapa bulan akhirnya kamu tahu kalau aku masih menjalin hubungan dengan mantan pacarku, setelah sebelumnya kamu pun melakukan hal yang sama. Akhirnya kamu memutuskan untuk benar-benar memilih aku pada bulan September tetapi bulan itu aku masih tetap membagi sayangku dengan orang lain. Maafkan aku untuk kebodohanku yang satu ini.
Sampai klimaksnya, pada bulan November 2012  terjadi kejadian yang memalukan di  kampus fakultas hukum didepan matamu aku berkelahi hanya karena alasan perempuan yang bukan seharusnya lagi aku hiraukan. Sial.

Pada waktu itu, kamu baru mengetahui semuanya. Segala kebohongan yang aku sembunyikan dan segal salahku padamu. Aku pun menyadari salahku dan siap menerima segala risiko yang ada. sungguh, aku terkejut ketika kamu tidak marah dan memutuskan untuk mengakhirnya. Aku tahu kamu sungguh sangat kecewa waktu itu, aku pun sadar kalau aku pantas mendapatkan apapun dari kemungkinan yang terburuk tetepi kamu mengajariku untuk bisa memaafkan dan mengajariku untuk bisa terbuka. Kamu hanya meminta ketegasanku pada waktu itu, ingat sekali dengan suara yang bergetar tanpa meneteskan air mata (meskipun aku lihat matamu berkaca-kaca), kamu memintaku untuk mengakhiri semuanya atau kamu yang akan mengakhirinya. Kekecewaan mu memang sudah sangat bertumpuk-tumpuk tetepi ikatan kebersamaan yang kita sepakati membuatmu lebih tenang dalam bertindak.

Aku sempat kalut pada waktu itu karena masih belum menemukan keyakinan padamu.bingung memilih siapa. Karena kejadian pertengkaran ku dengan anak Akasia itu membuatku sulit untuk bertindak karena aku baru menyadari kalau aku sedang dibohongi olehnya. Aku pun sadar bahwa aku yang mempunyai andil salah padanya tetapi yang tak habis pikir kenapa kesakitan harus dibalas oleh kesakitan. Kamu tentu masih ingat waktu dimana aku sedang down, aku sering acuhkan kamu, marah tanpa alasan yang jelas.

 Lambat laun semua kebaikan yang ditanam tumbuh juga. Kamu menunjukan sayangmu padaku tidak sebatas kata-kata saja. Ketidak yakinanku pada waktu itu karena kamu terlampau egois dan individulis, ya, meskipun aku sadar akan hal itu karena memang latar belakangmu sebagai anak tunggal.  Tetapi pemahamanku pada waktu itu sifat-sifat seperti itu tidak akan baik dalam hubungan. Kamu pun selalu bilang padaku kalau sedang berusaha untuk menjadi lebih baik. Mungkin karena sebelumnya dalam hubunganku selalu diliputi oleh amarah, aku pun kadang tak bisa menahan emosi padamu. lagi-lagi, kamu mengajariku untuk menjadi lebih sabar, mengajari bukan memberi tahu secara verbal tetapi dalam tindakan. Dalam proses-proses yang diluar jangakuanku itulah aku banyak mendapatkan pelajaran, bagiamana aku harus bersikap pada perempuan, bagaimana aku harus bisa menahan emosi, bagaimana aku harus bertutur yang baik dan sopan. Hal-hal itu sebelumnya aku sempat lupakan.

Banyak hal yang sudah berubah, kita menjalin hubungan dalam kehangatan. Banyak jalanan yang pernah kita lalui bersama. Kita pernah terbakar terik padang Savana Baluran, kita pernah kedinginan di kawah Ijen, kita pernah kehujana di Banyuwangi, kita pernah tersesat pada saat menuju Rawa Cangak, kita pernah berpetualang di hutan kucur sampai menemukan petapa yang sudah 3 tahun di hutan itu, kita pernah menapak tilasi semangat Reformasi 1998 di gedung MPR RI, kita pernah minum Heineken bareng di Ciwalk, kita pernah ngopi bareng di Javaco Kopi di Bandung, kita pernah duduk santai menikmati indahnya suasana jogja, kita pernah bercumbu dalam gelapnya bus malam, dan kita terus mencari banyak cerita untuk kemudian diceritakan pada anak-anak kita dikala kita sudah benar-benar sahih membentuk  kerajaan kecil yang selama ini selalu kita impikan.

Anggie, sudah banyak yang berubah dari dirimu semenjak pertama kita bertemu, tak terasa hubungan ini terus mencari bentuk terbaiknya tetapi ada satu hal yang tidak pernah bisa hilang dari dirimu, manjamu. Kata-kata yang tak pernah bisa hilang dan selalu kamu ucapkan  yaitu “aku kangen kamu”. Ya, kata-kata itu sering kali kamu ucapkan meskipun sebenarnya kita sering bertemu. Anggie, anggie. Kita memang banyak perbedaan, kamu suka warna ungu sedangkan aku suka hitam, kamu tidak suka Jogja tetapi aku sangat suka Jogja, kamu suka shoping tetapi aku paling benci shoping, kamu suka makan manis sedangkan aku suka asin, dan masih banyak lainnya. kamu ingat puisi Soe Hoek Gie yang berjudul ‘sebuah tanya’ yang pernah aku kasihkan untuk mu, “kita begitu berbeda dalam semua kecuali dalam cinta”.

Cinta itulah yang akhirnya melengkapi diri kita yang berbeda ini. Dengan perbedaan itu secara tidau sadar kalau kita sedang membuat kekayaan dalam hubungan. Aku baru mengerti serunya main puzle setelah kamu menang terus ketika main puzle bersamaku, aku baru mengerti enaknya buah Kiwi ketika kamu memaksaku untuk mengincipinya dan aku suka setelah sebelumnya aku tidak suka karena bentuknya yang berbulu dan aneh itu. Aku baru tahu manisnya duren setelah kamu mengajakku makan duren di Botani setelah sebelumnya aku paling tidak suka duren sama sekali. Aku dan kamu adalah kita yang terus belajar mengeja abjad-abjad kehidupan yang terus menerus membuat cerita. sekali lagi untuk kita yang akan menciptakan keindahan  di masa depan bersama benih revolusi yang aku tanam diharimmu.

Jember, 13 Mei 2013. Dikala langit berhiaskan bintang dan bulan sabit



4 komentar:

  1. dan seiring berjalan nya waktu aku berharap smua yg ada disini yak hanya sebagai cerita aja... :D
    semoga kamu menjadi diri yg lbh baik dgn km sma aku.. ;-)
    amien..
    ak bakal sllu ad buat km.. :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. amien....ya... itu harapanku,,.,.love u, mbul,,mbul,,,:D

      Hapus
  2. itu harapan ku juga ndut....
    love u too ndut.. :)

    BalasHapus
  3. itu harapan ku juga ndut....
    love u too ndut.. :)

    BalasHapus