Anonymous merupakan
salah satu kelompok Hacker yang ‘kerjaannya’ bikin onar di jejaring internet.
Biasanya yang menjadi sasasaran mereka adalah instansi-intansi besar, bahkan
negara. Dalam kasus ini serangan yang dilakukan oleh kelompok Anonymous sebagai
bentuk perlawanan pada Israel yang menyerang Palestina (baca Gaza). Bentuk
perlawanan yang tidak menggunakan kekerasan tetapi dampaknya sangat signifikan.
"Biar kami perjelas sekali lagi: Anonymous
tidak memberikan dukungan terhadap aksi kekerasan. Anonymous merupakan kumpulan individu dari berbagai penjuru dunia yang
memiliki tujuan untuk kepentingan hak asasi manusia, keadilan, dan persamaan
universal untuk warga negara di semua negara," tulis Anonymous di
situs Anonpaste.me. Terang saja meskipun tanpa kekerasan aksi mereka membuat
banyak pihak yang menjadi korbannya keteteran menghadapinya. Dunia maya memang
tidak dapat dipisahkan lagi dari kehidupan nyata karena hampir semua kehidupan
didunia ini digerakan secara online sehingga jika terjadi kekacauan didunia maya
berdampak pula pada kehidupan nyata.
Serangan yang
dilakukan oleh kelompok Hacker itu membuatku tertarik . bukan tertarik pada
aksi hackingnya tetapi soal nama kelompok dan style mereka ketika muncul
didepan publik bergaya seperti mr. V dalam film V for Vandeta. Wow keren
sekali!. Menggunakan topeng berwajah tersenyum dengan aksen kumis tipis
melengkung dan topi hitam ala rabi Yahudi sungguh menambah kesan dingin sosok
anonymous.
Anonymous yang aku
tahu ada di film V For Vandeta sebagai sosok yang pejuang yang selalu
menggunakan topeng. Film itu menceritakan Inggris pada tahun 2038 yang ketika
itu dipimpin oleh seorang dictator yang menyengsarakan rakyat Inggris. Rakyat
Inggris dilanda kelaparan, kemiskinan dan banyak yang mati karena keadaan itu.
Sampailah pada saat itu muncul seorang sosok yang misterius yang dikenal
sebagai Mr.V. Mr V mencoba melepaskan keadaan buruk itu dan dalam menjalankan
aksi perlawanan sistem dengan
menggunakan topeng. Topeng yang selalu digunakan Mr. V
dalam menjalankan aksi perlawanan terhadap sistem menjadi simbol bahwa pelaku
pemberontakan adalah masyarakat itu sendiri dan bisa dilakukan oleh siapa saja
sehingga menghindari kultus individu seseorang yang biasa terjadi dalam suatu
revolusi. Biasanya dalam revolusi selalu muncul sosok-sosok yang pada akhirnya
identik dengan revolusi itu dan seolah-seolah menjadi individu yang dikultuskan
sebut saja Bung Karno atau Lennin dalam revolusi Bolsyevik di Russia.
Kisah dari film
Anonymous itu sungguh sangat menarik meskipun saya cukup pusing memahaminya
karena alur ceritanya meloncat-loncat. Sekali lagi, ada hal sangat menarik
perhatianku diluar alur ceritanya yaitu topengnya yang sedang tersenyum.dingin,
Topeng itu membuatku penasaran soal siapa sebenarnya topeng terseyum itu?apakah
memang tokoh yang benar-benar ada atau hanya sebatas topeng imajenasi yang
dibuat-buat dalam film itu. Tetapi jika memang topeng itu sebatas imajenasi
sungguh luar biasa karyanya sampai-sampai kelompok hacker berbahaya menggunakan
topeng itu sebagai symbol perlawanan mereka.
Akhirnya saya mencoba
untuk mencari dikaskus. Saya ingin membeli topeng itu dan dipakai ketika aksi
turun kejalan. Sambil berorasi dan menggunakan topeng. Wow terkesan sangat
misterius. Dari kaskus itu aku menemukan nama dari sesosok Guy Fawkes. Topeng
itu ternyata merupakan wajah Guy Fawkes
yang melegenda itu. Lalu siapa Guy Fawkes itu?
Seberapa penting sosok
Guy Fawkes itu sehingga wajahnya dijadikan topeng dan symbol perlawanan?
Ternyata kisah hidupnya tidak jauh berbeda seperti yang dikisahkan dalam film V
for Vandeta. Guy Fawkes merupakan seorang ekstimis katolik di Inggris (Inggris
mayoritasnya Protestan). Kisah heroik Guy Fawkes dimulai dari ekspresi
kekecewaan pada kerajaan. Masyarakat Katolik yang mendapat
perlakuan tidak adil dari Raja James I dan Guy Fawkes ingin meledakan gedung
parlemen sebagai balas dendam terhadap petinggi-petinggi Protestan yang jahat
dan keji pada saat itu. Pada masa itu, petinggi-petinggi gereja Protestan dan
Raja James I membebani masyarakat katolik Inggris dengan begitu tinggi, selain
itu juga mereka menangkapi para imam katolik. Aktivitas keagamaan kaum katolik
juga dibatasi, kaum katolik tidak bisa mendirikan gereja begitu saja bahkan
hanya sekedar untuk mengadakan misa pun dilarang. Akhirnya kaum katolik Inggris
melakukan ritus keagamaannya dengan cara sembunyi-sembunyi.
![]() | |
| Penangkapan Guy Fawkes |
Guy Fawkes adalah symbol
perlawanan yang kecenderungannya sebagai kelompok anarki (jangan maknai anarki
sebagai perusak). Mereka yang merasa ketertindasan adalah bentuk pilihan yang
harus dibalas oleh perlawanan. Guy Fawkes dan kawan-kawannya tidak peduli
dengan keminoritasannya. Meski mereka sedikit dibandingkan dengan kaum
protestan, Guy Fawkes tidak peduli untuk segera bertindak dengan menyingkirikan
ketertindasan, ya meski pada akhirnya ia harus mati itu. Setidaknya kematiannya
menginspriasi banyak pihak dan menjadikannya sebagai symbol perlawanan. Itulah kenapa
pada akhrinya kelompok hacker anonymous menjadikan dirinya sebagai symbol perlawanan.
![]() |
| lawanlah dengan buku!!! |
Tidak ada yang
benar-benar tulus untuk memaslahatan. Tidak ada pula genarasi yang berusaha
memaknai perdamaian sebagai wujud nyata, bukan mimpi. Semua karena kepentingan
manusia yang terus menggerus nalar dan sisi kemanusiaannya. Mereka berebut
senjata lalu datang dengan peluru-peluru yang siap mencabuti nyawa manusia yang
tak tahu sebelumnya soal darah dan air mata. Dunia memang sedang kacau balau, Negara-negara
adidaya sedang menancapkan cengkramannya di Negara dunia ketiga dan menganggap
negera dunia ketiga macam Indonesia ini bisa dengan mudah dibodohi dan
dipermainkan oleh kepentingan global.
Kita hanya menjadi
tumbal dan objek kesenangan dari mereka si pendefinisi kebenaran. Kekacauan ini
harus segera berakhir. Minoritas atau mayoritas bukan lagi jadi semacam
penghalang. Perlawanan harus tetap tegak berdiri meski kita tak pernah tau
batas kemampuannya. Sekali lagi, memang perlu Guy Fawkes-Guy Fawkes baru yang
datang dijaman modern ini. Perlawanannya pun tidak sama dengan Guy Fawkes
terdahulu dengan membakar Lord Of House.
Negara hanyalah
korporasi penjagal. Menindasi rakyatnya atas nama kesejahtraan. Nyatanya,
rakyat hanya sapi perah kekuasaan. Guy Fawkes sudah ratusan tahun yang lalu
mati, mungkin saja tulang belulangnya sudah habis dimakan jaman tetapi nafas
perlawanannya masih tetap hidup menembuh lorong waktu di masa yang tak pernah
ia pikirkan sebelumnya.
![]() |
| 1989 Charlie Cole, USA, Newsweek |
Sebagai penutup, kita
sedang duduk, diam, makan, tidur, beraktifitas dijaman dimana moral dan
keadilan didefinisikan oleh pemenang. Selamanya kita akan menjadi kalah dan
terlahir menjadi kalah digerus arus liberalisme dan kapitalisme yang sulit
memaknai arti kebersamaan dengan sunggu-sungguh. Oleh karena itu lahirlah. Lahirlah
genarasi baru pemberontak-pemberontak, diluaran sana para keparat sedang asik
menikmati roti kekuasan. Diluaran sana mereka sedang bercinta dibalik kursi
empu kekuasaan dan kita yang menikmati kesengsaraan.
Guy Fawkes hanya
bagian kecil dari perlawanan yang tak pernah mati sampai dunia ini berakhir
Merdeka!












mantab gan, gas terus
BalasHapusBoleh lah, lumayan !
BalasHapusi like it
BalasHapusmantap Vin....
BalasHapus