Patah hati itu memang menyakitkan. merobek-robek sunyi menjadi semakin tragis.
aku pernah merasakan itu. Tak perlu tahu kapan itu. tapi rasanya sungguh terasa sampai sekarang.
akhirnya, di antara malam yang semakin sunyi kutulis sajak patah hatiku. Patah hati juga indah ternyata...Jika jatuh cinta itu biasa saja, maka patah hatipun akan biasa saja. Tidak dengan kisah ku yang ini!
Melankolia
sembuhkan luka yang menganga
disejukan oleh kata yang sering kau ucap
hingga kurasa aku benar-benar ingin menyatu dengan Mu, disaksikan malam yang bisu.
dan kini.
tak ada kehangatan itu, membawaku pada ruang sempit lalu mengahabisiku secara perlahan
membawa asa yang sebenarnya palsu dalam gelapnya tawa
disandingkan dengan mimpi-mimpi yang tak pernah hidup
kau hancurkan tawa dan candaku
mengatur aliran nadiku
memuntahkan omong kosong
tak ada arti
hanya kebutaan...
membawaku pada ketersesatan!
lalu kita tidak saling mengenal,
merasakan keasingan meski dulu kita sering menyatu.
sunyi mengebiriku, membawaku pada langit yang mendung!
11 Maret 2010
aku pernah merasakan itu. Tak perlu tahu kapan itu. tapi rasanya sungguh terasa sampai sekarang.
akhirnya, di antara malam yang semakin sunyi kutulis sajak patah hatiku. Patah hati juga indah ternyata...Jika jatuh cinta itu biasa saja, maka patah hatipun akan biasa saja. Tidak dengan kisah ku yang ini!
Melankolia
sembuhkan luka yang menganga
disejukan oleh kata yang sering kau ucap
hingga kurasa aku benar-benar ingin menyatu dengan Mu, disaksikan malam yang bisu.
dan kini.
tak ada kehangatan itu, membawaku pada ruang sempit lalu mengahabisiku secara perlahan
membawa asa yang sebenarnya palsu dalam gelapnya tawa
disandingkan dengan mimpi-mimpi yang tak pernah hidup
kau hancurkan tawa dan candaku
mengatur aliran nadiku
memuntahkan omong kosong
tak ada arti
hanya kebutaan...
membawaku pada ketersesatan!
lalu kita tidak saling mengenal,
merasakan keasingan meski dulu kita sering menyatu.
sunyi mengebiriku, membawaku pada langit yang mendung!
11 Maret 2010






0 komentar:
Posting Komentar