Senin, 02 April 2012

Sempolan Yang Biru


-->
Malam ini, entah kenapa aku rindun dengan lebatnya hutan Sempolan. Rindu mbah tien, rindu dimana kita dibentaki oleh Mas Corong yang dulu jadi Korlap kita. Rindu kawan-kawan yang dulu bersama-sama bermandi pelu, kesal. Dan rindu suara yang tak bisa berkata-kata karena kita terus dipaksa berteriak. Aku  rindu itu. Tak terasa sudah hampir tiga tahun semua itu berlalu meninggalkan kenangan yang begitu membuat kelu jika mengingat hari-hari itu. Enathlah, apakah kawan-kawan yang lain seperti itu juga? Tapi jika memang hari-hari pada waktu itu memberikan kesan, aku yakin kita pun akan menahan risau jika kerinduan ini memuncak.
Sempolan yang biru. Benar-benar biru. Bukan biru gerau yang kehitam-hitaman, bukan biru benhur seperti air laut. Tapi Sempolan benar-benar biru dan membiru bagai langit dikala fajar terbit. Dimana harapan kita muncul tanpa kerancauan yang menganggu. Aku rindu sempolan.

Sempolan Yang Biru
Masihkah kita mengingat kunang-kunang yang menjadi teman dikegelapan malam
Atau dengan Tonggeret-Tonggeret yang mengiringi irama malam? memandangi hutan-hutan sempolan yang damai.
Aku sangat ingat malam-malam itu…
Ditempat itu!
Dimana kita bermandi benci, amarah, lelah. Namun pada akhirnya kita mengenang semua itu dengan tawa malu-malu, keharuan yang merasuk dalam relung hati.
Aku pun masih ingat, ketika subuh menjelang kita menyatu dalam sumpah setia yang menjadi jawaban untuk sebuah komitmen.
Kini kita telah berlari-lari menangkapi titik-titik cahaya yang membentangkan harapan. kini kita akan beranjak!
Biskit Sempolan
Di Chandradimukamu, keyakinan kita ditempa..
Di Biskit Sempolan kita menahan kelu..
Biskit  Sempolan, kisah-kisah kami terekam dibalik lebatnya pinus-pinus yang bisu. Sungai yang biru ketika ingatan membawa kami dalam kerinduan yang mengharu!
Ku rindu kau, Hutan-hutan yang basah..
Ku rindu kau Sempolan yang syahdu..
Kini, satu persatu dari kami beranjak meninggalkan mu,,,melanjutkan setapak demi setapak mimpi-mimpi yang pernah kau dengarkan ketika kami masih buta membaca hidup..kita memang akan kembali pada hari yang biasa, berdiri mencari jawaban atas kehidupan ini, kawan!

ingatlah kawan, Di balik bisunya hutan-hutan Sempolan kita pernah menjadi bagian dari pejuang-pemikir!









1 komentar:

  1. vin, jd kangen masa-masa itu ya,,, kpn aq bisa berkunjung kesana lagi,,

    BalasHapus