-->
Semua perlu diputuskan cepat atau lambat.
Kini memang aku harus memilih antara masa lalu dan masa
depanku. Sebernarya sungguh sangat bosan aku harus terjebak pada kisah-kisah
yang lalu. Dihari ini telah banyak berubah lalu kenapa aku tetap termenye-menye dengan semua itu. Entahlah.
Aku tak bisa menjawab dengan pasti, dengan tegas. Mungkin satu nama yang
membuatku bertahan pada keadaan yang tak menentu. Padahal semuanya sudah jelas.
Aku kelu, tak bisa berkata apa-apa pada akhirnya selain aku memutuskan cara yang
kekenak-kanakan tapi hal itu aku harus lakukan agar tidak terpaku padanya. Aku
memang belum tuntas menyanginya. Hanya beberapa saat, lalu kita dipisahkan oleh
jarak.
Benar. Cinta saja tidak cukup masih ada factor-faktor lain
yang bisa mempengaruhi hubungan itu sendiri. Ya. Semuanya sudah berakhir di
hari yang aku sendiri lupa. Tapi yang jelas disore itu kita tak bisa banyak
bicara selain mengucap selamat jalan dan aku hanya memegang tangannya. Tidak
ada romantisme dalam perpisahan itu. Pada hari itu aku harus berangkat ke
Jember. Sedangkan dia beberapa hari kemudian kuliah ke Bandung.
Malam ini, aku bertekad untuk tidak lagi saling berhubungan
dengannya. Facebook dan twitternya aku hapus dari list pertemananku. Cepat atau
lambat aku memang akan mengakhirinya. Meski dengan cara yang tidak elegan. Tak apalah.
Aku harus belajar melupakannya meski itu menyakitkan.






0 komentar:
Posting Komentar