Jumat, 02 Agustus 2013

Tentang Mu: aku ceritakan Kelahiranmu



Siang itu, mentari terasa begitu menyengat. Namun kehangatan yang berbeda terasa di Rumah Sakit Harapan Kita. Kurang 1 menit untuk menggenapkan menuju jam 12 siang, seorang anak perempuan lucu dilahirkan melengkapi kehangatan keluarga yang telah menantinya 2tahun lamanya, Selasa tanggal 3 Agustus 1993 Anggie Puspita Chris Agata untuk pertama kalinya meneriakan suaranya keras-keras seolah ingin menunjukan pada dunia seorang dara jelita telah dilharikan ke bumi ini. Hari itu aku tidak ada disana karena aku masih belajar untuk bisa berlari. Aku tidak tahu tentang hari itu. Aku hanya menerka-nerka saja.

Hari itu sudah berganti, berganti rupa, berganti warna dan melewati labirin kehidupan yang terus berlanjut yang akhirnya membawa ia sampai pada hari yang sudah terasa. Jika ditengok kembali sudah 20 tahun ia menghirup udara dunia ini. Bersama cerita-cerita dari mulai kisah pilu, bahagia, riang semua mewarnai hari-harinya yang sendiri. Ia menjadi satu-satunya yang menemani Ayah dan Ibunya.

Kini, ia bukan lagi perempuan kecil yang pendiam, perempuan kecil yang menangis ketika dilarang untuk bermain air hujan, ia bukan lagi perempuan kecil yang menyebut pesawat dengan sebutan “wat..wat.” atau dengan polosnya meminta uang ke mesin ATM. Kini ia perempuan jelita yang banyak menemani hari-hariku. Ia perempuan manis yang sudah menginjak usia 20 tahun, meski aku tahu dia sungguh enggan menerima kenyataan kalau ia sudah beranjak dari hari ke hari untuk sampai pada usianya yang ke-20.  


Tak sempat kita menikmati bergantinya malam menyambut hikayat kelahiranmu. Kita tak sempat melewatkan itu kembali. Aku pun tidak sempat membalas kecup hangatmu ketika kau menyambut keliharanku dalam tatapan mata pertama setelah terlelap. Aku pun tak sempat menyelipkan setangkai bunga diteralis kamarmu untuk sekedar menyelamatimu, aku pun tak sempat membawakan sepaket kue tart sebagai penanda hari ulang tahunmu. Bukan aku enggan, sayang. Namun biarkan beberapa baris kata ini mewakili keinginanku untuk tetap tidak membiarkan kehangatan kelahiranmu itu bias begitu saja.

“Selamat ulang Tahun, sayang”. Sekedar kata yang ingin ku sampaikan padamu dibarengi beribu doa untuk menyambut hari baru menjadi lebih berwarna dan lebih baik. Tentunya melewati hari bersama aku, dengan membawa pada banyak cerita dan petualangan lalu membiarkannya terkenang dikala kita sudah saling memutih.

Selamat Ulang tahun, mbul. Semoga segala kebaikan menyertaimu dihari-hari yang akan semakin berat dan menantang. Bersama tangan kita yang saling menggamil mensahihkan kebersamaan yang menjadi mimpi manis.
I Love You sayang. Happy Birthday Puspita!

2 komentar:

  1. makasih sayang ku... ;-)
    akuu kangen km..
    pengen deh ngerayain bareng km yank..
    love u too sayang..
    aku cuma pengen km d samping akuu teruss.. itu aja.. ga usa yg lain...aku cuma mau ndanda..

    BalasHapus
  2. tp kan ultah ku tgl 3 agustus ndanda.

    BalasHapus