Sabtu, 28 April 2012

Surat Untuk Mu(antara amarah, cinta dan kepalsuan)




Kita yang sempat berjumpa, kita yang sempat tertawa, kita yang sempat berbicara cinta. Dan kita yang akhirnya berpisah. Ini pilihanmu, bukan pilihan yang ku inginkan. Kau membaur dalam cinta yang lebih dekat. Alasan yang sungguh tidak masuk akal. Kau marah jika ku bilang kau bagian dari kepalsuan, tapi itu nyatanya. Kau selalu berkelit “aku tak bisa mengungkpkan isi hatiku” ah, bohong sekali.
Kau bisa melakukan itu, permasalahannya kau tak segan saja.

Wajar saja jika pada akhirnya aku menduga-duga liar atas sikapmu yang tidak lagi lugu itu. Seharusnya kau pun menyadari itu. Bukan sekedar mencaci waktu, mencaci diri lalu menghilang seolah kau pantas untuk selalu ku perjuangkan. Kadang, kau memang datang dengan cinta yang kucari, tapi kadang kau pun tak pernah sadar, kau bermain-main dengan perasaan. Tak ada yang bisa kau tunjukan jika memang kau tidak palsu? “soal jarak”. Tak laku lagi soal alasan klise itu.

Sekarang kau terlalu sombong. Sangat sombong. Kau campakan semua yang kubangun bertahun-tahun. Hanya atas dasar kau marah? Kau sepertinya yang kekanak-kanakan.
Sudahlah. Aku benar-benar kecewa denganmu, kau tetap tak pernah bisa menghargai cinta, kau tetap seperti  empat tahun yang lalu.

Jika memang ada yang terbaik untuk mu bersenang-senanglah dengannya. Aku tak ingin rindu selalu membebani hidupku. biarkan aku pun ingin melupak tentang mu seperti kau yang memulai.
Aku harap dia memang yang terbaik, tak ada tangis, tak ada amarah lagi. Karena aku akan benar-benar tidak peduli denganmu.

Biarkan, waktu yang sombong dan kaku ini menunjukan siapa yang terbaik dan bersungguh-sungguh!!!!


Sampai Jumpa

Kau tinggalkan aku dalam sunyi
Hanya Melepasmu dalam kebisuan.
Tanpa ada Tanya, apalagi kecup dikeningmu.
tak ada percakapan denganmu, tak ada
tegur sapa atau sebagainya. kukira
begitulah baiknya


Cinta memang tak perlu berbalas, dan  aku memang tak mau mau memelas.
Aku hanya bisa  merayu waktu untuk mengendapkan rindu, selamanya
Biarkan!
 agar rindu tak lagi membebani hidup
sampai jumpa

cinta kita terjebak pada kefanaan, yang hilang, mati dihujam waktu yang sombong
lalu kau menghambur, menolak mengingat dan berkelindan dengan kepalsuan.
Mungkin hanya dimasa lalu saja kita saling memadu kasih?
Sampai  jumpa

#Minggu, 29 April 2012, ditempat yang sunyi dan sepi.

Senin, 16 April 2012

Aku (bukan) Plagiat

Merasa tidak enak, jika kita terbiasa menulis dengan pikiran sendiri tetapi diwaktu yang lain menggunakan pikiran orang lain atau bahasa kejinya Plagiat. hari ini aku melakukan itu pada tugas mata kuliahku, sungguh hal itu sangat membebani ku, tapi aku tak punya pilihan lain dari pada waktuku dihabiskan untuk membuat tugas? seolah hal itu hanya membuang-buang waktu saja. Sebab, belum tentu tugasku dibaca benar-benar oleh seorang dosen itu. 

Pernah ada kejadian ketika aku mencoba menjewantahkan pikiranku dalam sebuah tugas. Benar-benar aku bersungguh-sungguh dengan tugas itu, tapi apa mau dikata tugasku yang penuh dengan ide-ide yang ku itu (meskipun tidak sangat briliant) pada akhirnya hanya sebatas tumpukan kertas yang tak bertuan dan tak beride. huhft dibuang begitu saja. sungguh sakit.

Ada dosen yang bilang tugas itu akan dibaca, tapi apa benar iya? pernah dalam suatu jam kuliah dimata kuliah "itu". seorang dosen yang sudah cukup tua dan pernah menjadi cantik, kenapa kok pernah cantik, sebab dia merasa dirinya masih cantik-secara fisik- meskipun kerut dan keriput dimana-mana sehingga gayanya ga nguati. Dosen itu hanya bilang "tugas ini Plagiat". sial, jancok. itu dibuat pakai mikir bu. kau belum baca saja sudah berlagak bagai dukun. hadeeh. Memangnya kami itu kerbau yang selalu kau anggap salah dan engaku dewi yang selalu benar.

Sejak saat itu, kadang aku merasa malas ketika membuat tugas kuliah, khususnya makalah dengan sungguh-sungguh toh hasilnya sama saja dengan yang plagiat. Banyak temankku yang biasa mencuri ide orang lain, dan hasilnya memuaskan. sial sekali. Sedang aku yang sungguh-sungguh tidak terlalu memuaskan. nasib memang. Man Jadda wad jadda, sepertinya tidak berlalu dalam membuat tugas. Eits, tapi aku tidak selalu plagiat dalam membuat tugas, kadang disaat ada tugas dari dosen yang penuh dengan ide-ide hebat maka aku pun akan berusaha untuk membuat tugasku dengan ide yang ada dalam otakku.#tentunya ideku sangat kering. 

Kembali lagi pada plagiat. kenapa sih kita menjadi suka dengan keplagiatan itu? aku sudah menjelaskan diatas, karena akau tidak mau waktuku yang cuman 24 jam itu dihabiskan untuk tugas. Karena  aku banyak yang bisa dilakukan yang juga sama-sama untuk menempa diri, untuk menulis, diskusi, terjun ke masyarakat. membaca,  nonton film atau sekedar mencuci otak dikeramain siang atau menikmati sunyi malam. Menurutku itu lebih baik dan berarti. aku tidak mau seperti kawan baikku Kintan. setiap hari dimakan kertas-kertas busuk penuh dengan tugas-tugas. waktuku disita oleh kepragmatisan itu sendiri, karena aku sudah cukup pragmatis menjadi manusia. Aku tidak mau hal itu terjadi padaku.(maaf kintan ketan namamu aku sebut). Kita harus kembalikan lagi pada esensi tugas kuliah itu apa sih? yaitu untuk mengerti apa yang telah diajarkan sehingga perlu direview dengan tugas. jadi penekannya adalah memahami. bukan sekedar kata-kata tak beride itu, tapi pada aplikasinya hal itu sudah lepas dari tujuan semula. Tugas kuliah hanya menjadi pelengkap nilai-nilai. Memang benar, sangat membantu. tetapi kenapa hal itu yang diprioritaskan. ketika tugas membiasakan diri untuk dispilin jg, kenapa harus tugas yang barometernya? bukan bagaimana dikelas komunikasi antar dosen dan mahasiswa. aku rasa, jaman sudah berubah. model tugas yang seolah penyelemat itu sudah tidak berlaku dengan efektif. karena pembuatan tugas itu prosesnya sangat pragmatis seperti apa yang aku lakukan tadi. sehingga kultur itu pula yang menciptakan aku menjadi (kadang)Plagiat. 

Aku ingin menghakimi "tugas kuliah". nanti saja. aku mau istrihat dulu, barusan aku sudah membuat tugas dengan cara plagiat. Maafkan aku, Kang Pidi Baiq, vokalis The Panas Dalam, kau benci orang-orang Plagiat dan aku sudah melalukan apa yang kau benci, kau boleh unfollow twitterku :p

Kamis, 12 April 2012

Tak Ingin Kuberi Judul

Aku yang terpaksa mencacimu. Kesunyian malam menjadi saksi bahwa aku tidak lagi ingin meracau karena mu, meski kau jauh dariku. Ku tak ingin lagi mengingat wajah-wajamu, rambutmu yang lurus, pipimu yang tirus, atau dada mu yang besar. Sudah aku tidak ingin mengingat semuanya. Meninggalkanmu dalam bayang kelam lalu beranjak pada siang yang berbinar-binar. aku pun tak sanggup lagi bersajak dengan kiasan-kiasan yang pada akhirnya hanya sekedar menunjukan kepalsuannya dirimu. Sungguh itu menyakitkan Put. Kau terlalu banyak lupa tentang apa yang lakukan, kau terlalu banyak mengingat tentang kesenduan yang kau alami ketika mengingatku dulu.
Tapi sudahlah, aku sedang mengigau. Ingatanku sedang menjelajahi setiap jengkal "tentang Mu"sehingga aku kelu sangat kelu ketika kau benar-benar jauh dariku.Tak cukup rasanya ketika kita bercerita banyak karena aku ingin memutuskan untuk mengendapkan rinduku padamu. Bukan karena kau tak ingin membalas rinduku, tidak karena kau pun kadang sama seperti ku, ingatanmu membawa pada kerinduan itu.Sampai aku hafal kapan kau rindu padaku, membangunkan ku ditengah lelap malamku lalu kita berbincang sampai kita melupakan waktu. Tapi itu hanya -sebatas- tidak lebih. Dan aku tidak suka dengan hal-hal yang setengah itu, hanya menambah luka. maka ku putuskan aku ingin pergi jauh darimu. membiarkanmu dalam kebisuan dan plin-plan an mu itu. aku tak ingin terus membayangkan mu.
Ketika semuanya akan terbuka kau akan sadar siapa yang sebenarnya terbaik untukmu itu!

Jumat, 06 April 2012

Gerakan OMEK yang Mulai Lemah Syahwat





-->
Gerakan OMEK yang Mulai Lemah Syahwat
*Gulfino Guevarrato

Ideologi adalah satu dari sekian banyak konsep yang paling meragukan dan sukar di tangkap, yang terdapat dalam ilmu-ilmu sosial, tidak hanya karena beragamnya pendekatan teoritis yang menunjuk arti dan fungsi yang berbeda-beda. Akan tetapi karena ideologi adalah konsep yang sarat dengan konotasi politik dan digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari dengan berbagai makna yang baragam. Ketika aku membaca buku “Matinya ideologi karya Daniel Bell. Aku sediki terkejut. Tapi setelah tuntas aku baca memang benar adanya dan itu akibat dari si penganut ideologi itu sendiri.
Sebelum melangkah lebih lanjut kita sepakati ideologi yang dimaksud adalah ideologi hasil pemikiran manusia. Pada awalnya saya tidak percaya. Apa mungkin ideologi yang  telah menjadi agama baru dalam perkembangan sejarah umat manusia bisa “mati”. Melihat manusia yang sangat yakin dan menjunjung nilai-nilai ideologi apa mungkin bisa berakhir. Kematian juga perlu disepakati, karena istilah kematian itu ada yang berarti binasa, berpindah dari kondisi yang awal ke kondisi yang lain, atau mengalami perubahan bentuk. Kematian yang dimaksud tentunya berpindahnya kondisi ideologi itu dari kondisi yang sangat diyakini akhirnya salah menyakini dan menjadi sampah karena menjadi berhala baru.
Kembali dalam ideologi.  Isme-isme modern tentang ideologi membawa manusia pada jurang pemisah yang akhirnya tidak segan untuk menghalakan segala cara hanya untuk memaknai kumpulan ide yang rata-rata utopis itu. Konflik-konflik yang berlatar balakang isme-isme itu tidak hanya dalam tataran intelektual, politik, tetapi juga massa yang menjadi pengikut isme-isme itu. Selama ini konflik ideologi tidak jarang merambah ke tataran fisik, sampai membinasakan lawan yang di anggap menghalangi ide-ide yang diyakini dalam ideologi itu untuk membangun masyarakat  yang pada akhirnya Negara. Bentrokan fisik bahkan harus terjawab dengan fakta jutaan umat manusia harus merelakan nyawanya untuk sebuah ideologi yang dianggapnya bagi firman, titah Tuhan. Manusia yang menjunjung rasionalitas akhirnya justru terkungkung dalam pemikirannya sendiri. Manusia tidak sadar akan hal itu karena fanatisme(euphoria) pada ideologi justru membuat ideologi itu statis dan pada akhirnya manusia jenuh lalu meninggalkan ide-ide itu.
Mencoba untuk memperkecil ruang lingkup pembahasanku. Aku melihatnya di lingkungan kampus ku sendiri, ketika di kampusku ada tiga OMEK(organisasi mahasiswa ekstra) yang “menguasai” kampus. Ada GmnI, PMII, dan HMI. Dimana GmnI berideologi Marhaenisme, PMII dan HMI berhaluan Islam. Ketiganya mencoba bersaing menancapkan eksistensinya  di kampus. Salah satunya menghimpun anggota(kader) sebanyak-banyaknya lalu entah kelanjutannya seperti apa. Karena orientasi pertama ketika berbicara eksistensi hanyalah kuantitas.  Sangat disayangkan sekali dari sekian banyak mahasiswa yang masih bergairah menjadi bagian dari OMEK harus dikalahkan oleh seleksi alam. Memang kita tidak bisa menafikan itu, tetapi juga bukan berarti menjadi alasan ketika seleksi alam membiarakan kader-kader tidak mampu optimal dalam berproses.Seleksi alam yang kumaksud yaitu bagaimana OMEK membiarkan bakat-bakat yang ada dalam individu kader-kader dibiarkan begitu saja menguap karena kepentingan-kepentingan OMEKR yang tidak tegas dalam proses pengembangan kader, maaf sebelumnya OMEK memang bukan seperti Lembaga Pengembangan Masyarakat. Penekanan OMEK lebih pada agen of change (sebenarnya aku malas menyebut kata puitis satu itu).
Dengan kata lain-tanpa mencoba mendahului yang lebih paham-aku menyimpulkan bahwa telah terjadi kesalahan dalam orientasi berorganisiasi ekstra, karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya ketika yang ditonjolkan hanya sebatas kuantitas, bukan kualitas berideologi maka semua itu akan menjadi proses menunuju kehancuran dari ideologi itu sendiri. OMEK yang membawa misi dari masing-masing ideologi itu seharusnya mampu memberikan pemahaman berideologi untuk bangsa dan negara. Karena hampir setiap OMEK adalah organisasi Kader bukan organisasi Massa-seperti partai politik. Sehingga tidak perlu terjebak dengan banyak sedikitnya anggota, tetapi bagaimana anggota yang ada di optimalkan dalam proses kaderisasinya sehingga menciptkan kader-kader yang paham dengan ideologi yang diyakininya. Hal ini banyak dilupakan oleh kawan-kawan OMEK sehingga wajar saja ketika banyak anggotanya yang akhirnya berguguran satu persatu, kalau menurutku bukan karena OMEK sudah tidak laku lagi di mata mahasiswa, tetapi tidak ada yang menarik dengan apa yang ditawarkan oleh OMEk, selain beasiswa, mengerjakan tugas anggota barunya, dekat dengan dosen, atau ikut lomba debat,lomba  KTI, cepat lulus lalu bekerja melalui jaringan alumni. Bahkan ada OMEK yang memperkenalkan profil organisasinya dengan membawa-bawa alumninya  yang terkenal itu. Sungguh semua itu jauh dari nilai-nilai ideologis yang selama ini menjadi cita-cita dari masing-masing OMEK. Ketika “kampus” membiarkan pragmatisme merajalela dengan mengungkung mahasiswa pada tugas-tugas kuliah, IPK 5.00(mungkin), pada nyatanya OMEK pun tidak mampu menahan arus pragmatisme yang ada, malah menjadi bagiannya. Sungguh tidak ada yang bisa di andalkan sepertinya.
Dibalik itu semua, ada kegalauan yang mendalam yang ku alami, ketika pragmatisme sudah menular ke OMEK, maka jangan salahkan ketika suatu saat nanti generasi-generasi yang menurut Bung Karno progresif revolusioner sangat sulit ditemukan dikampus. Maka secara tidak langsung jangan heran melihat banyak generasi-generasi muda yang tidaki ‘ideologis’[1], ambilah contoh sekarang, menjadi sangat wajar ketika mahasiswa yang seharusnya sebagai agen perubahan dan yang mampu melakukan control sosial, dalam melihat fenomena yang terjadi dimasyarakat seperti kemiskinan, diam saja dan asik dengan dunianya sendiri yang sangat menunjung tinggi individualisme. Proses kematian ideologi hanya menunggu waktu saja, ketika semakin banyak disorientasi dari OMEK itu sendiri.
Cuap-cuapku mengarah pada akhir. Muncul harapan dalam benakku, bahwa inti dari gerakan OMEK seharusnya diluruskan oleh masing-masing pihak. Mengarahkan pada proses kaderisasi yang terarah pada tujuan mulia dari masing-masing OMEK. Tidak perlu lagi harus melakukan pembusukan-pembusukan antar OMEK untuk mendapatkan anggota, karena itu akan sia-sia belaka. Kita harus sadar, bahwa tujuan kuliah kita bukan hanya sebatas mendengarkan dosen, atau ikut lomba kesana kemari lalu pulang membawa piala berlapis berlian. Bukan aku bermaskud mendikotomikan antara yang intelek atau tidak, tetapi mahasiswa identik dengan intelektualitasnya, sehingga apa salahnya ketika kita mampu memberikan manfaat pada mereka yang membutuhkan dengan ilmu yang kita miliki dengan ideoligi yang kita yakini. Ketika itu sudah terjadi maka banyak manfaat yang akan didapat, tidak saja pada masing-masing individu, tetapi jua eksistensi dari masing-masing OMEK pun akan diakui secara nyata dan tentunya membentuk generasi-generasi muda yang berkualitas, tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi sekitarnya.
Kesalahan dalam pemahaman berorganisasi pada saat sekarang ini justru mempertegas bahwa ideologi tidak lagi penting dan hanya sebatas ‘kesukaan’ orang-orang tertentu yang masih berpihak dengan cita-cita itu, selebihnya hanya sebatas omong kosong yang selalu terpampang dalam madding-mading kampus[].

Semoga tulisan saya ini masih relevan dengan perkembangan kawan Pergerakan..
Merdeka (teriak "Merdeka" Belum tentu GmnI kan?).
 



[1] Ideologi yang ku maksud tentunya yang berkaitan dengan kebaikan. Kebersamaan. Dari semua OMEK yang ada tujuan utamanya adalah menjunjung pancasila meski terdapat perbedaan cara pandang untuk menuju ke arah sana.

Untuk yang selalu mengangguku!!!!


-->
Mata ini begitu geram memandanginya
Ditertawakan amarah tak pernah tuntas
Hanya membawa nestapa yang menolak untuk dilupakan.
Oh, betapa cengkraman benci begitu kuat, tak bisa memainkan nalar otak yang jernih
Hanya caci maki yang keluar, meski ku berbicara dihadapan kelembutan

Untuk Dia Yang berjarak


-->
Kudengar ringkih jangkrik diantara desir angin yang menahan rindu. Malam tetap bisu, angkuh dan dingin seolah tak peduli dengan kerinduan yang tak tertahan, membuat ku racau, kelu pada waktu yang hanya diam saja, bahkan hanya untuk mendengar kisahku yang tak kunjung berkesudahan ini. Ingatan itu silih berganti dengan wajah lelah aku terlelap. Aku benar-benar lelah karena perjalanan backpakerku menguras tenagaku, sampai pada akhirnya aku dan kamu bertemu dalam maya. Sepertinya Tuhan mempunyai andil, sejak aku tak sengaja mengingatmu di senja yang sunyi, lalu aku mencoba mengobatinya dengan mencoba berkomunikasi kembali setelah hampir dua tahun kita hilang ditelan harapan-harapan masing-masing. Dan aku yakin Tuhan mempunyai andil dengan mempertemukan kita dalam dunia virtual ini. Kita sempat membicarakan sedikit tentang malam-malam yang lalu, seolah mengungkapkan betapa bodohnya aku dulu.
Mungkin aku dulu belajar mengeja hidup, memaknai rasa yang penuh misteri lalu kita menghambur untuk saling membuka diri, menceritakan apa yang dirasakan. Ingin ku katakana padamu.  “Aku melupa pada yang mula, aku mulai mengerti bagaimana kerut kerut di dekat bibirmu mencipta sendu di antara senyum yang coba kau perlihatkan, sendu itu adalah bahasa lain yang tiba-tiba saja lebih aku sukai dari segala yang ku mengerti darimu. Dan paras lugu yang kau rangkai dalam pejam, dalam lelap, mungkin juga mimpi mimpi adalah wajah malam yang tiba-tiba saja mengajarkanku perihal rindu, lebih indah dari Papandayan saat menjemput pagi, lebih menenangkan dari kopi, juga puisi. sungguh aku tergesa untuk mengerti bagaimana segalanya telah selesai sedang aku belum memulai sepatah cerita pun. Lalu pada akhirnya aku hanya mengenal sesal jika malam membawa ingatanku padamu”

 Ketika degup jantung semakin berdetak kencang, aku sadar, kita telah lama berjarak, lama tak saling bertatap atau kau bahkan lupa dengan wajahku?dengan kekakuanku dulu yang setiap malam menanyakan “apa kamu ada PR?”. Sampai kau gusar  dengan tingkahku yang kaku dan menyebalkan itu dan aku dulu masih saja sulit untuk setia.  Aku tertawa satire membayangkan kembali hari-hari itu.  Aku tak ingin menyesali keadaan itu biarkan akupun menjadi angkuh sama seperti waktu yang tak pernah bisa mentolerir keadaan ini. Tapi aku tak bisa, Ma. Entah, mulai sejak kapan aku membiasakan diri untuk merindukanmu. Merindukan waktu bersama kita yang singkat itu, dari situ saja seolah waktu member petunjuk bahwa kita tidak punya alasan untuk saling merindu. Itu bohong, itu tidak benar.
Lagi, aku mencoba mengadu pada malam yang bisu. Menceritakan soal mimpi-mimpi atau aku bertanya pada mu, Ma. Salahkah aku mengendap-ngendap ke dalam mimpimu? mencuri ujung bibirmu yang kini senantiasa basah oleh lelaki lain. Sementara kau begitu leluasa datang sebagai ingatan kapan saja bahkan di saat yang tak kuinginkan ada-mu. Kau seringkali membuatku kacau, racau, pada waktu, pada tempat, yang bahkan antara aku dan dirimu tak pernah ada bersama-sama di dalamnya. Lalu, dengan paksa, kau bawa aku pada kenyataan rumit yang tak memberikanku pilihan lain memahaminya, kecuali dengan meninggalkan. Pergi lebih jauh, dan, mungkin tak akan pernah pulang lagi. Karena kepulanganku, bukan pada kenangan-kenangan menyakitkan. Kita memang perlu berbicara lagi di mimpi, menyelsaikan kisah kita agar tuntas.
Aku sadar, sesadar-sadarnya aku. Malam telah sedikit bercerita padaku bahwa kau sudah tak lagi sendiri. Kisahmu berlanjut dengan pilihanmu yang sama juga saling menjaga, saling membicarakan masa depan. Tidak lagi ada aku disana, karena aku hanya ada dimasa lalu mu. Aku sadar akan hal itu. Aku ingin benar-benar ingin melihatmu bahagia dengan yang terbaik mu itu. Lalu mengabarkan padaku tentang hari-hari yang bahagia itu. Aku pasti senang. Sungguh senang, karena dulu aku tak mampu buatmu senang. Meski aku sedikit menanahan air mata yang tak seharusnya kuteteskan. Huft. Aku ingin hilang ingatan tentang mu, tentang hari-hari itu. Itu saja. Aku tak ingin menjadi arsenic  yang merusak kisah indah kalian.
"PERGI"

                                                                                                            
Ada yang sengaja selalu Ku lupa
Dan Ku biarkan,
Menjadi rahasia

Selamat jalan, Sayang...
Tanpaku,
Masa depan adalah mengantar keinginan pada kenyataan(di ambil dari puisinya Mas Halim)

Selamat malam Ma, semoga kau bahagia. Waktu menuntun kita pada kebersamaan dan oleh waktu pula kita dipisahkan, sepertinya akan benar-benar dipisahkan. Biarkan detik mengendapkan rinduku, agar rindu tak lagi membebani hidupku. aku ingin kita wajar bertukar kabar, membicarakan malam-malam yang berjarak lalu memberikan sebagian malamku untuk mu.
Bersama surat ini kukirimkan padamu tentang Sepotong malam, dengan angin, ringkih Jangkrik.aku berharap kita dapat bertemu lagi dimimpi membicarakan malam-malam yang panjang, melepas rindu. Mendekapmu lebih erat lebih dekat .
If I leave here tomorrow
Would you still remember me?
For I must be traveling on now
Cause there are too many places I’ve got to see
But if I stay here with you girl
Things just couldn't feel the same
Cause I'm as free as a bird now
And this bird you cannot change...
(Lynyrd Skynyrd, Free Bird)

Selamat malam, perempuanku yang berjarak!!!!
Semoga kau Bahagia!!

Rabu, 04 April 2012

aku hanya ingin mengabadikannya di Blogku ini. bagaimana sosok The Special One yang sangat aku kagumi itu. oh sungguh luar biasa mantan pelatih Internazionale Milano ini. Benar-benar berkarakter kuat dan tangguh, tak heran jika setiap tim yang dia tangani mampu menjadi juara. Bukan hanya itu sosok Mourinho adalah sosok yang tangguh. aku berharap kau kembali lagi ke Inter Milan, berbicara banyak soal gelar-gelar yang akan kau rengkuh bersama pungawa-punggawa il Nerazurri. Bwerikut adalah wawacara Mourinho. dari wawancara ini kita akan paham betapa hebatnya sosok Mou itu....Blog foto @InterWhatsup http://whatsupinter.wordpress.com/2012/04/03/mourinho-tak-ada-pelatih-yang-menyamai-pencapaian-prestasiku-dalam-10-tahun/

MOURINHO: “TAK ADA PELATIH YANG MENYAMAI PENCAPAIAN PRESTASIKU DALAM 10 TAHUN.”

by whatsupinter


MADRID – Jose Mourinho kepada Tuttomercatoweb seperti dirilis oleh Corriere della Sera (3 April 2012):
Jose Mourinho, bagaimana kabarmu di Madrid?
“Baik. Kami memimpin Liga, kami memiliki peluang bagus untuk masuk ke Semifinal Liga Champions. Semua berjalan baik.
“Namun banyak kritikan.
“Itu hal biasa dalam sepak bola. Saya dikritik saat saya mengatakan putih atau hitam. Saya dikritik ketika berbicara setelah laga bahkan juga dikritik saat saya memutuskan diam. Kadang-kadang saya merasa tersesat karena saya tidak tahu ke arah mana saya harus melangkah. Mereka selalu mengkritik, dalam hal apapun “
Dan itu mulai menjadi kebiasaan?
“Ya, itu pekerjaan saya, meskipun kadang-kadang saya tidak tahu apa yang harus dihormati.
“Mereka yang menyaksikan? 
“Tentu saja pemain, anak dan keluarga saya. “
Bagaimana Anda mendapatkan rasa hormat dari para pemain?
“Pesepakbola memiliki segalanya. Mereka memiliki status. Mereka cerdas, terpelajar. Memiliki akses ke segala hal. Mereka tahu saat pelatih siap. Mereka juga tahu saat pelatih tidak siap. Mereka tahu saat kita berkata jujur dan tidak. Mereka tahu segalanya tentang kita. Dan saya pikir bahwa cara untuk mendapatkan rasa hormat adalah dengan menghormati mereka terlebih dahulu. Dan saya menghormati pemain lebih dari apa pun dalam sepakbola. “
Anda telah melatih dan menang di berbagai negara. begitu banyak perbedaan budaya, apa kuncinya?
“Pertama Anda harus memiliki sedikit ‘keberuntungan’.
Anda menganggap anda seorang yang beruntung?
“Sangat beruntung. Saya beruntung berkesempatan  bekerja dengan orang-orang hebat.”
Bagaimana dengan tim?
“Saya berpikir kita tidak benar-benar dapat mengubah karakter orang. Bila Anda bergabung dengan suatu tim, berusahalah untuk mengeluarkan kemampuan terbaik yang dimiliki oleh tim tersebut. Ketika kita membeli pemain, kita harus mengumpulkan informasi tentang dirinya, kepribadiannya, karakter, dan berharap kita beruntung dengannya. Saya bisa mengetahui seseorang bila kita bekerja sama. “
Dan bagaimana dengan orang yang pernah bekerja dengan Anda?
“Fantastis. Di Chelsea, aku memiliki  setengah tim bermaterikan pemain Afrika dan itu sesuatu yang unik: 12 pemain Afrika dengan 11 Eropa menciptakan sebuah tim yang fantastis. Di Inter aku memiliki 7-8 pemain Argentina, keluarga yang mengagumkan. Saya belum pernah melihat keluarga seperti itu. “
Tampaknya Anda masih merindukan mereka…
“Dan mereka pun merindukanku.”
Bagaimana Anda membangun sebuah tim pemenang?
“Yang penting adalah untuk berkomunikasi dengan mereka dalam bahasa yang mereka pahami, bahasa Spanyol di Spanyol, bahasa Inggris di Inggris, Anda tidak dapat menggunakan bahasa lain. Pada saat yang sama saya pikir itu baik untuk mengetahui bahasa yang berbeda untuk percakapan pribadi dengan para pemain. Berkomunikasi dengan mereka dalam bahasa mereka benar-benar penting untuk dapat membangun hubungan yang berbeda. “
Anda merasa sebagai seorang pemenang?
“Aku seorang pemenang.”
Apa yang membuatmu istimewa dibandingkan dengan pelatih lain?
“Saya pikir penilaian pelatih difokuskan pada jumlah kemenangan, pada hasil akhir. Inilah yang membuat sejarah. Selama sepuluh tahun terakhir tidak ada pelatih yang telah memenangkan banyak gelar seperti yang saya lakukan, semua ini pastinya istimewa. “
Bebankah, julukan Special One?
“Sepertinya tidak memberatkan…”.
Jadi … tidak berat, karena Anda sendiri yang memberinya?
“Tepat.”
Apa yang istimewa bagi Anda, Jose Mourinho?
“Menang dalam sepak bola. Orang dilupakan saat mereka kalah. Aku mengatakan itu musim lalu ketika kami kalah semi-final melawan Barcelona. Pendukung berkata kepada saya: “orang tidak akan pernah lupa dengan kekalahan kami, gol Higuain dianulir, kartu merah … Dan saya akan menjawab: ya, orang akan lupa. Dalam beberapa tahun orang tidak dapat mengingat apa yang terjadi, mereka hanya ingat siapa yang menang. Jadi jika Anda bisa menang, Anda menang, dan menang, dan menang lagi. Menang bukanlah segalanya. Tapi jika Anda melakukannya secara teratur, maka itulah yang akan dikenang. “
Dan bagaimana Anda bisa menjadi pemenang?
“Saya tidak tahu pasti. Saya rasa mungkin karena keinginan bersaing, saya seenang berkompetisi, bahkan pada hal-hal paling sederhana. Dan ketika Anda bersaing, Anda ingin menang. Saya pikir itu adalah sesuatu yang dibawa manusia saat mereka dilahirkan. “
Dengan siapa Anda berkompetisi?
“Saya menantang diri saya sendiri, tantangan lebih dari yang lain. Saya selalu mencoba untuk menetapkan tujuan yang sulit, saya pikir saya selalu bersaing dengan diri saya sendiri. “
Apakah perlu memiliki? Musuh?
“Lebih baik ada. Saya tidak berpikir itu penting, tetapi lebih baik. Terutama ketika Anda berada dalam momen keberhasilan dan memiliki kecenderungan untuk bersantai:  jika Anda mendengar kata itu “musuh” lalu Anda berusaha untuk memanfaatkan waktu sulit Anda, itu bisa membantu. Ya, saya lebih suka. “
Memiliki banyak musuh?
“Hati-hati, saya ingin menjelaskan bahwa musuh kata bukan dalam konteks kehidupan pribadi saya ketika saya berbicara mengenai sepakbola. Maksudku musuh adalh seperti sejak kecil kita mulai bersaing, dan bahkan teman-teman saya adalah musuh saya waktu itu. Adrenalin adalah sesuatu yang dibutuhkan tubuh Anda untuk rileks. “
Tentang kata-kata terkenal. Kita berbicara tentang “Zero tituli”?
“(Tertawa) Mari kita bicarakan itu.”
Apa semua itu direncanakan sebelumnya dalam konferensi pers?
“Saya memiliki persiapan dalam setiap konferensi pers. Ketika ada difokuskan pada permainan, pelatihan, ketika saya berbicara di konferensi pers, saya tahu maksud perkataan saya. “
Kalimat “Zero tituli” telah menjadi mantra di Italia. Bagaimana Anda bisa memikirkan hal itu?
“Kami saat itu berada pada musim yang genting, kami bisa memenangkan segalanya atau kehilangan semua, Roma, Juventus dan Milan mengikuti kami di liga. Kami harus bermain di Piala Italia, di final melawan AS Roma dan  di Liga Champions kami berada di kuarter final, masih jauh dari juara. Aku harus memberi beberapa tekanan pada orang lain dan agar mereka mengerti bahwa hal itu bisa terjadi keduanya (memenangkan semua atau kehilangan semua) bisa terjadi. “
Dan itu terjadi. Kapan Anda menyadari bahwa Anda telah menciptakan sebuah slogan?
“Beberapa hari setelah konferensi pers, saat tiba di Appiano Gentile dan di gerbang saya melihat sekelompok pemuda menjual T-shirt berjalan ke arah saya dan memberi saya tiga kaos melalui jendela yang terbuka. ” Tuan Mourinho terima kasih,” kata mereka. ”Untuk apa?” Jawabku. Mereka menunjukkan kemeja dengan gambar borgol bertuliskan”Zero tituli” lalu mereka mengatakan ”kami menjual banyak.” Saya menjawab “Saya ikut senang”.”
Baik, orang-orang di Inter. Banyak perubahan terjadi ‘.
“Aku tahu. Aku adalah penggemar terbesar Inter. “
Selalu seperti itu. Apakah Anda juga mengatakan bahwa Inter adalah “rumah” dan cepat atau lambat Anda kembali ke rumah?
“Benar, aku mengatakannya.”
Banyak penggemar Inter berharap kedatangan Anda lebih cepat…
“Jika itu adalah cara untuk bertanya tentang masa depan saya, saya tak bisa berbicara banyak. Saya memiliki kontrak dua tahun dengan Real dan saya tidak pernah mengatakan bahwa saya akan tinggal di Madrid. “
Pesan diterima. Masih terasa pemimpin nyata di sini?
“Tentu saja.”
Sangat mudah bagi Anda untuk menjadi pemimpin?
“Lebih dari mudah, adalah wajar bagi saya. Ini menjadi pekerjaan saya selama bertahun-tahun. Ketika saya masuk ke sebuah pusat pelatihan, saya tahu siapa mereka dan apa yang orang harapkan dari saya. Selama pekerjaan saya, saya tahu saya harus memegang kendali. Ini adalah sesuatu yang alami, saya tidak merasakan tekanan, saya harus bekerja. Dan saat aku berlibur, aku rindu perasaan itu. “
Anda memiliki bakat seorang selebriti dalam berpenampilan, tidak mengherankan menjadi model untuk beberapa produk.
“Saya percaya yang dibutuhkan adalah keterampilan kepelatihan, kepemimpinan dan kerja. Anda tidak menang karena jaket atau potongan rambut atau kemampuan yang baik untuk berkomunikasi. “
Mantelnya yang dipamerkan di museum di Chelsea.
“Ini sebuah cerita lucu. Itu mantel telah kupakai selama dua musim, mantel Armani, akan dilelang untuk mengumpulkan dana bagi sebuah yayasan yang membantu anak-anak penderita kanker, yang diprakarsai oleh saya dan Nyonya Blair. Seorang pria membeli jaket itu, membayar banyak lalu dibawa pulang. Tapi kemudian ia menyadari bahwa Jubah itu bukan miliknya, tetapi milik Chelsea, sejarah Chelsea. Dia kemudian memutuskan untuk menyumbangkannya ke museum. Sekarang jas itu ada di sana, seperti sepatu Lampard dan Drogba. Saya senang atas pelelangan itu dan bahkan bahagia bahwa pria ini telah memutuskan untuk menyumbangkannya ke museum. “
Anda tidak ingin menjadi trendsetter atau mengikuti tren?
“Demi Tuhan! Saya tidak peduli cara berpakaian orang lain, saya merasa nyaman dengan cara berpakaianku. Anda pasti pernah melihat saya satu hari dengan setelan bagus, dicukur bersih, dan hari lain jika saya berpakaian piyama, sandal dan celana pendek. Adidas, mungkin, merek favorit saya sejak saya masih kecil. Saya menghabiskan banyak uang sebelum disponsori oleh mereka. Tapi tidak, aku bukan orang fashion. “
Pernah ada perdebatan di ruang ganti?
“Pernah.”
Dan salah satu contoh yang Anda ingat?
“Mungkin yang satu kali dengan Ibrahimovic, satu-satunya antara saya dan dia. kejadiannya berlangsung 5 menit. Dia bilang bahwa dia ingin pergi ke Barcelona untuk memenangkan Liga Champions, ketiaka itu saya marah padanya dan saya katakan padanya: ‘kamu bisa menangkan itu di sini, di Inter’.”
Anda benar..
“Dan aku menyesal untuk Ibra karena dia pribadi dan pemain yang luar biasa, tipe pria yang kita cintai, yang memiliki kehidupan yang hebat di luar sepak bola dengan keluarganya. Dia selalu ada untuk keluarga, untuk sepak bola, seorang pemenang. “
Orang mencela Ibrahimovic karena di Eropa belum memenangkan apa-apa …
“Aku menyesal untuknya, kadang-kadang orang melupakan hal-hal besar yang dilakukannya, telah memenangkan 9 kejuaraan berturut-turut, tidak ada yang boleh melupakan hal itu. Saya katakan ini: ‘masih ada waktu untuknya mewujudkan mimpinya menjuarai Liga Champions, karena itu adalah trofi terakhir dia tidak memiliki’. “
Ibrahimovic hanya berbicara baik tentang diri Anda, seperti yang diucapkan hampir semua pemain yang pernah Anda latih …
“Saya percaya bahwa para pemain tahu secara naluriah jika Anda menghargai mereka. Dan ketika Anda menghormati mereka, bukan masalah bermain atau tidak bermain, apakah mereka terus diandalkan atau tidak. Para pemain akan mematuhinya. Pemain harus dapat mendengar masukan agar dapat tampil lebih baik. Dan ketika Anda melakukannya anda akan merasakan kebersamaan. “
Mana lebih besar tanggung jawab, mengurus pemain atau anak-anak?
“Jelas lebih tanggung jawab dengan anak saya, apapun itu meski saya tak terlalu direpotkan mereka.”
Dalam arti?
“Maksud saya, istriku melakukan tugas yang paling sulit dalam mendidik mereka. Karena pekerjaan, saya tidak banyak bersama mereka dan ketika saya di rumah, saya lebih banyak bermain dengan mereka. “
Anak laki-laki anda akan bermain sepak bola?
“Ya.”
Di Real Madrid?
“Tidak, tidak mungkin. Biarkan anak keluar dari tekanan dan rumor, mereka perlu bersenang-senang. “
Apa hal yang paling penting yang Anda coba untuk mengajar anak-anak Anda?
“Istri saya dan saya ingin selalu bersikap baik, mereka memahami bahwa dunia nyata tidak kecil. Dan kami ingin mereka bahagia. Kami ingin memberi mereka lingkungan yang baik untuk memastikan bahwa mereka menjadi apa yang mereka inginkan. Tidak lebih. Saya tidak memaksakan anak saya menjadi pemain top. Sebaliknya. Mereka harus belajar, melatih diri, ibunya sangat ketat dan jujur dengan mereka dan justru saya yang khawatir, karena saya hanya kenal sepakbola. Banyak orang tua melihat sekolah sebagai masalah bagi anak-anak yang hobi sepak bola. Istri saya, ketika dia berbicara di sekolah dengan guru, pertama dan terutama selalu bertanya satu hal: apakah sikap anak-anak saya baik?
Anda mengatakan bahwa hanya ada dua keluarga, yang asli dan tim, yang tahu wajah sebenarnya seorang Maurinho. Sebaliknya wajah Anda kepada media?
“Ini. Wajah yang akan saya tunjukkan adalah media. Ini adalah wajah pelatih kompetitif, seorang pria dari sepak bola. Salah satu yang melakukan pekerjaannya sebaik mungkin. Orang yang mengenal saya ingin hak istimewa. Saya tidak berpikir bahwa keluarga saya dan teman saya akan senang untuk berbagi dengan semua diri saya yang sebenarnya. Untuk orang lain aku ini seorang dari sepak bola dan tidak ada lagi. “
Tentang sepak bola. Anda pernah berkata “siapa yang tahu hanya sepakbola, tidak tahu apa-apa tentang sepak bola.” Apakah benar-benar begitu?
“Saya mengatakan, saya ingin mengenal sepak bola maka tidak cukup untuk menjadi pelatih yang baik. Anda harus memahami biokimia, biologi, anatomi, statistik, kepemimpinan … Ada banyak hal yang membantu Anda menjadi seorang teknisi yang lebih baik. Adapun para pemain, saya pikir pendidikan umum dasar sangat penting karena pemain saat ini sangat berbeda dengan 30-40 tahun lalu. Ketika Anda melatih mereka Anda tidak bisa hanya berkata pada mereka “cara menendang bola seperti itu, itu,”. Sekarang mereka melihat Anda sebagai seseorang yang dapat mengangkat mereka secara intelektual. “
Ingat slogan “motivasi + ambisi …
“Tentu, sudah bertahun-tahun …”.
+ … Filsafat + semangat tim = sukses “?
“Itu adalah kalimat motivasi yang saya tulis beberapa tahun yang lalu dan yang masih berlaku. Anak-anak pasti merasa bahwa kualitas dan bakat tidak cukup. Kehidupan seorang pemain yang kompetitif dibatasi sampai 10 tahun, bukan 50, dalam 10 tahun Anda harus mencoba untuk mendapatkan yang terbaik, dari segi ekonomi, prestise, harga diri, hasil, karena semuanya berjalan sangat cepat. Beberapa pemain saya telah mengakhiri karir dan mereka semua mengatakan hal yang sama: semua berlalu begitu cepat, tampaknya seperti baru kemarin, saya tidak percaya dua hari lalu saya masih muda dan sekarang saya selesai karir saya. “
Jadi?
“Jadi saya harus meyakinkan orang-orang bahwa mereka harus hidup untuk sepak bola, jangan sampai membuang bakat mereka. Jika Anda tidak memiliki bakat itu ok, tetapi jika Tuhan memberikan Anda bakat dan tidak dijaga baik-baik, lalu … “.
Anda telah melihat banyak pemain menyia-nyiakan bakat mereka?
“Uhhh, banyak …”.
Anda memikirkan pemain yang kini bermain di Manchester (City) itu?
“(Tersenyum)… banyak.”
Apa target berikutnya Mourinho?
“Targetku di dalam sepak bola ada tiga, semua sangat sulit. Aku ingin menjadi satu-satunya orang yang memenangkan Liga Champions dengan tiga tim berbeda. Menjadi satu-satunya orang yang memenangkan tiga kejuaraan terberat di dunia: Inggris, Italia dan Spanyol. Setelah itu memenangkan sesuatu bersama timnas Portugal. “
Dan dalam hidup?
“Hanya berusaha tetap sehat, saya senang melihat orang sehat, menikmati hidup bersama keluarga saya, istri saya, anak-anak saya dan hari esok anak anak-anak saya.”
Dan apa yang akan Anda katakan kepada Jose Mourinho ketika Anda pensiun?
“Seorang pria dalam sepak bola yang telah membuat sebagian besar pekerjaan Anda.”
(Mohon maaf apabila ada penerjemahan yang kurang sempurna: InterWhatsup)