Minggu, 25 Maret 2012

Dulu ada tugas di SMA kelas satu suruh buat cerpen. Ini belajar pertama dan terakhir kalinya aku nulis cerpen. Meski jelek, aku melihatnya ini sebagai proses aku belajar!!



TUGAS BAHASA INDONESIA

-->
 SMAN 2 TAROGONG GARUT
Cerpen:
as: X
“akan Ku tunggu ayah sampai kapan pun

Karya:Gulfino Guevarrato




”Ibu Firman ingin sekolah!!!” rengek Firman sambil bermanja-manja.
“iya…nanti kalau Firman sudah cukup umur, Firman pasti sekolah”jawab sang ibu dengan penuh kasih saying.
“Ibu,ibu kenapa sih banyak yang sekolah ?”
”Ibu sekolah penting enggak ?”
“kalau enggak sekolah gimana kalau tidak sekolah?”
“Ibu Firman sering lihat di TV, kalau katanya sekolah itu mahal, bener tidak bu ?”
Rentetan pertanyaan itu tak bisa ibu firman jawab. Ibu Firman hanya bisa berkata “Iya,iya,iya, sudah sayang jangan banyak nanyak ibukan lagi masak nanti masakanya gosong. Sana kamu main, tuh temen-temen kamu lagi main di luar”
Dengan wajah yang cemberut karena pertanyaan-pertanyaannya diacuhkan Firman pergi keluar untuk bermain bersama-sama dengan teman sebayanya.
Firman adalah anak berusia 4,5 tahun yang memiliki rasa penuh ingin tahu, dan dia anak yang ceria.

“Assalamualaikum”
“walaikum salam” teriak Firman sambil berlari ingin di gendong ayahnmya
“Ayah capek ya ?” tabya Firman denga manjanya
“Iya, ayah capek banget”
“Ayah mau Firman pijit ?”
“Boleh, tapi Firman enggak keberatan kan ?”
“Firman, ayahmu sedang capek” kata ibu
” Mas mau minum kopi atau teh ?”tawar sang istri         dengan penuh kasih saying
“teh yang manis”jawab ayah
Ayah Firman bernama Karim dia adalah kepala kariyawan pabrik tekstil yang selalu bertindak bijaksana terhadap kariyawan-kariyawannya sehingga dia disenangi kariyawan, selain sebagai kariawan Karim pun berprofesi sebagai penyair puisi. Sedangkan ibu Firman , seorang ibu rumah tangga. Dia bernama Sujiati. Keluarga ini, keluarga yang sangat bahagia dengan anak yang pintar dan soleh.

“Bu, besok kita ajak Firman rekreasi ke Parangtritis”
“boleh yah, kasihan dia sudah lama tidak diajak kemana-mana”
“Yah bahkan akhir-akhir ini Firman minta ingin sekolah tapi keunagan kita tak mencukuopi untuk menyekolahkan Firman ke TK”cerita sang ibu sambil mengelus-elus rambut anaknya yang tertidur lelap
keesokan harinya
“asik!!!!!! Hore!!!!!!!!!! aku rekreasi ke Parangtritis”
“Ibu cepetan, Ayah sudah siap nih.
Tiba-tiba Hand phone  karmin berbunyi
“Halo, ada apa Bud, kok dengaren nelpon!!??”
“Mas, kami semua membutuhkan mas Karmin. Di Jakarta sedang genting. Semenjak kematian Marsinah , teman-teman buruh akan melakukan aksi solidaritas tapi kami kurang mengerti susuanan strategi yang baik. Teman-teman aktifis buruh yang lain menganjurkan mas Karmin untuk ambil bagian. Kami sangat mohon agar mas Karmin bisa datang. Kami p[un sudah mengundang organisasi buruh seluruh Indonesia. Nah kalau saya tunggu mas Karmin besok ?” Papar Budi sahabat karib Karmin.
“Tapi Bud saya masih banyak pekerjaan,dan………..” “sudahlah mas jangan pikirkan yang lain-lain, nanti Hardo yang akan menjaga keluarga mas, dia bisa diandalkan kok mas”potong Budi. “baiklah besok atau lusa saya akan berangkat ke Jakarta”
“ok. Saya tunggu kedatangan mas Karmin, MERDEKA, salamuallaikum!!!”
karena telpon dari Budi acara rekreasi ke pantai Parangtritis terpaksa di batalkan karena Karmin akan menghubungi teman-temanya yang lain untuk diajak ke Jakarta. “Firman, tadi ayah dapat telpon dari penjaga pantai, katanya di Parangtitis sedang terjadi badai jadi acara rekreasi ke parangtrtitis terpaksa dibatalkan” papar ayah dengan penuh perasaan bersalah
“Ayah bohong, mana buktinya sekarang kan ternag gini man mungkin terjadi badai, ayah selalu bohong pada Firman, Firman benci pad ayah” jawab Firman sambil menangis tersedu-sedu
“ayah tidak bohong Firman, kalau kita memaksakan ke sana, di sananya pun tidak nyaman karena terjadi badai, dan dari bantul ke parangtritis kan jauh jadi cuaca di sini dengan disana berbeda” papar sang ibu dengan penuh bijaksana.

“Bu, ayah berangkat dulu ya, jaga Firman dengan sebaik-baiknya, ayah mungkin hanya 2 mingguan, nanti kalau ada apa panggil saja Hardo, kalau kekurangan uang minta saja pada dia.”
“Fiman, Firman masih marah pada ayah?”
Firman masih saja diam
“nanti kalau ayah sudah pulang dari Jakarta, ayah akan bawa uang yang banyak, nah nanti Firman boleh minta apa saja dan nanti Firman akan ayah sekolahkan< Firman maukan sekolah ?”
“Iya, Firman ingin sekolah, bener ayah enggak berbohong ?”
“bener ayah enggak bohonh, ayah janji”
“Sujiwati istri ku jaga baik-baik dirimu, doakan suami mu ini agar selalu dilindungi oleh ALLAh”
“Iya mas, hati-hati jag baik-baik dirimu
“Firman anakku jangan kamu buat susah ibumu, kamu sekarang sudah besar, tunjukan pada ayahmu ini kalau kamu bisa menjaga Ibumu dengan baik”
“iya ayah Firman janji,. Firman akan menjaga ibu dengan baik” janji Firman dengan penuh percaya diri
“Nah ini putra ayah” “sudah Suji jangan menangis, kereta sudah mau berangkat, ayah berangkat dulu ya”

Pada suatu malam dengan rintik gerimis menemani keheningan malam. Terdengar suara mobil Jeep memecah keheningan malam. Mobil itu terparkir di depan rumah Karmin. Dari mobil itu keluar beberapa orang berbadan besar menggunkan jaket kulit berwarana hitam.” Heh keluar yang ada di rumah ini!!!!!” teriak salah seornag dari mereka. “sapa ya, tunggu sebentar ??” teriak suji denagn penuh ketakutan.
“Mana Karmin ???, kami butuh dia. Cepat katakan dia kemana???!!!” Tanya salah satu dari jaket hitam itu
“maaf sebelumnya dari mana ya bapak-bapak ini ??” Tanya suji dengan sopan
“sudahlah jangan banyak tanya, sekarang mana si Karmin itu???!!!. Kalau kamu dan anak kamu mau selamat cepat katakana kemana si Karmin bersembunyi !!!!??” ancamnya
“baik, baik dia berada di rumah temanya di RT sebelah, bentar saya panggilkan dia, bapak-bapak ini tunggu sebentar di sini. Silahkan duduk Pak” dengan penuh ketakutan. “sudah cepetan panggil si Karmin”
Denhgan menggendong Firman yang menanggis Sujiwti pergi meminta Bantuan pada Hardo yang rumahnya tidak jauh dari rumah Sujiwati.
“Do, Hardo, ini mbak Suji, do buka pintunya” teriak Suji dengan penuh histeris  “Ada apa mbak, ayo masuk dulu” tanya Hardo dengan mata yang memerah karena baru bangu tidur ”Do tolong mbak, di rumah ada banyak preman yang menanyakan mas Karmin, mereka mengancam akan membuuh kami” papar suji dengan menagis tersedu-sedu. “sudah mbak jangan takut mari kita panggil penduduk untuk mengusir mereka”.

Lalu dengan puluhan penduduk dengan dilengkapi golok yang di pimpin oleh Pak RT menuju ke rumah Suji. Namun ketika penduduk itu tiba di rumah Suji preman-preman itu sudah tidak ada yang ada hanya rumah yang berantakan dan kaca-kaca yang pecah. Beberapa karya-karya Karmin yang dirampas.
“Hardo apa sebenarnya yang telah dilakukan masmu, apa dia seorang perampok atau ……,” tanya suji dengan penasaran. ”tidak mbak, mas Karmin orang yang baik, dia juga bukan perampok. Dia sebenarnya adalah seorang aktifis buruh yang terkenal sangat vocal , tapi mbak jangan kuwatir sebab dibelakang mas Karmin ribuann ornag yang selalu mendukungnya “jelas Hardo.

Sejak kejadian itu suji tinggal di rumah Hardo menunggu suaminya pulang, tetapi setelah tiga minggu Karmin tak juga pulang, Karmin pun tak pernah memberikan kabar, hal itu membuat rasa ketakutan Suji semakin menjadi, Firman pun tak henti-hentinya menaakan ayahnya yang dia sangat sayangi. “Ibu, ayah kemana sih bu, kok tidak pulang-pulang, apa ayah benci pada kita ?” tanya Firman dengan muka yang sedih karena ayahnya tidak pulang-pulang. Sejak ayahnya belum pulang Firman yang biasanya ceria kini menjadi murung terus, Firman tidak seceria dulu.

Pada suatu hari, Pak Pos datang ke rumah Karmin membawa surat, tak disangka-sangka ternyata surat itu berasal dari Karmin. Dalam surat itu
“ istri ku Sujiati, apa kabar ? bagaimana kabar buah hati kita, jangan pernah buat dia bersedih karena aku tak ingin dia bersedih utuk ke dua kalinya. Suji sekarang aku berada di Jakarta. Aku belum bisa pulang karena aku sekarang sedang di cari-cari oleh tentara, karena dalam aksi kemarin, aksi yang aku pimpin, pada awalnya berjalan sesuai dengan rencana tetapi tiba-tiba suasana tidak terkendali sehingga menjadi rusuh dan mengakibatkan 5 nyawa polisi tewa tertusuk bamboo runcing kawan-kawan demonstran, sebenarnya masalahnya bukan di situ saja, aku di incar tentara karena sebelumnya kaum buruh yang dipimpin oleh ku berhasill membongkar kasus pelecehan seksual yang dilakukan tentara pada Icih salah satu buruh tekstil di Tangerang pada kasus Tanjung Priok. Para tentara dendam pada ku sehingga kamu lah yang harus menerima akibatnya. Jangalah kamu terlau memikirkan ku, jagalah dirimu baik-baik 

Tunggu lah aku
Istriku aku mencari cahaya kebebasan yang kita dambakan
Istriku janganlah kau menjadi benci pada suami yang belum sanggup menyenangkan keluarga
Jagalah buah hati kita, jagalah untuk ku, buatlah dia menjadi pahlawan, pahlawan kita.
Istriku tunggu aku karena aku  pasti akan pulang menjeput kalian untuk pindah ke istana kebahagian yang belum pernah kalian lihat

Sejak surat pertama dan terakhir, Karmin tak ada kabarnya lagi te,man-temanya pun tidak tahu keberadaanya. Karmin menghilang bersama 3 temanya yang lain.
“BU, ayah kemana, ayah kapan pulang ? Firman kangen ayah” rengek Firman yang semakin hari badanya semakin kurus karena  tak mau makan memikirkan ayahnya. ”ayah,Firman akan menunggu ayah sampai kapan pun”

















0 komentar:

Posting Komentar