Dulu ada tugas di SMA kelas satu suruh buat cerpen. Ini belajar pertama dan terakhir kalinya aku nulis cerpen. Meski jelek, aku melihatnya ini sebagai proses aku belajar!!
-->
SMAN 2 TAROGONG GARUT
as: X
“akan Ku tunggu ayah sampai kapan pun”
TUGAS BAHASA
INDONESIA
-->
Cerpen:
as: X
Karya:Gulfino Guevarrato
”Ibu Firman ingin sekolah!!!” rengek Firman sambil
bermanja-manja.
“iya…nanti kalau Firman sudah
cukup umur, Firman pasti sekolah”jawab sang ibu dengan penuh kasih saying.
“Ibu,ibu kenapa sih banyak yang
sekolah ?”
”Ibu sekolah penting enggak ?”
“kalau enggak sekolah gimana
kalau tidak sekolah?”
“Ibu Firman sering lihat di TV,
kalau katanya sekolah itu mahal, bener tidak bu ?”
Rentetan pertanyaan itu tak bisa
ibu firman jawab. Ibu Firman hanya bisa berkata “Iya,iya,iya, sudah sayang
jangan banyak nanyak ibukan lagi masak nanti masakanya gosong. Sana kamu main,
tuh temen-temen kamu lagi main di luar”
Dengan wajah yang cemberut karena
pertanyaan-pertanyaannya diacuhkan Firman pergi keluar untuk bermain
bersama-sama dengan teman sebayanya.
Firman adalah anak berusia 4,5
tahun yang memiliki rasa penuh ingin tahu, dan dia anak yang ceria.
“Assalamualaikum”
“walaikum salam” teriak Firman
sambil berlari ingin di gendong ayahnmya
“Ayah capek ya ?” tabya Firman
denga manjanya
“Iya, ayah capek banget”
“Ayah mau Firman
pijit ?”
“Boleh, tapi Firman enggak
keberatan kan ?”
“Firman, ayahmu sedang capek”
kata ibu
” Mas mau minum kopi atau teh
?”tawar sang istri dengan penuh
kasih saying
“teh yang manis”jawab ayah
Ayah Firman bernama Karim dia
adalah kepala kariyawan pabrik tekstil yang selalu bertindak bijaksana terhadap
kariyawan-kariyawannya sehingga dia disenangi kariyawan, selain sebagai
kariawan Karim pun berprofesi sebagai penyair puisi. Sedangkan ibu Firman ,
seorang ibu rumah tangga. Dia bernama Sujiati. Keluarga ini, keluarga yang
sangat bahagia dengan anak yang pintar dan soleh.
“Bu, besok kita ajak Firman
rekreasi ke Parangtritis”
“boleh yah, kasihan dia sudah
lama tidak diajak kemana-mana”
“Yah bahkan akhir-akhir ini
Firman minta ingin sekolah tapi keunagan kita tak mencukuopi untuk
menyekolahkan Firman ke TK”cerita sang ibu sambil mengelus-elus rambut anaknya
yang tertidur lelap
keesokan harinya
“asik!!!!!! Hore!!!!!!!!!! aku
rekreasi ke Parangtritis”
“Ibu cepetan, Ayah sudah siap
nih.
Tiba-tiba Hand phone karmin berbunyi
“Halo, ada apa Bud, kok dengaren nelpon!!??”
“Mas, kami semua membutuhkan mas Karmin. Di Jakarta sedang
genting. Semenjak kematian Marsinah , teman-teman buruh akan melakukan aksi
solidaritas tapi kami kurang mengerti susuanan strategi yang baik. Teman-teman
aktifis buruh yang lain menganjurkan mas Karmin untuk ambil bagian. Kami sangat
mohon agar mas Karmin bisa datang. Kami p[un sudah mengundang organisasi buruh
seluruh Indonesia. Nah kalau saya tunggu mas Karmin besok ?” Papar Budi sahabat
karib Karmin.
“Tapi Bud saya masih banyak pekerjaan,dan………..” “sudahlah mas jangan
pikirkan yang lain-lain, nanti Hardo yang akan menjaga keluarga mas, dia bisa
diandalkan kok mas”potong Budi. “baiklah besok atau lusa saya akan berangkat ke
Jakarta”
“ok. Saya tunggu kedatangan mas Karmin, MERDEKA, salamuallaikum!!!”
karena telpon dari Budi acara rekreasi ke pantai Parangtritis terpaksa
di batalkan karena Karmin akan menghubungi teman-temanya yang lain untuk diajak
ke Jakarta. “Firman, tadi ayah dapat telpon dari penjaga pantai, katanya di
Parangtitis sedang terjadi badai jadi acara rekreasi ke parangtrtitis terpaksa
dibatalkan” papar ayah dengan penuh perasaan bersalah
“Ayah bohong, mana buktinya sekarang kan ternag gini man mungkin
terjadi badai, ayah selalu bohong pada Firman, Firman benci pad ayah” jawab
Firman sambil menangis tersedu-sedu
“ayah tidak bohong Firman, kalau kita memaksakan ke sana, di sananya
pun tidak nyaman karena terjadi badai, dan dari bantul ke parangtritis kan jauh
jadi cuaca di sini dengan disana berbeda” papar sang ibu dengan penuh
bijaksana.
“Bu, ayah berangkat dulu ya, jaga Firman dengan sebaik-baiknya, ayah
mungkin hanya 2 mingguan, nanti kalau ada apa panggil saja Hardo, kalau
kekurangan uang minta saja pada dia.”
“Fiman, Firman masih marah pada ayah?”
Firman masih saja diam
“nanti kalau ayah sudah pulang dari Jakarta, ayah akan bawa uang yang
banyak, nah nanti Firman boleh minta apa saja dan nanti Firman akan ayah
sekolahkan< Firman maukan sekolah ?”
“Iya, Firman ingin sekolah, bener ayah enggak berbohong ?”
“bener ayah enggak bohonh, ayah janji”
“Sujiwati istri ku jaga baik-baik dirimu, doakan suami mu ini agar
selalu dilindungi oleh ALLAh”
“Iya mas, hati-hati jag baik-baik dirimu
“Firman anakku jangan kamu buat susah ibumu, kamu sekarang sudah besar,
tunjukan pada ayahmu ini kalau kamu bisa menjaga Ibumu dengan baik”
“iya ayah Firman janji,. Firman akan menjaga ibu dengan baik” janji
Firman dengan penuh percaya diri
“Nah ini putra ayah” “sudah Suji jangan menangis, kereta sudah mau
berangkat, ayah berangkat dulu ya”
Pada suatu malam dengan rintik gerimis menemani keheningan malam.
Terdengar suara mobil Jeep memecah keheningan malam. Mobil itu terparkir di
depan rumah Karmin. Dari mobil itu keluar beberapa orang berbadan besar
menggunkan jaket kulit berwarana hitam.” Heh keluar yang ada di rumah ini!!!!!”
teriak salah seornag dari mereka. “sapa ya, tunggu sebentar ??” teriak suji
denagn penuh ketakutan.
“Mana Karmin ???, kami butuh dia. Cepat katakan dia kemana???!!!” Tanya
salah satu dari jaket hitam itu
“maaf sebelumnya dari mana ya bapak-bapak ini ??” Tanya suji dengan
sopan
“sudahlah jangan banyak tanya, sekarang mana si Karmin itu???!!!. Kalau
kamu dan anak kamu mau selamat cepat katakana kemana si Karmin bersembunyi
!!!!??” ancamnya
“baik, baik dia berada di rumah temanya di RT sebelah, bentar saya
panggilkan dia, bapak-bapak ini tunggu sebentar di sini. Silahkan duduk Pak”
dengan penuh ketakutan. “sudah cepetan panggil si Karmin”
Denhgan menggendong Firman yang menanggis Sujiwti pergi meminta Bantuan
pada Hardo yang rumahnya tidak jauh dari rumah Sujiwati.
“Do, Hardo, ini mbak Suji, do buka pintunya” teriak Suji dengan penuh
histeris “Ada apa mbak, ayo masuk dulu”
tanya Hardo dengan mata yang memerah karena baru bangu tidur ”Do tolong mbak,
di rumah ada banyak preman yang menanyakan mas Karmin, mereka mengancam akan
membuuh kami” papar suji dengan menagis tersedu-sedu. “sudah mbak jangan takut
mari kita panggil penduduk untuk mengusir mereka”.
Lalu dengan puluhan penduduk dengan dilengkapi golok yang di pimpin
oleh Pak RT menuju ke rumah Suji. Namun ketika penduduk itu tiba di rumah Suji
preman-preman itu sudah tidak ada yang ada hanya rumah yang berantakan dan
kaca-kaca yang pecah. Beberapa karya-karya Karmin yang dirampas.
“Hardo apa sebenarnya yang telah dilakukan masmu, apa dia seorang
perampok atau ……,” tanya suji dengan penasaran. ”tidak mbak, mas Karmin orang
yang baik, dia juga bukan perampok. Dia sebenarnya adalah seorang aktifis buruh
yang terkenal sangat vocal , tapi mbak jangan kuwatir sebab dibelakang
mas Karmin ribuann ornag yang selalu mendukungnya “jelas Hardo.
Sejak kejadian itu suji tinggal di rumah Hardo menunggu suaminya
pulang, tetapi setelah tiga minggu Karmin tak juga pulang, Karmin pun tak
pernah memberikan kabar, hal itu membuat rasa ketakutan Suji semakin menjadi,
Firman pun tak henti-hentinya menaakan ayahnya yang dia sangat sayangi. “Ibu,
ayah kemana sih bu, kok tidak pulang-pulang, apa ayah benci pada kita ?” tanya
Firman dengan muka yang sedih karena ayahnya tidak pulang-pulang. Sejak ayahnya
belum pulang Firman yang biasanya ceria kini menjadi murung terus, Firman tidak
seceria dulu.
Pada suatu hari, Pak Pos datang ke rumah Karmin membawa surat, tak
disangka-sangka ternyata surat itu berasal dari Karmin. Dalam surat itu
“ istri ku Sujiati, apa kabar ? bagaimana kabar
buah hati kita, jangan pernah buat dia bersedih karena aku tak ingin dia
bersedih utuk ke dua kalinya. Suji sekarang aku berada di Jakarta. Aku belum
bisa pulang karena aku sekarang sedang di cari-cari oleh tentara, karena dalam
aksi kemarin, aksi yang aku pimpin, pada awalnya berjalan sesuai dengan rencana
tetapi tiba-tiba suasana tidak terkendali sehingga menjadi rusuh dan
mengakibatkan 5 nyawa polisi tewa tertusuk bamboo runcing kawan-kawan
demonstran, sebenarnya masalahnya bukan di situ saja, aku di incar tentara
karena sebelumnya kaum buruh yang dipimpin oleh ku berhasill membongkar kasus
pelecehan seksual yang dilakukan tentara pada Icih salah satu buruh tekstil di
Tangerang pada kasus Tanjung Priok. Para tentara dendam pada ku sehingga kamu
lah yang harus menerima akibatnya. Jangalah kamu terlau memikirkan ku, jagalah
dirimu baik-baik
Tunggu lah aku
Istriku aku
mencari cahaya kebebasan yang kita dambakan
Istriku janganlah
kau menjadi benci pada suami yang belum sanggup menyenangkan keluarga
Jagalah buah hati
kita, jagalah untuk ku, buatlah dia menjadi pahlawan, pahlawan kita.
Istriku tunggu aku
karena aku pasti akan pulang menjeput
kalian untuk pindah ke istana kebahagian yang belum pernah kalian lihat
Sejak surat pertama dan terakhir, Karmin tak ada kabarnya lagi
te,man-temanya pun tidak tahu keberadaanya. Karmin menghilang bersama 3 temanya
yang lain.
“BU, ayah kemana, ayah kapan pulang ? Firman kangen ayah” rengek Firman
yang semakin hari badanya semakin kurus karena
tak mau makan memikirkan ayahnya. ”ayah,Firman akan menunggu ayah sampai
kapan pun”






0 komentar:
Posting Komentar